KENAPA AKU?

“Kenapa aku?” adalah kata yang sering muncul ketika kita mengalami kejadian yang tidak kita harapkan atau yang tidak kita inginkan. Padahal kita seringkali mengaku telah mengimani keenam rukun iman.Namun, tak jarang kita luput dari mengimaninya (rukun iman yang ke-enam). Ya… iman kepada qadha’ dan qadar, yaitu dengan meyakini apa yang telah ditetapkan dan yakin atas apa yang telah menjadi ketentuan.

Ketika terjadi hal yang tidak kita inginkan selalu ada “tanya” atas apa yang telah menjadi ketentuan. Selalu ada kata “kenapa” dan  “kenapa aku” atas apa yang terjadi. Seakan kita lebih mengetahui hal terbaik dari apa yang kita butuhkan. Padahal kita tahu, kita hanyalah hamba yang penuh dengan segala keterbatasan. Dan Allah lah sebaik-baiknya yang menentukan. Sebagaimana yang difirmankan dalam Q.S. al-Mursalaat(77): 23.

فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ

Artinya: “ lalu kami tentukan, dan kamilah sebaik-baiknya yang menentukan” (Q.S. al-Mursalaat(77): 23)

 

Ya rob, Jadikanlah kami hambaMu yang mengimani segala ketetapanmu dan ketentuanmu. Amiin

112 total views, 2 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini