Lulus Tk Wisuda Khatam Al-Qur’an

Lulus Tk Wisuda Khatam Al-Qur’an

Yogyakarta, Rumah Tahfidz Teladan (RTT) kembali menunjukan eksistensinya di kanca pendidikan anak dengan mencetus Komunitas Lulus TK  Khatam Qur‘an yang diikuti oleh sekolah-sekolah Islam -TK/KB/TPA – di yogyakarta,di antranya: Nurul Ittihad Godean, Tunas Mulia Nanggulan-Kulon Progo, Ibnu Mas’ud Wates, Ar-Raihan Bantul, Prime Kidz Kota Yogya, Insan Mulia Kulon Progo, Insan Quantum Minggir.

Komunitas ini pertama di Yogyakarta, yang dilaunchingpada tanggal 22 Desember 2016di Wild Rescue Center (WRC), Paingan, Sendangsari, Pengasih Kulon Progo bersamaan dengan acara Workshop pertama yang bertema Fun Quran for Teacher and Mother. Acara workshop yang berisi pemaparan metode pengajaran al-quran kepada anak-anak usia dini -2thn s/d 6thn- yang digunakan untuk menggapai tujuan lulus TK khatam membaca al-quran. Metode yang digunakan adalah metode Quran Teladan Utrujah (QTU), yaitu belajar dari seorang ibu lulusan S3 jurusan Pengajaran Bahasa Arab untuk non-Arab Program Kurikulum dan Metode Pembelajaran di Internasional University of Africa, Sudan yang mendidik anak-anaknya khatam membaca al-quran di usia dini. Bahkan menceritakan pengalaman dan metode yang digunakannya dalam sebuah bukunya ‘Alhamdulillah Balitaku Khatam Al-Quran’(ABKA) dan seminar-seminar yang beliau isi di berbagai daerah di Indonesia salah satunya Yogyakarta. Beliau mengajaran kepada kami bahwa mengajarkan al Quran kepada anak-anak usia dini itu dengan cara yang menyenangkan bukan dengan menyeramkan atau menyusahkan yang membuat mereka benci, bosan dan malas. Karena pada dasarnya jiwa seorang anak yang masih dini itu adalah suci dan al Quran pun pada dasarkan suci, maka ketika keduanya bertemu maka akan sangat mudah untuk menyatu. Dan ketika al Quran menyatu di jiwa seorang balita maka ia akan menjadi darah dagingnya, yang membentuk karekter dan akhlaqnya yang mulia. Hingga darinya akan ada batas antara si anak dengan keburukan, artinya ia dari kecil hingga dewasanya akan tersekat dengan keburukan, kebobrokan moral, dan perbuatan-perbuatan yang dilarang agama.

Metode pengajaran yang digunakan, yaitu mulai dari pengenalan huruf hijaiyah yang dilakukan tidak seperti biasanya yang kita kenal, yaitu menyenalkan mulai dari ‘alif’ sampai ‘ya’ tetapi mengenalkannya dengan diacak sesuai kemampuan anak. Setelah selesai 28 huruf hijaiyah dikenalkan kepada anak lanjut mengenal harakat dan huruf sambung. Selesai pengenalan tersebut langsung masuk membaca al quran dengan penerapan pelajaran tajwid yang dilakukan secara bertahap-lengkapnya di buku ABKA-.

Program Lulus TK Khatam Quran akan di launching secara resmi di sekolah-sekolah Islam di yogyakarta pada tahun ajaran baru yaitu 2016-2017. Untuk menuju itu beberapa sekolah di atas mempersiapkan dengan menguji program pada 1 semester akhir (semester genap) tahun ajaran 2015-2016 ini.

Follow up dari workshop fun quran oleh RTT tersebut di atas adalah pendampingan oleh RTT kepada sekolah-sekolah yang menjadi peserta workshop. Bentuk pendampingannya adalah:

  1. Training, workshop atau motivasi oleh RTT
  2. Kunjungan ke sekolah-sekolah
  3. Pertemuan per bulan untuk sharing, study banding, dan evaluasi bersama atau pemecahan masalah bersama.

Adapun point pendamping terhadap sekolah adalah:

  1. Pendampingan terhadap program quran yang mendukung tujuan lulus TK khatam Quran. Adaya monitoring dan evaluasi program bersama RTT, yang meliputi:
  2. Rencana program, mulai dari nama program, tujuan dan target pencapaian, sarana dan prasarana, penanggung jawab program dan pelaksana, sarana dan prasarana hingga rencana evaluasi program.
  3. Pelaksanaan program, beberapa sekolah ada yang telah sukses dengan rencananya, tapi beberapa sekolah juga adanya belum sampai target tujuan. Suport dari RTT adalah pemecahan masalah bersama atas kendala-kendala yang ada di sekolah untuk mencapai tergetnya.
  4. Monitoring dan evaluasi program, RTT bersama sekolah memantau perkembangan program. Perkembangan akan senantiasa diperhatikan sebagai bentuk monitoring program, sedangkan evaluasi akan menghasilkan perbaikan-perbaikan.
  5. Pendampingan guru yang dilakukan mulai dari peningkatan kualitas membaca/menghafal quran dari guru, kreatifitas bentuk sarana pengajaran quran, hingga pendampingan pada semangat guru-guru agar tetap terjaga.
  6. Pendampingan lain-lain, dalam hal ini pendampingan sarana dan prasarana, daya dukung orang tua atau pihak-pihak yang berkepentingan di sekolah.

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Chat di WhatsApp