Kiat Anak Hafal Al-Quran Di Usia Belia , Yang Bisa Sahabat Coba

Kiat Anak Hafal Al-Quran Di Usia Belia , Yang Bisa Sahabat Coba

Anak Sebagai Perhiasan Dunia

Sungguh Allah telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan dunia. Tak hanya harta, tahta dan wanita. Termasuk di dalamnya adalah anak-anak kita. Berikut ayatnya:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ

Artinya: “Dijadikan indah pada pandangan (manusia) kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga)”. (Q.S. Ali Imran:14).

Kenapa anak dianggap sebagai perhiasan dunia?.

Kalau kita bisa menghasilkan banyak harta, sahabat bangga? Bangga nggak sih kalau kita juga mendapatkan posisi yang kita inginkan, apalagi keinginan itu sudah ada sejak lama? Bangga nggak sih, kalau sahabat punya istri seperti apa yang sahabat idam-idamkan?. Tentu, sahabat bangga. Demikianlah kebanggaan sahabat terhadap anak yang dulu kita impikan saat kita masih melajang. Kebanggaan inilah lambang dari perhiasan keduniaan. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam Firman Allah surat al –Hadid: 20

عْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبُُ وَلَهْوُُ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرُُ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرُُ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ

Artinya: “Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah diantara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak”. (Q.S. Al Hadid:20).

Jika kita sudah tahu bahwa anak adalah perhiasan. Lantas, apa yang harus kita lakukan?.

Jawabannya adalah jagalah mereka dengan sebaik-baiknya. Di antaranya: kenalkan mereka kepada Pemiliknya, Allah Ta’ala,  bekali mereka pendidikan setinggi-tingginya, antar dan dampingilah mereka hingga mereka sampai pada titik penyejuk pandangan mata, pada titik dimana mereka telah meraih budi pekerti dan akhlak mulia, hingga mereka menjadi insan yang berjiwa ksatria, yang bermanfaat bagi Nusa, Bangsa, Dunia dan Agama.

Dan yang terakhir, bawalah mereka menuju surgaNya, dan jauhi mereka dari panasnya api neraka. Karena, yang demikian merupakan kewajiban bagi setiap orang tua. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. (Q.S. At Tahrim:6).

Anak Titipan dan Amanah Allah Ta’ala

Anak bukan hanya sebagai anugerah, fitnah atau pun perhiasan dunia semata. Tapi, anak juga merupakan titipan dan amanah Allah yang harus kita jaga keutuhan fitrahnya.

Maka sudah seharusnya bagi kita para penyandang gelar “orang tua” untuk terus menjaga, membimbing, mendampingi dan memberi cinta kasih kita kepada anak-anak kita. Dengan apa? Selain dengan apa yang telah disebutkan di atas (memperkenalkan Allah), kenalkanlah juga pada mereka ayat suciNya. Sebagai petunjuk dan bekal setelah sepeninggalan kita (sebagai orang tuanya). Ini pulalah yang dicontohkan kepada para pendahulu kita untuk mendidik anak-anaknya.

Beberapa Tips untuk memperkenalkan dan memperkenalkan anak kita kepada Al-Quran adalah sebagai berikut:

Hal apa sajakah yang bisa dilakukan orang tua :

Jadikanlah al-Quran sebagai kurikulum pertama di rumah kita

  • Ajaklah seluruh anggota keluarga untuk membaca dan mempelajari Al-Quran bersama

Dengan bersama-sama, ini akan mengurangi tingkat kejenuhan anak untuk mengenal dan belajar al-Quran. Setidaknya, jika ini dilakukan bersama keluarga dan orang tua, ini akan lebih terlihat menyenangkan bagi anak kita.

  • Jadikan Al-Quran sebagai media interaksi bagi setiap anggota keluarga

Disini peran orang tua sangatlah penting. Kenapa? Karena penerapan ini harus di mulai oleh role modelnya (orang tua) si anak. Misalkan ketika anak ingin pergi, kemanapun itu. Tanamkan kepada anak bekal terbaik adalah Allah dan Taqwa. Orang tua bisa menyebutkan ayat al-Quran tentang bekal terbaik tersebut sebagai medianya. Libatkanlah al-Quran dalam setiap kehidupan sehari-hari anak kita. (Baca juga: Bekal Terbaik Saat Bepergian)


…..وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُوْلِي اْلأَلْبَا

Artinya: “…..Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal”. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 197).

  • Berilah apresiasi sebagai wujud penghargaan terhadap prestasi anak.

Apresiasi ini yang nantinya akan menjadi penyemangat anak, untuk lebih giat. Pemberian hadiah atau semisalnya juga menjadi sarana pembelajaran anak. Bahwa untuk meraih sesuatu perlu effort/ usaha yang dilakukan terlebih dahulu.

Namun,tentunya apresiasi yang diberikan adalah apresiasi dalam wujud pemberian bersifat ukhrawi, bukan duniawi. Misalkan : Jika anak telah hafal 1 juz maka berikan perlengkapan ibadah baru yang mereka inginkan. Atau jika mereka telah mampu menghafal 10 juz, mereka akan diajak pergi umroh bersama orang tua. Atau bisa juga di ajak jalan-jalan ke negara yang penuh dengan bersejarah Islamnya.  (Baca juga: Merancang Umroh Sendiri & Umroh plus Turki)

  • Berilah perhatian terhadap guru al-Quran anak-anak kita.

Guru merupakan faktor terpenting dalam dunia pendidikan anak kita. Maka, berikanlah guru terbaik bagi anak-anak kita. Dan carilah guru terbaik teruntuk anak tercinta. Sesudahnya, jangan lupakan untuk memberi apresiasi terbaik pula pada guru yang telah mendampingi, membimbing, dan mengajarkan  anak-anak kita.

Kiat anak hafal al-Quran dalam praktik keseharian:

Selain dari point yang disebutkan di atas, ada beberapa point lagi loh, kiat-kiat yang bisa kita praktikan di dalam kehidupan sehari-hari, agar anak lebih dekat dengan al-Quran dan anak juga mudah dalam menghafalkannya. Beberapa di antaranya:

  • Pastikan anak bisa lancar membaca al Quran sebelum menguasai yang lainnya.
  • Membiasakan mendengarkan al Quran dimana saja (rumah, mobil, dll), sehingga anak mendengarkan al quran sebagai kegiatan rutinan. Dan nantinya anak mengenal suara qori (dari para imam besar) yang ia dengarkan.
  • Punya forum khusus bersama al Quran di lingkungan keluarga dan sekitar.Kegiatan ini bisa dilakukan sehabis shubuh atau maghrib atau mungkin di waktu senggang lainnya.

Demikian kiat singkat agar anak bisa menghafal al-Quran di usia belia. Semoga anak kita semua dapat menjadi permata dunia, yang setiap amal baik(sholih/sholehah)nya terus mengalir untuk kedua orang tuanya. Amiin.

359 total views, 5 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini