Masjid Ibrahim dan Kota Tiga Nabi, Hebron Palestina

Masjid Ibrahim dan Kota Tiga Nabi, Hebron Palestina

Masjid Ibrahim, Kota Hebron, Tepi Barat Palestina (source: panoramio.com)

Bismillah… Dear sobat Rihaal, taukah sobat sekalian bahwa makam Nabi Ibrahim ‘alaihissalam terletak di Hebron, Palestina? Tepatnya berada di Masjid Ibrahim. Makam Ibrahim yang kita ketahui terletak di hadapan Ka’bah di Mekkah bukanlah makam yang sebenarnya, tapi semacam peninggalan bersejarah tempat berpijaknya Nabi Ibrahim as saat membangun Ka’bah pertama kali.

Hebron atau disebut juga dengan al-Khalil (nama yang disematkan pada Nabi Ibrahim AS), kadang disebut pula dengan nama Hebrew ini terletak di Tepi Barat, Palestina. Kota ini merupakan salah satu kota terbesar di Tepi Barat, atau sekitar 30 kilometer di selatan Yerusalem.

Kota Hebron masuk dalam wilayah pemerintahan Islam di zaman Khalifah Umar bin Khattab ra, yakni sekitar abad ke 7 Masehi atau sekitar tahun 25 H/638 M. Pemerintahan Islam berhasil memasuki Kota Hebron saat itu tanpa perlawanan. Selama masa kekhalifahan Umar bin Khattab ra, kehidupan masyarakat berjalan damai dan tenteram. Bahkan pusat perdagangan berkembang pesat, khususnya dengan orang Badui di Tanah Nageb dan penduduk di sebelah timur dari Laut Mati.

Ahli geografi Yerusalem, George A Makdisi, menggambarkan keindahan kota itu pada tahun 985 M, “Habra (Hebron) adalah desa Ibrahim al-Khalil. Di sana terdapat sebuah bangunan yang sangat indah, berbentuk persegi empat. Di dalamnya terdapat kuburan Nabi Ibrahim, Ishak, Ya’kub, Sarah, Ribka, dan Leah. Di sekitar bangunan tersebut, terdapat perkampungan yang sangat maju dalam bidang pertanian dan perkebunan. Ada banyak kebun anggur, apel, dan lainnya. Buah-buahan itu dikirimkan ke Mesir.”

Pada masa pemerintahan Mamluk dan Ayyubiyah, wilayah Hebron berganti nama menjadi al-Khalil. Nama ini diberikan oleh Shalahuddin al-Ayyubi setelah ia merebut kota tersebut pada tahun 1187 M. Kemudian pemerintahan Ayyubiyah digantikan oleh kekuasaan Turki Utsmaniyah. Di masa ini dikeluarkan perintah yang melarang orang Kristen dan Yahudi memasuki kota itu. Lalu pada pertengahan abad ke-14, larangan tersebut berakhir dengan diberikannya kesempatan kepada semua orang untuk memasukinya, termasuk kompleks perkampungan al-Khalil.

Di kota Hebron inilah terdapat kompleks masjid yang menyatu dengan pemakaman Nabi Ibrahim as. Di masa Nabi Isa as, di pemakaman ini dibangun sebuah tembok yang mengelilinginya dan kawasan ini dinamakan dengan Kampung Rumah Ibrahim al-Khalil.

Selain terdapat makam Nabi Ibrahim as, juga terdapat makam Nabi Ishak dan Ya’kub as. Oleh sebab itu, kota ini juga menjadi kota suci kaum Yahudi dan menjadi ramai dikunjungi wisatawan yang ingin berziarah. Makam tiga nabi ini terletak di sebuah gua yang disebut dengan Gua Para Leluhur (Machpelah atau Makfilah). Di atas gua itulah dibangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Ibrahim.

Di dalam Masjid Ibrahim terdapat makam Nabi Ibrahim as dan istri beliau Siti Sarah; makam Nabi Ishak as dan istrinya yang bernama Ribka; dan makam Nabi Ya’kub as beserta istrinya Leah. Oleh karenanya, Kota Hebron ini juga disebut dengan Kota Tiga Nabi, yakni Nabi Ibrahim, Ishak, dan Ya’kub.

Setiap makam memiliki bentuk yang berbeda antara makam laki-laki dan makam perempuan. Makam laki-laki berbentuk segi delapan (octagonal) dan persegi enam adalah makam perempuan, seperti makamnya Sarah dan Leah.

Sebagaimana kita ketahui terkait kisah Nabi Ibrahim as, sebelum Ibrahim membawa Hajar dan Ismail ke Makkah, mereka tinggal bersama di Hebron. Nabi Ibrahim menetap di kota ini setelah meninggalkan Kota Babilonia. Di Babilonia, Nabi Ibrahim sempat berhadapan dengan Raja Namrudz  karena ia menghancurkan berhala yang menjadi sesembahan masyarakat saat itu.

Saat tinggal di Hebron, istri Nabi Ibrahim, yakni Siti Hajar, melahirkan seorang putra yang diberi nama Ismail. Kelahiran Ismail ini membuat cemburu Siti Sarah, istrinya yang pertama. Maka, atas petunjuk Allah SWT, Ibrahim membawa Ismail dan Siti Hajar berhijrah ke Makkah. Di Makkah inilah, Ibrahim kemudian membangun Ka’bah bersama anaknya, Ismail. Setelah selesai pembangunan Ka’bah, Ibrahim kembali ke Palestina.

Demikian sobat, sedikit pemaparan tentang kisah dan jejak para nabi di kota Hebron. Masih banyak hal yang dapat kita gali dari kota bersejarah ini. Semoga Allah SWT memberi kita kesempatan kelak bersama-sama bisa menapaki kota para nabi yang satu ini. Aamiin

51 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini