Mengenal Makna Arbain Lewat Kisah Mengejutkan Para Jamaah

Mengenal Makna Arbain Lewat Kisah Mengejutkan Para Jamaah

Hari ini merupakan hari kepulangan jamaah Trip Arbain ke tanah air. Trip Arbain ini adalah trip umroh 16 hari yang jamaahnya berasal dari Ponpes Al Husein Krakitan Magelang.

Trip Arbain berangkat dari Yogyakarta pada tanggal 15 Januari 2018. Sebagian besar jamaah umroh trip arbain adalah berusia lanjut. Namun, apa sebenarnya makna dari Arbain itu sendiri? Apakah masuk dalam rukun atau wajib haji?

Makna Arbain

Sebenarnya, makna arba’in atau arba’un adalah melaksanakan shalat berjamaah selama empat puluh waktu tanpa terputus di Masjid Nabawi. Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang shalat karena Allah empat puluh hari secara berjamaah tanpa ketinggalan takbir yang pertama, dicatatkan baginya dua kebebasan; kebebasan dari neraka dan kebebasan dari kemunafikan.”

Arbain itu juga sama sekali tidak termasuk “wajib haji” apalagi menjadi “rukun haji” karena semua kegiatan haji itu adanya di Makkah bukan di Madinah. Kalaupun jamaah tidak sampai berziarah ke Madinah maka tidaklah ia melanggar kewajiban haji dan membayar dam. Begitu hal itu tidak berpengaruh terhadap sah atau tidaknya haji/umroh.

Kisah Umroh

Ada banyak kisah yang bisa diambil dari trip Arbain kali ini. Trip Arbain kali ini dibimbing langsung oleh Ust. Muamar Khadafi dan pimpinan Ponpes Al Husein Krakitan, Bapak KH Muhsin. Mengutip cerita dari Ust. Kris Abdurrahman, semangat umroh dari para jamaah terpancar sangat jelas. Semangat untuk menjaga shalat wajib lima waktu di Masjid Nabawi terjaga sampai memasuki hari terakhir dari 10 hari waktu yang direncanakan.

Ternyata tidak hanya itu, semangat untuk menjaga shalat lima waktu juga diiringi dengan keutamaan yang lain, yaitu para jamaah melaksanakan puasa daud. Sebuah kesungguhan amal yang tertunai disaat sebagian diantara kita selalu ingin mendapatkan fasilitas (hotel, makan, dll) yang terbaik saat umroh, sedangkan mereka lebih memilih untuk memaksimalkan ibadah.

Kisah Unik Dari Muthawwif

Jamaah trip Arbain yang kebanyakan berusia lanjut, tidak menyurutkan semangat dari para muthawwif untuk terus membimbing para jamaah. Keberadaan seorang muthawwif dan pembimbing dalam setiap Trip perjalanan umroh menjadi bagian yang sangat penting untuk mewujudkan agenda umroh lebih bermakna. Tidak hanya sekedar melaksanakan umroh, namun mengoptimal waktu untuk membentuk pribadi-pribadi yang soleh dan solehah.

Ada kisah unik yang datang dari salah satu jamaah trip Arbain. Saat itu usai melaksanakan shalat maghrib di Masjid Quba, salah seorang jamaah usia lanjut terpaksa digendong oleh Ust. Cecep Helmi Syawali, salah satu muthawwif dari Rihaal karena kedinginan. Bapak tersebut, digendong sampai ke dalam bus rombongan.

Haru sekaligus bangga melihat kejadian tersebut. Hal itu menunjukkan betapa berdedikasinya para muthawwif dari Rihaal dalam memberikan “Special Attention” kepada jamaah dalam setiap Trip perjalanan umroh. Special Attention (perhatian khusus) merupakan langkah preventif yang dilakukan oleh Tim Rihaal dalam rangka untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah umroh yang membutuhkan pelayanan khusus.

Diantara kriteria jamaah yang mendapatkan perhatian khusus adalah jamaah berusia lanjut, jamaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu yang membutuhkan pengawasan atau penanganan medis, dan jamaah yang membutuhkan pendampingan khusus saat beribadah.

Kenapa hal itu menjadi perhatian? Alasannya karena tak sedikit kita mendengar berita mengenai jamaah umroh yang hilang, bahkan sampai pulang ke tanah air tidak ditemukan. Salah satu penyebab adalah karena tidak adanya edukasi (pengarahan) dan special attention dari tim yang mengawal selama perjalanan ibadah.

Kisah Mbah Hadi

Ada satu lagi juga, jamaah usia lanjut bernama Mbah Hadi. Beliau merupakan jamaah paling sepuh usia 95 tahun. Mbah Hadi ini berasal dari Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Dalam rekaman video yang direkam oleh salah satu tim muthawwif Rihaal saat berada di Masjid Nabawi, Mbah Hadi mendoakan agar cucu nya yang masih bersekolah dilancarkan dalam ujiannya. Dan untuk anak-anaknya yang sudah bekerja, agar selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rejeki.

Begitu besar rasa kasih dan sayang orang tua kepada anaknya, hingga mereka pun tak akan lupa menyelipkan doa untuk anak-anaknya. Kisah Mbah Hadi ini juga menjadi semangat para jamaah yang lainnya, dikarenakan dengan usia yang mungkin hamoir 3 kali lipat dari usia jamaah muda yang lain, beliau tetap tekun dalam beribadah, bahkan tak pernah pupus mulai dari awal hingga akhir.

Kita doakan, semoga jamaah Trip Arbain bisa selamat sampai ke tanah air,berkumpul dengan keluarga tercinta. Dan semoga kita secepatnya diberikan kesempatan untuk bisa berkunjung menjadi tamu Allah. Aamiin…

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Chat di WhatsApp