Lembah Madinah Munawwarah

Lembah Madinah Munawwarah

Tempat- tempat bersejarah yang dapat kita kunjungi di Madinah, tidak hanya sebatas  berupa bangunan Masjid, Museum ataupun bukit  saja, melainkan juga terdapat beberapa lembah yang mempunyai nilai sejarah. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Wadi Al-Aqiq

Lembah Aqiq ini merupakan lembah terpanjang di Negri Hijaz. Ia membentang membelah Thaif dan menelusuri Madinah dari kawasan barat. Airnya mengalir jatuh dari lembah Far’,  hingga menelusur ke utara antara al-Harar di sebalah timur dan barisan pegunungan Quds di sebelah barat yang melindungi lembahnya (Naqi’). Setelah dekat dengan sumur al-Masyi, namanya Aqiq al-Hasa, hingga sampai sumur Ali bin Abi Thalib di Dzul hulaifah yang disebut dengan al-Aqiq. Lembah ini berakhir di Ghabah yang merupakan pertemuan antara lembah Buthah dan Qonat. Di antara bagian pekarangan lembah Aqiq ini terdapat sumur Urwah.

Apa yang menjadikan lembah ini istimewah dan bersejarah. Diriwayatkan dalam beberapa hadits shohih, yang menggambarkan keistimewahan lembah ini. Di antaranya, seperti yang dijelaskan oleh Imam Muslim, Rasulullah Saw bersabda;

Artinya: “ Telah datang seorang utusan kepadaku dari sisi Allah dan berkata, “Shalatlah di lembah yang telah diberkahi ini” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain diceritakan,

“Dzakariya bin Ibrahim telah meriwayatkan bahwa, ada dua orang lelaki yang bermalam di lembah Aqiq kemudian Rasulullah Saw bertanya kepada kedua orang tersebut, “ Di mana kalian telah bermalam ? “ kedua lelaki tersebut menjawab, kami telah bermalam di lembah Aqiq.” Rasulullah Saw mengatakan, “sesungguhnya kalian berdua telah bermalam di lembah yang penuh berkah: lembah Aqiq.”

“Dari Anas bin Malik berkata, kami telah keluar bersama Rasulullah Saw ke Lembah Aqiq, kemudian Rasulullah berkata; “ wahai Anas ambilah air yang suci dan tuangkanlah dari lembah ini, sesungguhnya lembah ini menyukai kita dan kitapun mencintainya.”

Ketika kita berada di lembah ini, kita akan merasakan udara yang bersih dan sejuk, air yang jernih, dan terhampar disekitar lembah debu pasir yang lembut, dan didapati pula pada lembah ini tanah yang subur.  Dengan adanya Telaga Urwah, hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi para khalifah, saudagar kaya dan para pencinta pemandangan. Sehingga di sekitar telaga itu terdapat beberapa bangunan istana, seperti : Istana Urwahibn Zubair, Istana Sa’id ibn Ash, dan Istana Marwah ibn al-Hakim.

  1. Lembah Buthan

Secara Etimologi, Buthan berarti membentang. Buthan berasal dari kata bahasa Arab dengan asal kata Ba-Tha-Ha “al-Busth”. Dinamakan Buthan karena bentuk dan luasnya membentang. Wadi’ Buthan atau lembah Buthan merupakan salah satu lembah utama di Madinah, lembah ini bermula dari timur Quba, dan berujung hingga barat Jabal Sal’ yang berdekatan dengan Masjid Al-Fath, dan terus berujung hingga ke Ghabah yang menjadi muara dari sungai-sungai yang ada.

Lembah ini memiliki 3 nama, yaitu, Ummu Asyr, Qurbah, dan Abu Jidah. Nama ini merupakan penyebutan sebagai pembeda letak. Disebut Ummu Asyr pada bagian permulaan lembah. Adapun Qurbah merupakan sebutan pada bagian tengah lembah. Sedangkan Abu Jidah merupakan penyebutan bagian lembah yang melewati Madinah.

Dalam sebuah riwayat ma’ruf, yang bersumber dari Aisyah, “ Buthan berada di atas Sungai-sungai dari surga.” (HR. Muslim)

Lembah ini pernah digunakan oleh Rasulullah Saw berwudhu saat Perang Khandaq sebagai mana diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitabnya.

“ Dari Umar bin Khatab ra bahwa,” kami berhenti bersama Rasulullah saw di Buthan , kemudian beliau berwudhu dan kami juga mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah Saw. Lalu kami melakukan shalat Ashar. Dan setelah terbenam matahari kami pun shalat Maghrib. “

Kini, lembah ini telah dibangun kontruksi pagar besar oleh pemerintahan Saudi, yang terdiri dari tiga bagian pagar  yang menyambung.

  1. Lembah Mudzaineb

Bagian Hulu lembah ini menyambung dari aliran lembah Buthan. Lembah ini berjarak sekitar 7 mil dari arah tenggara Madinah, sedangkan hilirnya bermuara di Ghabah. Dan di lembah inilah perkampungan dari Bani Nadhir yaitu golongan Yahudi berada.

  1. Lembar Mahzur

Lembah ini merupakan perkampungan dari Bani Quraizhah. Lembah ini datang dari arah timur Madinah. Kemudian bercabang banyak sekali , dan mendekat daerah awali, dan bertemu di Mudazineb, Qurban, kemudian mengalir lagi ke arah utara hingga berakhir pada hilirnya di Wadi Buthan kemudian Ghabah.

  1. Lembar Qonat

Lembah ini memiliki aliran air terbesar di Madinah. Dimulai dari dataran tinggi Thaif menelusuri sisi kanan dan kiri gunung-gunung hingga sampai di Wadi al-Aqool, dimana api hijaz membuat bendungan dan ketika banjir airnya membuat jalan di Wadi Qanat. Aliran airnya dari sebelah utara distrik timur hingga selatan Jabal Rumat di permulaan kuburan para Syuhada  yang turut serta dalam perang uhud, kemudian menelusuri hingga berakhir di muara sungai Ghabah dan bertemu dengan WA di al-Aqiq di Buthan. Lembah Qonat dinamakan juga sebagai lembah Syadhat. Di sebelah selatan Wadi Qanat ini adalah perkampungan Bani Haritsah dan Bani Asyhal.

  1. Lembah Al-Aqool

Banyak yang tidak mengetahui kisah dan peristiwa sejarah yang terjadi di Lembah Al-Aqool ini. Padahal di al-Aqool ini merupakan salah satu saksi mu’jizat Rasulullah Saw. Beliau pernah mengabarkan akan keluarnya Api Hijaz yang akan mengalir di lembah ini. Api ini telah muncul pada tahun 654 H, menelusuri lembah Qonat dan memercakkan bebatuan hingga bebatuan tersebut terkumpul dan membentuk dinding di jalan lembah, serta menjadi penyanggah untuk menahan air di belakangnya.

Al-Aqool adalah sebuah lembah seperti laut yang mempertemukan antara lembah dan sungai. Disebut seperti laut Karena memiliki kemiripan dengan laut saat airnya pasang.

Teknologi modern telah melakukan riset dan membuat kesimpulan yang menyatakan bahwa di bawah danau tersebut terdapat penampungan air terbesar di kota Madinah yang berada sekitar 6 km dari jalan lingkar bandara di ujung jalan Qusaim dan jalan Riyadh.

Selain memiliki nilai historis, keaslian dan kejernihan udaranya, menjadikan daya tarik tersendiri bagi tempat ini untuk menarik perhatian wisatawan lokal, sebagai wisata alam di Madinah. Dan biasanya parawisatawan berkunjung ke lembah ini setelah turun hujan, karena saat itulah aliran air lembah ini terlihat seolah-olah seperti laut.

Sumber: Encyclopedia of Islamic Civilization

48 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini