Kota Yang Bercahaya

Kota Yang Bercahaya

Sejarah dan Perkembangan kota Madinah telah dimulai jauh sebelum Nabi Muhammad Saw hijrah. Dulu kota ini bernama Yatsrib. Berdasarkan catatan sejarah, dinamakan demikian karena orang yang pertama kali membangun kota ini bernama Yatsrib. Ia merupakan generasi keenam dari  keturunan Nuh As yang memimpin sebuah kabilah bernama A’bil.

Namun, kini Yatsrib tidak lagi digunakan sebagai nama kota ini. Karena saat ini, nama kota ini dikenal dengan nama Madinah. Secara etimologi ,  kata Madinah merupakan kata benda yang menunjukkan tempat yang memiliki artinya tempat yang  ditempati dan dibangun  di atasnya. Sedangkan nama Yatsrib merupakan nama yang diberikan oleh orang-orang Jahiliyah.

Nama lain dari Madinah adalah Thayyibah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat Imam Ahmad; “ orang Jahiliyah Dulu menyebut Madinah dengan Yatsrib, kemudian Rasulullah Saw menyebutnya Thayyibah. “  Madinah juga dikenal dengan julukan kota Madinah Munawwarah, yang memiliki arti kota yang bersinar atau kota yang bercahaya . kenapa kota ini dikenal dengan nama Madinah Munawarah? Padahal nama kota ini sebenarnya adalah Yatsrib.

Nabi Muhammad Saw lebih menyukai nama yang indah, dan tidak menyukai nama yang buruk. Dan kata Yatsrib memiliki arti jelek,  yang diambil dari kata “Tatsrim” yang berarti ejekan atau celaan. Oleh karena itu, Rasulullah Saw mengganti nama Yatsrib menjadi nama lain yang lebih bagus. Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Saw sebagai berikut:

“ Mereka mengatakan Yatsrib, padahal namanya Madinah, (Madinah) itu membersihkan manusia seperti api yang membersihkan kotoran besi.” (HR. Muslim)

Adapun kata Yatsrib yang digunakan dalam Q.S Al-Ahzab: 13, maka itu hanyalah ungkapan orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya rusak, sebagai ganti dari menyebutkan kota Madinah. Perubahan nama ini dilakukan oleh Rasulullah Saw setelah beliau hijrah dari Makkah ke Madinah. Inilah langkah awal terbentuknya Daulah Islamiyah pertama di muka bumi. Peristiwa hijrah ini juga memberikan keterangan atas berdirinya Negara Islam Madinah yang dipimpin oleh Rasulullah Saw dengan sistem pemerintahan yang beliau bangun sesuai syarat-syarat sebagai sebuah Negara.

Madinah adalah sebuah kota di Hijaz, yang juga merupakan ibu kota dari Provinsi Madinah di Arab Saudi. Jarak antara kota Madinah ke kota Makkah kira-kira mencapai 425 km. Madinah terletak di tengah-tengah tanah yang subur. Di sebelah Barat laut terdapat pemandangan Bukit Sila’. Pada bagian selatan, terdapat Jabal ‘Eir dan Wadi’ “Aqiq.Adapun untuk bagian utara terdapat Jabal Uhud, Jabal Tsur, dan Wadi Qanaf.  Sedangkan di bagian timur terdapat satu kawasan Harrah atau kawasan tanah hitam (waqim Asyarqiyah) dan Harrah Wabrah Al Gharbiyyah terletak disebelah barat kota Madinah.

Tanah Haram Madinah memiliki panjang 16 km. Pengukuran ini dimulai dari jabal Tsur ke Masjid Nabawi kira-kira 8 km dan daari Jabal ‘Eir ke Masjid Nabawi berjarak 8 km pula.Jadi, jika ditotalkan panjang kota Madinah dari utara ke selatan diperkirakan 16 km.Pengukuran ini juga berdasarkan hadits Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

المدينة حرم ما بين عير إلي ثور………

Artinya: “ Tanah Haram MAdinahitu di antarabukit ‘Eirdan Bukit Thur….”

Adapun untuk pengukuran lebarnya sendiri dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari adalah di antara dua tanah hitam, yaitu Waqim Asy-Syarqiyyah dan Harrah al-Gharbiyyah.

Demikianlah sejarah singkat dari kota suci Madinah. Semoga tulisan ini dapat memberikan sedikit informasi bagi para pembacanya. amiin

#perjalanansejutamakna

Sumber: Encyclopedia of Islamic Civilization

157 total views, 10 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini