Atas Dasar Taqwa, Aku Berdiri

Atas Dasar Taqwa, Aku Berdiri

Kota Madinah Munawwarah merupakan kota yang banyak sekali di dapati bangunan masjid-masjid yang memiliki nilai arsitektur dan sejarah. Beberapa masjid ini masih dijaga dan dijadikan sebagai tempat bersejarah, namun sebagiannya ada yang dibiarkan rusak tergerus oleh zaman.

Di antara masjid –masjid yang masih terjaga adalah:

  1. Masjid Quba’

Masjid Quba’ merupakan masjid yang pertama kali dibangun dalam sejarah Islam, yang terbentuk dengan asas ketakwaan dan keimana yang kuat. Hal ini sebagaimana disebut dalam al-Qur’an;

لَا تَقُمۡ فِيهِ أَبَدٗاۚ لَّمَسۡجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقۡوَىٰ مِنۡ أَوَّلِ يَوۡمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِۚ فِيهِ رِجَالٞ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُطَّهِّرِينَ ١٠٨

Artinya:“janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh- nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. dan Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih”. (Q.S: at-Taubah: 108)

Dalam sebuah riwayat Imam Bukhari dari Umar ra. disebutkan bahwa Rasulullah Saw. selalu pergi ke Masjid Quba’ setiap hari Sabtu, dan juga terkadang pergi di hari Senin dan Kamis. Hal inilah yang menjadikan masjid ini Istimewah dan bernilai sejarah. Bahkan disebutkan dalam sebuah hadits, yang diriwayatkan oleh Sunan Ibnu Majjah, Rasulullah Saw. bersabda;

“Barang siapa yang telah bersuci (berwudhu/ Mandi) di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba’ lalu sholat di dalamnya dua rakaat, maka baginya sama dengan pahala umrah.”

Dengan keistimewahan inilah, sejak sepeninggal Rasulullah (setelah wafat Rasulullah Saw.), para sahabat selalu melaksanakan ziarah ke Masjid Quba’ dan melaksanakan sholat di dalamnya,sebagaimana yang selalu dilakukan Rasulullah Saw.

Masjid Quba’ berada di kawasan perkampungan yang dinamai Quba’. Jarak dari kota Madinah ke Masjid Quba’ sekitar 3 km dari arah selatan, dan sekitar 3 km dari Masjid Nabawi. Nama Quba’ sendiri di ambil dari nama telaga yang berada di kawasan tersebut.

Masjid ini dibangun saat Rasulullah melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah, dan singgah di Quba’ bersama Bani Amru bin Auf di rumah Kalthum bin Al-Hadm. Hal ini bertepatan pada hari Senin tanggal 8 Rabi’ul Awal atau 23 September 622 M.

Pada hari pertama kedatangannya di Quba’, Rasulullah Saw. ikut serta membangun masjid ini. Setelah masjid berdiri, Rasulullah menjadi Imam ketika melaksanakan shalat berjamaah secara terbuka bersama para sahabat di Masjid Quba’ yang qiblatnya mengarah ke Masjid al-Aqsho. Masjid ini direnovasi kembali dan diperluas pada masa Raja Fahd Ibn Abdul Aziz tahun 1406 H/ 1986, dengan biaya kurang lebih RS. 90 juta. Masjid ini mampu menampung sekitar 2000 jamaah.

  1. Masjid al-Qiblatain

Masjid ini terletak di tengah perkampungan Bani Salamah di sebelah barat kota Madinah. masjid ini di kelilingi perkebunan dan lembah al-Aqiq terhampar di sebelahnya.

Masjid ini dinamai Qiblatain (dua kiblat) karena ketika Rasulullah Saw. tiba di Madinah, beliau melaksanakan shalat dengan arah kiblat ke Baitul Maqdis. Kondisi ini menjadikan penduduk Yahudi di Madinah bangga dan bergembira. Sedangkan Rasulullah Saw. lebih senang jika kiblat di arahkan ke Baitullah, kemudian Rasulullah memohon kepada Allah SWT agar mendapatkan wahyu dari Nya. lantas, kenapa Rasulullah memohon kepada Allah agar kiblat diarahkan ke Baitullah? Sebab dikhawatirkan saat umat Islam menghadap ke arah Baitul Maqdis untuk melaksanakan ibadah shalat, di mana tempat tersebut merupakan tempatnya orang-orang Yahudi, hal ini dapat menjadikan bahan ejekan orang-orang Yahudi terhadap umat Islam.  Dan setelah 16 sampai 17 bulan Rasulullah Saw. shalat dengan menghadap ke arah Baitul Maqdis, barulah beliau mendapatkan perintah dari Allah SWT, untuk menghadap ke arah Baitullah, Ka’bah.  Dan di masjid inilah turun perintah perpindahan kiblat. Oleh karena itu, masjid ini dinamai Qiblatain (dua kiblat). Kisah ini juga terdapat dalam ayat al Quran, Allah SWT telah menjelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 144

قَدۡ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجۡهِكَ فِي ٱلسَّمَآءِۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبۡلَةٗ تَرۡضَىٰهَاۚ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِۚ وَحَيۡثُ مَا كُنتُمۡ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ شَطۡرَهُۥۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ لَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعۡمَلُونَ ١٤٤

Artinya: “sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit[96], Maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu berada, Palingkanlah mukamu ke arahnya. dan Sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. Al-Baqarah: 144)

  1. Masjid al-Fath

Masjid al-Fath merupakan masjid yang dibangun setelah masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz rahimahullah. Masjid ini dibangun untuk mengenang peristiwa perang Khandaq. dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, disebutkan bahwa Jabir bin Abdullah telah menceritakan, “ pada hari peperangan Khandaq, Rasulullah Saw. berdoa sebanyak tiga  hari berturut-turut, dimulai pada hari Senin, Selasa, dan Rabu di tempat kedudukan masjid sekarang, agar Allah mengalahkan tentara Ahzab dan Allah dapat mengabulkan doa beliau pada hari ketiga yaitu hari Rabu. Dan di area Rasul berdoalah masjid ini dibangun.

Demikian Doa yang Rasulullah panjatkan saat peperangan Khandaq.

اللهم منزل الكتاب سريع الحساب. أهزم الأحزاب. اللهم اهزمهم و زلزلهم

Artinya: “ ya Allah, Tuhan yang menurunkan kitab, dan yang cepat membuat perhitungan.  Kalahkanlah tentara Ahzab. Ya Allah, kalahkan dan goncangkanlah mereka.”

Doa inilah yang Rasulullah panjatkan sehingga umat Islam meraih kemenangan.

Masjid ini terletak di bagian barat laut berdekatan dengan bukuit Sila’ dan menghadap lembah Buthan yang sekarang dikenal sebagai Wadi’ Abu Jidah yang terletak di sebelah selatan dari bagian barat Khandaq yang saat itu dikenal dengan parit di masa perang Ahzab.

Demikian sebagian masjid bersejarah yang berada di Madinah, insyallah dalam kesempatan berikutnya kami lanjutkan penulisan masjid-masjid bersejarah lainnya. amiin

Rihaal Umroh

www.sekolahumroh.com

78 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini