KULINER TIMUR TENGAH DI MADINAH

KULINER TIMUR TENGAH DI MADINAH

Berbicara kuliner, siapa yang tidak tergiur untuk menyimaknya. Tema ini memang tema yang menarik untuk dibahas dan disimak, selain dari pembahasan wisata. Apalagi bagi kita yang hendak mengunjungi daerah tertentu. Tentu, informasi wisata dan kulinernya menjadi hal yang paling dicari sebelum menuju ke daerah tersebut.

Kali ini kami akan membahas kuliner di kota madinah, yaitu kota yang penuh berkah. Siapa sih yang tidak ingin berkunjung ke kota ini. Pastinya, setiap Muslim ingin berkunjung kesana, tak hanya untuk melakukan serangkaian ibadah, namun juga untuk napak tilas peradaban Islam di masa Rasullullah Saw.

Berbicara kuliner, pastinya setiap pengunjung yang mengunjungi kota ini, tidak akan melewatkan kesempatan mencicipi kulinernya. Ada beberapa kuliner yang dapat kita jumpai di kotaini, tidak terkecuali makanan khasnya. Salah satu makanan  yang terkenal adalah Khubz. Khubz merupakan salah satu makananan pokok kota ini. Khubz adalah makanan sejenis roti dengan bentuk bulat pipih berwarna putih kecoklatan yang terbuat dari gandum.Jenis makanan ini sebenernya menjadi makanan pokok negara Semenanjung Arab lainnya seperti Palestine, Lebanon, Suriah, Jordaniah, dan Mesir, namun penamaannya berbeda. Di Mesir sendiri roti ini dikenal dengan nama Isy.Bentuk, bahan, dan cara pembuatannya pun hampir sama yaitu berbentuk lingkaran pipih dengan diameter berbeda-beda. Berwarna putih kecoklatan. Berbahan baku gandum. Dan cara membuatnya dengan dipanggang.

Khubz mempunyai kemiripan dengan naan dari Iran, paratha dari India serta roti pita di Turki. Hanya saja, pada roti pita di turki, biasanya dilipat dua dan diisi dengan daging cincang dan campuran sayur seperti sandwich dan kebab.

Kuliner kekhasan Timur Tengah lainnya, yang sulit ditandingi hidangan lainnya adalah nasi mandi atau Madhbi. Namanya memang unik. Mengingatkan kita kepada kegiatan membersihkan diri yaitu mandi. Tapi, hidangan ini sama sekali hubungannya loh dengan kamar mandi. Hehehe. Nasi mandi adalah sajian nasi kaya bumbu rempah dengan lauk daging kambing atau ayam yang dipanggang dengan open khusus. Makanan ini miirip dengan nasi kebuli yang kita kenal di Indonesia.Perbedaannya terdapat pada bumbu rempah yang digunakan. Pada nasi kebuli, bumbu rempah yang digunakan lebih banyak sehingga rasanya lebih kaya. Sementara pada nasi mandi, cenderung mengandung minyak gurih dari kaldu dari lemak daging atau ayam.

Beras yang digunakan pada nasi mandi dan kebuli, tidak seperti nasi yang biasa kita santap sebagai makanan pokok, nasi mandi menggunakan beras dengan bentuk agak panjang, namanya beras basmati. Beras jenis ini banyak dimasak untuk hidangan Timur Tengah dan India. Makanan ini juga kaya akan bumbu yang mewarnai rasa dan aromanya. Singkatnya, makanan ini sangat khas dengan kuliner Arab. Menu ini juga akan membawa kenangan tersendiri bagi yang pernah mencicipinya di tanah suci.

Ada hal unik yang perlu dilakukan pada saat memakan nasi mandi untuk melengkapi kenikmatannya, yaitu dimakan bersama-sama dalam satu nampan. Satu nampan biasanya bisa terdiri dari tiga atau enam orang, tergantung porsinya. Sama halnya dengan ketika kita makan nasi kebuli di pengajian-pengajian di indonesia. Mungkin bagi yang belum pernah, tradisi seperti ini terlihat aneh. Namun disana lah letak seninya. Selain mengandung unsur kebersamaan, terdapat keberkahan yang kita dapatkan.  Dengan suguhan acaar dan dua jenis sambal, yaitu sambal hijau dan sambal tomat, menambah kelezatan pada menu ini.

Makanan khas Timur Tengah lainnya yang bisa ditemui di kota madinah dan sangat kita kenal adalah kebab. Konon, asal nama kebab diambil dari bahasa Arab; kabab, mulanya kata ini berarti daging goreng. Kata kabab kemungkinan berasal dari bahasa Aram: kabbaba yang boleh jadi berasal dari bahasa Akkadia: kabbabu artinya “bakar; pangganga”.

Pada abad ke-14, kebab menjadi sinonim dengan tabahajah, hidangan berupa potongan daging goreng dalam bahasa Persia. Dalam buku-buku berbahasa Turki, istilah kebab sering dipakai untuk bola-bola daging yang dibuat dari daging ayam atau daging domba cincang. Istilah kebab, baru berarti hidangan daging panggang atau yang disebut dengan “shish kebab” sudah ada semenjak zaman Kesultanan Utsmaniah. Namun masih ada istilah lain yang lebih kuno untuk daging panggang, yatu shiwa’ dari bahasa Arab. Meski demikian, kebab masih dipakai dalam pengertian aslinya dalam berbagai hidangan seperti semur, misalnya tas kebab atau kebab dalam mangkuk yang berasal dari Turki. Dalam khazanah kuliner Mesir ada juga hidangan semur daging sapi dan bawang bombay yang disebut kebab halla.

Sebenernya masih banyak lagi kuliner khas Timur Tengah yang berada di Madinah. tapi insyallah akan kami lanjutkan pada postingan kami berikutnya.

Nah bagi yang penasaran sama cita rasa dari kuliner kuliner di atas. yuk bareng- bareng ke Madinah, dan bergabung dengan Rihaal tour.

29 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini