Kota Haram Yang Suci

Kota Haram Yang Suci

Sama halnya dengan Makkah yang memiliki beberapa nama, Madinah pun mempunyai nama yang menunjukkan bahwa kota ini memiliki derajat yang sangat tinggi. Berdasarkan pada catatan sejarah dan penelitian yang dilakukan oleh para sejarawan, nama kota Madinah mencapai seratus nama. Namun hanya ada enam nama yang terekam dalam ayat al-Quran dan hadits shahih, empat di antaranya adalah :

  1. Yatsrib

Merupakan nama kota pada zaman Jahiliyah yang saat ini dikenal dengan Madinah Munawwarah. Nama ini diganti oleh Rasulullah Saw dengan nama yang lebih baik. Dan menganjurkannya kepada kaum muslimin untuk tidak menggunakan nama ini lagi, setelah Islam datang.

  1. Al-Madinah

Ialah nama pengganti dari Yatsrib, yang dikenal setelah hijrahnya Rasulullah Saw. Penyebutan nama Madinah ini paling banyak dijumpai, baik di dalam nash Al-Qur’an Maupun Hadits-Hadits Nabi.

  1. Thobah dan Tahibah

Kedua nama ini juga disebutkan oleh Rasulllah Saw sebagai nama dari kota Madinah, karena sudah mulai banyak orang yang mengikuti jejak dan ajaran agama Allah SWT yang telah Rasulullah ajarkan kepada penduduk setempat.

  1. Ad-Dar dan Iman

Penyebutan untuk kedua nama ini dapat dijumpai pada ayat suci al-Quran dalam Surat al –Hasyr :9, yang berbunyi;

Artinya: “Dan orang – orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 9)

Selain dari nama-nama yang telah disebutkan di atas, terdapat nama-nama lain dari Madinah yang direkam dalam beberapa hadits yang dhaif. Nama-nama tersebut diambil dari sifat kota Madinah dan dari beberapa peristiwa yang pernah terjadi di kota Madinah. Di antara nama-nama tersebut adalah: Al-Mahbubah, Al-Qasimah, Darul Abrar, Darul Hijrah, Darus Salam, Darul Fath Al-Mukhtarab, Ash-Shalibah, Al-Munawwarah, Darul Mushtafa, Dzatul Harar, al-Marhumah, Al-Khaibar, Asy-Syafi’ah, al- Mubarakah, al-Mu’anabah, al-Marzuqah.

Madinah tidak hanya dikenal dengan beberapa namanya yang indah. Namun ia juga dikenal sebagai Tanah Haram, sebagaimana kota Makkah. Keduanya disebut juga tanah suci yang paling istimewa dari pada daerah-daerah lainnya. Kenapa demikian? Karena di tanah ini, adanya larangan untuk melakukan segala hal yang bertentangan dengan ajaran Islam. Di samping itu, kedua tanah haram ini merupakan tanah yang aman untuk ditempati oleh segala makhluk hidup.

Penamaan tanah haram dan tanah suci ini sebagaimana tertulis dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri, beliau berkata, “dari Rasulullah Saw, beliau bersabda:” Ibrahim telah mengharamkan kota Makkah. Maka ia pun menjadikan Makkah sebagai tanah haram. dan Aku Muhammad menjadikan Madinah sebagai tanah Haram, yaitu: wilayah yang berada di antara dua jalan sempit antara dua gunung, tidak boleh ada pertumpahan darah, tidak boleh membawa senjata untuk berperang, dan tidak boleh memukul pepohonan dengan keras (hingga berguguran daun-daunnya) kecuali untuk makan ternak.” (HR. Muslim)

Demikianlah keistimewahan dan keutamaan yang ditawarkan oleh kota ini. Beberapa peninggalan bersejarah yang memiliki unsur dasar nilai keimanan yang sangat besar terdapat di Madinah al-Munawwarah. Kemuliaan dan keutamaan Madinah telah menerangi pendengaran dan penglihatan seluruh umat manusia yang melihatnya.

Berikut beberapa hadits yang menjelaskan kemuliaan dan keistimewahan Madinah:

Dari Abdullah bin Ziad, Rasulullah Saw bersabda:

إن إبراهيم حرم مكة و دعا لها, و حرمت المدينة كما حرم إبراهيم عليه السلام لمكة . و في رواية (اللهم اجعل المدينة ضعفي ما جعلت بمكة من البراكة)

“Sesungguhnya Ibrahim Telah menjadikan kota Makkah sebagai Tanah Haram dan berdoa meminta keberkahan bagi kota Makkah. Dan aku Rasulullah Saw menjadikan Madinah tanah Haram, sebagaimana Ibrahim menjadikan Makkah tanah haram. Aku mendoakan barokah atas kota Madinah pada mudnya dan sha’nya  seperti doa Ibrahim bagi Makkah.” (HR. Bukhari)

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya Rasulullah Saw. Iman itu akan kembali ke Madinah sebagaimana ular kembali ke lubangnya” (HR. Al-Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah Saw bersabda, “ pada jalan-jalan masuk menuju Madinah terdapat para malaikat (yang menjaga) sehingga wabah penyakit dan dajjal tidak bias melaluinya.

Itulah di antara keistimewahan dari kota haram Madinah ini. Bahkan Rasulullah Saw akan menjadi saksi bagi siapa saja yang meninggal di kota ini. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

“Rasulullah Saw bersabda:

من استطاع منكم أن يموت بالمدينة فليفعل فإني أشهد لمن مات بها

Artinya: “ Barang siapa yang bisa meninggal di Madinah, maka lakukanlah, sesungguhnya aku akan bersaksi bagi orang yang mati di dalamnya.”

222 total views, 3 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini