Kisah Sumur Zamzam Dan Keistimewahannya

Kisah Sumur Zamzam Dan Keistimewahannya

Zam zam menurut bahasa arab bermakna al-Katsar wal Ijtima’, artinya banyak , melimpah ruah. Dinamai Zamzam, karena airnya sangat melimpah, tidak akan surut selamanya, air yang berkah.

Terdapat riwayat yang shahih tentang kisah awal mula air zamzam. Dari sebuah hadits yang diriwayatkan hadits Imam Bukhari, bermula dari kisah nabi Ibrahim menempatkan Siti Hajar dan Nabi Ismail di tanah yang kering kerontang . Dikisahkan sebagai berikut:

“wanita pertama yang menggunakan ikat pinggang adalah ibu Nabi Ismail. Dia mengenakannya untuk menghilangkan jejak dari Sarah, kemudian Ibrahim membawanya beserta anaknya Ismail yang saat itu ibunya masih menyusuinya. Hingga Ibrahim menempatkan keduanya di dekat Baitullah (Ka’bah) pada sebuah gubuk di atas Zamzam di ujung Masjidil Haram. waktu itu di Makkah tidak ada seorang pun yang tinggal di sana dan tidak ada pula air. Ibrahim menempatkan keduanya di sana dan meninggalkan semacam karung yang berisi kurma dan kantung/ geriba berisi air. Kemudian Ibrahim pergi untuk meninggalkan keduanya. Maka Ibu Ismail mengikutinya seraya berkata: “wahai Ibrahim, kamu mau pergi kemana? Apakah kamu (tega) meninggalkan kami di lembah yang tidak ada seorangpun manusia dan tidak ada sesuatu apapun ini”. Ibu Ismail terus saja mengulang-ngulang pertanyaannya berkali-kali hingga akhirnya Ibrahim tidak menoleh lagi kepadanya. Akhirnya Ibu Ismail bertanya:”apakah Allah yang memerintahkan kamu atas semuanya ini?” Ibrahim menjawab:”ya”. Ibu Ismail berkata: “kalau begitu, Allah tidak akan menelantarkan kami.

Kemudian Ibu Ismail kembali dan Ibrahim melanjutkan perjalanannya. Ketika sampai pada sebuah bukit dan orang-orang tidak melihatnya lagi, Ibrahim menghadap ke arah Ka’bah lalu berdoa untuk mereka dengan beberapa kalimat doa sambil mengangkat kedua tangannya, dan berkata:  ” Rabbi, (sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian dari keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman-tanaman di dekat rumah-Mu yang disucikan”)hingga sampai kepada (semoga mereka menjadi hamba-hamba yang bersyukur) (Q.S. Ibrahim : 37). Kemudian Ibu Ismail mulai menyusui anaknya (Ismail) dan minum dari air persediaan hingga ketika air yang ada pada geriba habis dia menjadi haus begitu juga anaknya. Lalu sia memandang kepada Ismail sang bayi yang sedang meronta ronta”, atau dia berkata dengan redaksi: “berguling-guling di atas tanah”. Kemudian Hajar pergi meninggalkan Ismail karena tidak tega melihat keadaannya. Maka dia mendatangi Bukit Shafaa, gunung yang paling dekat dengannya. Dia berdiri di sana lalu menghadap ke arah lembah dengan harapan dapat melihat orang-orang, namun dia tidak melihat seorang pun. Maka dia turun dari bukit Shafaa dan ketika sampai di lembah dia menyingsingkan ujung pakaiannya lalu berusaha keras layaknya seorang manusia yang berjuang keras. Hingga ketika dia dapat melewati lembah dan sampai di Bukit Marwah, lalu berdiri di sana sambil melihat-lihat apakah ada orang di sana namun dia tidak melihat ada seorang pun. Dia melakukan hal itu sebanyak tujuh kali (antara bukit Shafa dan Marwah). Ibnu Abbas ra. berkata: Nabi Saw. bersabda: “itulah Sa’i yang mesti dilakukan oleh manusia (yang berhaji ) antara kedua bukit itu.”

Ketika berada di puncak Marwah, dia mendengar ada suara, lalu dia berkata dalam hatinya “diamlah”, yang Hajar maksud adalah dirinya sendiri. Kemudian dia berusaha mendengarkannya, maka dia dapat mendengar suara itu lagi, lalu dia berkata: “engkau telah memperdengarkan suaramu jika engkau bermaksud meminta pertolongan”. Ternyata suara itu adalah suara malaikat (Jibril) yang berada di dekat Zamzam, lantas Jibril mengais air dengan tumitnya atau dengan sayapnya hingga air keluar memancar. Ibu Ismail mulai membuat tampungan air dengan tangannya, menciduk air dan memasukkannya ke geriba. Sedangkan air terus saja memancaar dengan deras setelah diciduk.”

“Ibu Ismail Hajar  terus melewati hidup seperti itu hingga kemudian lewat serombongan orang dari suku Jurhum atau keluarga Jurhum yang datang dari jalur Bukit Kadaa’ lalu singgah di hilir Makkah. Kemudian mereka melihat ada seekor burung sedang terbang berputar-putar. Mereka berseru; “burung ini berputar pasti karena mengelilingi air, padahal kita mengetahui secara pasti di lembah ini tidak ada air. Akhirnya mereka mengutus satu atau dua orang yang larinya cepat dan ternyata mereka menemukan ada air. Mereka kembali dan mengabarkan keberadaan air lalu mereka semua mendatangi air. Salah satu dari mereka berkata (saat itu Ibu Ismail sedang berada di dekat air),”apakah kamu mengizinkan kami untuk singgah bergabung denganmu di sini?”. Ibu Ismail berkata: “ ya boleh, tapi kalian tidak berhak memiliki air”. Mereka berkata: “baiklah”. Ibnu Abbas ra. berkata: Nabi bersabda: “Ibu Ismail menjadi senang atas peristiwa ini karena ada orang-orang yang tinggal di sana bersamanya”. Akhirnya mereka pun tinggal di sana dan mengirim utusan kepada keluarga mereka untuk mengajak mereka tinggal bersama-sama di sana”. Ketika para keluarga dari mereka sudah tinggal bersama Hajar dan Ismail sudah beranjak belia, dia belajar berbahasa Arab dari mereka, bahkan menjadi manusia paling berharga dan paling ajaib di kalangan mereka.

Letak sumur zamzam sekitar 21 meter dari Ka’bah. Sumur ini dapat memompa air antara 11 sampai 18.5 liter air per detik, dan mencapai 660 sampai 1110 liter per menit, serta 39.600 sampai 66.600 liter per jam. Subhanallah. Adapun kedalaman sumur Zamzam dari bibir sumur adalah 30 meter, dan kedalaman air dari bibir sumur adalah 4 meter, kedalaman mata airnya 30 meter, dari mata air sampai dasar sumur adalah 17 meter, adapun diameter sumur tersebut adalah 1.46-2.66 meter.

Sebagaimana diriwayatkan pada sebuah hadits, dinyatakan bahwa:

“ Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zamzam. Air tersebut bisa menjadi  makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit.” (HR. At Thabrani)

Lebih lanjut, terkait keistimewahan dari air Zamzam adalah sebagai berikut:

  1. Air Zamzam: Mata Air Surga

“karena sesungguhnya air zamzam adalah salah satu mata air surga” (HR. Ibnu Abi Syaibah)

  1. Sebaik-baiknya air di Bumi

“ Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zamzam. Air tersebut bisa menjadi  makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit.” (HR. At Thabrani)

  1. Sebagai pencuci Rasulullah Saw. saat pembelahan dada sebelum kenabian

“ ketika masih di Makkah, Jibril datang dan membuka dada, lalu ia mencucinya dengan air zamzam. Kemudian ia membawa sebuah baskom emas penuh hikmat dan iman, menuangkannya ke dalam dadaku., dan menutupnya lagi. Lalu ia mengambil tangan saya dan naik dengan saya ke surga pertama.”(HR.Bukhari)

  1. Sebagai obat penghilang dahaga

“Rasulullah Saw. pernah membawa air Zamzam dalam botol atau tempat air. Ada orang yang tertimpa sakit, kemudian beliau menyembuhkannya dengan Air Zamzam.” (HR. Baihaqi)

  1. Dapat mengenyangkan perut

“ kami menyebut air Zamzam dan syuba’ah (yang mengenyangkan). Dan kami juga mendapatkan, air zamzam adalah sebaik-baikpertolongan (kebutuhan atas kemiskinan). (HR. At Thabrani)

  1. Sebagai Air Minum dan berwudhu

“Rasulullah Saw meminta untuk didatangkan segantang air Zamzam, kemudian beliau meminumnya dan berwudhu dengannya.” (HR. Ahmad)

  1. Sebagai kompres kepala

“Adalah Rasulullah Saw. membawa air Zamzam di dalam kantong-kantong air (yang terbuat dari kulit). Beliau menuangkan dan membasuhkannya kepada orang yang sedang sakit. “ (HR. Baihaqi)

  1. Sebagai bekal perjalanan

“ Dari Aisyah, ia membawa air Zamzam. Ia mengabarkan, “sesungguhnya dahulu Rasulullah membawanya (sebagai bekal).”

Demikianlah, kisah singkat sumur Zamzam dan keistimewahannya yang diambil dari riwayat-riwayat yang insyallah shahih sumbernya.

Rihaal Umroh

www.sekolahumroh.com

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Chat di WhatsApp