Manakah Masjid Yang Paling Utama Untuk I’tikaf?

Manakah Masjid Yang Paling Utama Untuk I’tikaf?

Sobat Rihaal – Setekah kita mengetahui hal apa saja yang perlu kita persiapkan dalam menyambut bulan suci Ramadhan, saatnya kita untuk mengetahui juga amalan khusus apa yang dilakukan di Bulan Ramadhan. Salah satunya adalah I’tikaf.

I’tikaf artinya berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata-mata niat beribadah kepada Allah. I’tikaf merupakan kebiasaan yang biasa dilakukan oleh Nabi SAW di akhir-akhir Ramadhan. Sebagaimana disebutkan oleh Abu Hurairah “Nabi SAW biasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun pada tahun wafatnya, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari” (HR. Bukhari no. 2044)

Biasanya, pada momen I’tikaf ini banyak orang yang kemudian berbondong-bondong datang ke masjid. Oleh karena itu, banyak sekali masjid-masjid yang memfasilitasi kaum muslim untuk melaksanakan I’tikaf. Namun, manakah masjid yang paling utama untuk beri’tikaf?

Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha

Tahukah sobat, jika ketiga masjid tersebut adalah seutama-utamanya masjid sehingga seseorang boleh bersengaja melakukan perjalanan ke sana demi menyengajakan ibadah. Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda:

“Janganlah sengaja melakukan perjalanan (dalam rangka ibadah) selain pada tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Rasul SAW dan Masjidil Aqsha” (MUttafaqun ‘alaih)

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ – صلى الله عليه وسلم – وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

Baca juga: SAATNYA PERSIAPKAN DIRI MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN

Masjid Jaami’ dan masjid-masjid besar yang banyak jamaahnya.

Demikian menurut pendapat dari ulama Hanafiyah. Sedangkan ulama Syafi’iyah dan Hambali menyatakan bahwasannya yang afdhol adalah I’tikaf di masjid yang dilaksanakan shalat Jumat. Kemudian Imam Malik mengatakan bahwa i’tikaf boleh dilakukan di masjid mana saja (asal ditegakkan shalat lima waktu di sana) karena menurut firman Allah Ta’ala :

وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

“sedang kamu beri’tikaf dalam masjid” (QS. Al Baqarah:187). Ini juga menjadi pendapat Imam Asy Syafi’I. Namun Imam Asy Syafi’I rahimahullah menambhakan syarat yaitu masjid tersebut diadakan juga shalat Jumat. Tujuannya di sini adalah agar ketika pelaksanaan shalat Jumat orang yang beri’tikaf tidak perlu keluar dari masjid.

107 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini