Menjelajahi Situs Warisan Dunia di Mesir

Menjelajahi Situs Warisan Dunia di Mesir

Mesir merupakan negara yang memiliki posisi wilayah strategis sebagai jembatan antar benua yakni Eropa, Asia, dan Afrika. Tidak mengherankan bila wilayah ini menjadi obyek perlombaan bagi penguasa imperium-imperium besar seperti Bizantium, Persia, Yunani dan Romawi untuk menguasainya. Di negara inilah berkembang berbagai peradaban besar, kebudayaan manusia, tempat agama-agama samawi dan para nabi diturunkan. Sejarah penting umat manusia banyak tercatat di sini. Oleh karena itu, Mesir menjadi salah satu negara yang memiliki banyak sekali situs warisan dunia dan tercatat di UNESCO.

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) merupakan badan khusus PBB yang didirikan pada tahun 1945. UNESCO memiliki sebuah program yang bernama Warisan Dunia yang dikelola sebuah komite khusus, World Heritage Commitee. Program warisan dunia bertujuan untuk mengategorikan, menamakan dan melestarikan tempat-tempat yang sangat penting agar menjadi warisan manusia dunia. Kategori yang termasuk dalam situs warisan dunia adalah setiap tempat khusus seperti hutan, pegunungan, danau, gunung pasir, bangunan, kompleks, atau kota yang telah dinominasikan oleh komite warisan dunia. Beberapa tempat di Mesir yang tercatat dalam warisan dunia UNESCO antara lain Abu Simbel, Memphis, Sakkara, dan Thebes.

Kuil Abu Simbel

Abu Simbel adalah kuil termegah peninggalan Mesir Kuno di masa pemerintahan Firaun Ramses II (abad 13 SM). Dibangun dengan desain dan konstruksi yang istimewa, yaitu membentang menembus perut bukit, di daerah aliran Sungai Nil. Situs ini merupakan situs arkeologi yang terdiri dari dua kuil batu di selatan Mesir, tepatnya di ujung Danau Nasser, sejauh 290 kilometer barat daya kota Aswan. Kuil Abu Simbel telah terkubur pasir dari gurun yang tersebar di Mesir.

Pada abad ke 6 tercatat ada kuil yang terkubur pasir hingga pada tahun 1813, seorang peneliti dunia Timur berkebangsaan Swiss, J.L. Burckhardt, menemukan puncak kuil tersebut. Lalu pada tahun 1817, Burckhardt kembali ke Abu Simbel dan berhasil masuk ke dalam kuil dan mengambil sebagian benda berharga yang bisa ia bawa. Nama Abu Simbel sendiri diambil dari nama seorang bocah yang menjadi pemandu saat Burckhardt pertama kali datang ke sana. Anak tersebut mengaku melihat kuil tersebut dan menggali pasir yang menutupinya seorang diri.

Selanjutnya UNESCO merelokasi kuil Abu Simbel sekitar 200 meter ke selatan pada tahun 1963. Hal ini dilakukan untuk melindungi kuil Abu Simbel dari ancaman tenggelam oleh kenaikan permukaan aliran Sungai Nil akibat proyek Bendungan Aswan. Kuil Abu Simbel yang ditata ulang menghadap Danau Nasser ini menjadi proyek pergeseran bangunan paling spektakuler di abad ke 20 dan menjadi daerah tujuan wisata yang terkenal di Mesir dan seluruh dunia.

Kota Kuno Memphis

Situs warisan dunia lainnya yaitu Memphis. Memphis adalah sebuah tempat yang terletak di Kota Fayoum. Di zaman Mesir Kuno, Memphis menjadi ibukota kerajaan dan berperan sebagai kota besar yang ramai, bertahan sampai lebih dari 3.000 tahun hingga zaman Romawi berkuasa di Mesir. Kini Memphis hanya sebuah desa kecil. Saat memasuki kawasan ini, terpampang sebuah papan petunjuk bertuliskan Village Memphis. Terdapat sebuah museum di sana yang menampilkan peninggalan kerajaan Mesir Kuno dan kejayaan masa lalunya. Kota Memphis dibangun pertama kali oleh Narmer atau Firaun Menes, raja pertama Kerajaan Lama yang berkuasa pada abad 32 SM.

Kota ini awalnya bernama Ineb-Hedj (dalam bahasa Mesir), yang berarti tembok putih, menunjuk pada tembok yang mengelilingi kota. Sedangkan nama Memphis baru muncul kemudian, yang dalam bahasa Yunani bermakna kota indah yang tertata rapi karena didalamnya banyak ditemukan taman-taman yang indah dengan air mancur, kuil-kuil, dan istana-istana yang megah. Bukti-bukti kemegahannya sedang direkonstruksi saat ini oleh para arkeolog. Salah satunya yaitu sebuah kota pemakaman yang dikenal sebagai nekropolis. Kota itu membentang sepanjang 40 kilometer. Di dalamnya terdapat lebih dari 100 piramida yang menakjubkan serta ratusan makam para kerabat Firaun, pendeta dan pejabat-pejabatnya.

Reruntuhan Kota Mesir Kuno, Memphis (sumber: Google)

Situs Pemakaman Sakkara

Sakkara atau Saqqara adalah sebuah situs pemakaman Mesir Kuno (makam Firaun Djoser dari dinasti ke 3 zaman Kerajaan Lama) yang terletak sekitar 30 kilometer di selatan Kairo. Di situs ini terdapat sebuah piramida bertangga tertua di dunia. Piramida Sakkara atau disebut juga piramida Djoser ini berbeda dengan bentuk piramida pada umumnya. Piramida ini berbentuk bangunan bertingkat yang mengecil di bagian puncaknya dengan ketinggian keseluruhan sekitar 60 meter, bertingkat 6 dan terbuat dari balok-balok batu kapur yang ditumpuk secara berjenjang.

Sebagai salah satu situs purbakala utama Mesir, kawasan Sakkara telah digali selama 150 tahun dan menghasilkan penemuan-penemuan piramida dan makam yang berasal dari masa Kerajaan Lama dan Romawi. Para arkeolog beberapa waktu lalu menemukan dua makam di sekitar lokasi penemuan mumi. Dua makam itu merupakan makam pejabat penambangan batu bahan piramida dan makam perempuan yang bertanggung jawab atas hiburan para Firaun.

Piramida Sakkara, Mesir (source: Google)

Ibukota Lama Thebes

Thebes merupakan kota di Mesir Kuno yang terletak 800 kilometer sebelah selatan Laut Tengah, di tepi timur Sungai Nil. Kota ini menjadi ibu kota Mesir selama dinasti ke 11 dan dinasti ke 18, ketika Hatshepsut membangun armada Laut Merah untuk memfasilitasi perdagangan antara pelabuhan Laut Merah Thebes di Elim dengan Elat di Teluk Aqaba.

Thebes termasuk dalam periode Pertengahan Pertama (periode gelap Mesir Kuno) yang berlangsung sekitar 3 abad setelah berakhirnya Kerajaan Lama (2181-2055 SM). Masa ini meliputi dinasti ke 7, 8, 9, 10 dan sebagian dinasti ke 11. Diyakini selama masa ini terjadi penjarahan dan perampokan kuil-kuil, perusakan karya seni dan penghancuran patung-patung raja akibat kekacauan politik yang terjadi.

Kuil di Kota Tua Thebes, Mesir (source: Google)

Secara keseluruhan, Mesir menjadi sumber artefak dan bukti sejarah masa lampau. Bukti peradaban yang pernah ada tidak kalah dengan zaman sekarang. Mari mengambil pelajaran dan hikmah sebanyak-banyak. Allah SWT sang Maha Pencipta peradaban manusia tentu tidak menciptakan sesuatu tanpa ada makna di dalamnya.

Wallahu’alam bishowab…

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Chat di WhatsApp