KHAWARIZMI : SANG MATEMATIKAWAN PENEMU AL JABAR DAN ALGORITMA

KHAWARIZMI : SANG MATEMATIKAWAN PENEMU AL JABAR DAN ALGORITMA

Khawarizmi – Di era teknologi saat ini, gadget merupakan benda wajib yang harus dimiliki bagi setiap insan. Jika dulu telpon genggam melambang status sosial, tapi kini ia sudah menjelma sebagai sebuah kebutuhan. Gadget yang ada sekarang sudah tak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi. Melainkan sudah bertambah fungsi sebagai pusat pencarian informasi.

Yup sedemikian cepatnya perkembangan ini telah terjadi. Namun taukah sahabat? Jika semua itu sulit terjadi tanpa adanya ilmu Matematika dan Algoritma ini. Karena Matematika dan Algoritma merupakan salah satu komponen terpenting dalam dunia teknologi dan komputasi. Namun, tahukah sahabat, siapa bapak Matematika dan Algoritma ini? Ya… Dia adalah Khawarizmi.

Namanya Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi. Ia lahir tahun 194 H/780 M di Khwarizm (saat ini bernama Khiva, Uzbekistan) yang berada di Provinsi Khurasan (Xorazm, yang merupakan salah satu provinsi di Uzbekistan) pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah.

Di saat usianya yang masih belia, kedua orang tua Khawarismi memutuskan untuk pindah dari Uzbekistan menuju sebuah tempat di selatan kota Baghdad (sekarang disebut Irak). Kecerdasan dan kepandaian yang dimiliki, tak hanya mengantarkan khawarizmi kepada ketenaran. Melainkan juga mengantarkan kepada  sebuah karya besar yang hingga kini digunakan bahkan karya inilah yang menjadi akar dari kemajuan yang ada sekarang. Itulah konsep algoritma dalam ilmu matematika. Nama Algortima/ algorism merupakan nama serapan dari nama al-Khawarizmi.

Kepandaian dan kecerdasannya, juga telah mengantarkan Khawarizmi masuk ke dalam lingkungan Dar al Hukama, sebuah lembaga penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang didirikan oleh seorang khalifah Abbasiyah, Ma’mun ar Rasyid di Bagdad. Ia juga bekerja pada sebuah lembaga observatory dalam bidang Matematika dan Astronomi.

Selain, dikenal sebagai bapak Algoritma dan bapak Matematika, Khawarizmi juga dikenal sebagai seorang ahli yang menekuni bidang Astronomi, Astrologi dan Geografi.

Jika di bidang Matematika, ia berhasil menemukan al jabar dan algoritma, di bidang astronomi ia dan tim yang dipimpinnya menghasilkan penentuan ukuran dan bentuk bundran bumi. Sedangkan di bidang Geografi ia bersama tujuh puluh geogrefer dunia berhasil membuat peta dunia pertama pada tahun 830 Masehi.

Demikianlah hidupnya ia abdikan pada ilmu di dunia ini. Karena baginya, tiada yang abadi, melainkan karya yang bermanfaat, yang ia hasilkan dari diri sendiri.

14 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini