KEMEGAHAN MASJID RAYA SULAIMAN, ISTANBUL, TURKI

KEMEGAHAN MASJID RAYA SULAIMAN,  ISTANBUL, TURKI

Masjid Raya Sulaiman atau dalam bahasa Turki Raya Sulaimaniah Camii adalah masjid terbesar kedua di Istanbul. Masjid ini terletak di sebuah dataran tinggi di belakang Universitas Istanbul yang merupakan peninggalan abadi Islam di Turki. Lokasi yang tinggi membuat masjid ini menjadi salah satu pemandangan yang paling terkenal, dan menjadi salah satu tujuan wisata paling terkenal di Istanbul.

Masjid Raya Sulaiman merupakan salah satu bangunan peninggalan kekaisaran Turki Utsmani, yang dibangun pada masa pemerintahanSultan Sulaiman al-Qanuni (Suleyman The Magnificent). Atas perintahnya, ditunjuklah Mimar Sinan sebagai Arsitek dari masjid ini. Mimar Sinar merupakan arsitektur terkemuka di Turki. Dan salah satu karya terbesarnya adalah Masjid Raya Sulaiman. Pembangunan Masjid Raya Sulaiman memakan waktu hampir delapan tahun. Pekerjaan konstruksinya dimulai pada 1550 dan baru selesai pada 1558.

Masjid yang kini menjadi salah satu objek wisata dunia ini menampilkan pertautan simbolis antara kemegahan masjid sebagai lambang seorang sultan yang memiliki kekuasaan besar dan keagungan masjid sebagai sarana keagamaan. Kesan tersebut terlihat dari bangunan menara yang dibuat langsing dan tinggi, seolah-olah muncul dari lengkungan kubah dan melesat tinggi.

Dari segi arsitekturnya, bangunan Masjid Raya Sulaiman menunjukkan perpaduan antara unsur-unsur arsitektur Islam dan Bizantium. Melihat bentuk dari menara yang langsing dan tinggi menjulang, kubah yang megah dan besar, serta bentuk setengah kubah mirip dengan arsitektur Hagia Sophia, peninggalan Bizantium. Referensi lain yang digunakan oleh Sultan Sulaiman untuk membangun Masjid Raya Sulaiman ini sengaja membangun masjid ini dengan megah karena terdorong untuk melampaui Hagia Sophia yang dibangun di masa kekuasaan Kaisar Konstantin.

Hampir di setiap dinding pada bangunan ini dilapisi marmer. Dan marmer yang digunakan untuk membangun masjid ini berasal dari kawasan Marmarah, Semenanjung Arab, dan Yaman. Pada keempat menara Masjid Sulaiman ini dilapisi oleh Marmer yang bernilai seni tinggi dan mahal. Selain keindahannya pada marmer yang digunakan. Masjid ini juga diperindah dengan hiasan kaligrafi yang merupakan hasil karya Ahmad Qurah dan Hasan Syalabi, dua kaligrafer terkenal pada masa Turki Utsmani.

Pada kubah utama Masjid Raya Sulaiman memiliki tinggi 53 meter dan berdiameter 27,5 meter. Saat pertama kali dibangun tinggi kubah masjid ini adalah yang tertinggi kedua setelah Hagia Sophia yang menjadi bangunan dengan kubah tertinggi dibandingkan dengan masjid-masjid lain di wilayah Turki Utsmani pada saat itu.

Sebagaiamana masjid-masjid lain di Istanbul, sejak awal berdirinya Masjid Raya Sulaiman juga dirancang sebagai kompleks yang terdiri dari bangunan-bangunan keagamaan dan kegiatan sosial. Seperti pada kompleks Masjid al-Fatih. Pada bagian belakang masjid terdapat beberapa makam keluarga kerejaan, di antaranya makam Sultan Sulaiman I, Roxelana (istrinya), Mihrimah (putrinya), Dilasub Saliha (ibunya), dan Aisye (ibunya). Selain itu juga terdapat makam Sultan Sulaiman II, Ahmad II, dan Safiye (putri Sultan Mustafa I). Dan di luar tembok masjid, di sebelah utara, yaitu Mimar Sinan.

Sepanjang sejarah, upaya perenovasian dan perbaikan pada bangunan masjid ini, telah dilakukan beberapa kali. Perbaikan pertama dilakukan pada tahun 1660 oleh sultan Muhammad IV, kerusakan terjadi akibat sebagian besar masjid ini dilahap api. Pada tahun 1766, Masjid Raya Sulaiman kembali mengalami kerusakan yang cukup parah akibat guncangan dahsyat yang menimpa Istanbul. Dan kerusakan terparah adalah runtuhnya kubah asli yang berwarna biru. Sehingga masjid ini melakukan perenovasian total bangunan, dan mengubah warna kubah menjadi dominan warna merah.

Renovasi dalam skala besar juga pernah dilakukan pada tahun 1847- 1849 dan di akhir tahun 1950an. Adapun renovasi terbaru dilakukan pada tahun 2007. Namun pada dasarnya penyebutan renovasi kurang tepat. Yang lebih tepat adalah melakukan restorasi. Karena tujuan utamanya bukan memperbaiki semata, melainkan juga mengembalikan kondisi masjid seperti kondisi semula. Restorasi ini selasai pada akhir 2010, yang ditandai dengan penggunaan masjid kebanggan rakyat Turki ini sebagai tempat pelaksanaan Shalat Idul Adha.

Demikian jelajah singkat mengenai Masjid Raya Sulaiman ini, bagi teman-teman yang masih penasaran dengan kemegahan masjid ini, yuk gabung bersama kami di Rihaal Tour. Insyallah April 2017 kami buka Trip Umroh Plus Turki.

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Chat di WhatsApp