Jika Jasad Menghilang, Maka Jasa Akan Tetap Dikenang

Jika Jasad Menghilang, Maka Jasa Akan Tetap Dikenang

Pict: Al Bukhary Memorial Complex

Diceritakan oleh Tim Ekspedisi Fastron Indonesia waktu singgah di Kota Samarkand, Uzbekistan sekitar tahun 2011. Ini berkisah tentang penemuan makam Imam Hadist Besar Kenamaan. Yaitu Imam Bukhari.

Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari atau dikenal sebagai Imam Bukhari – Dialah cendekiawan Muslim, yang mengkoleksi dan menulis banyak hadis yang ia kumpulkan dalam sebuah karya besar, kitab hadits fenomenal yaitu Jami’ as Shahih atau dikenal sebagai Sahih al-Bukhari, yang menjadi salah satu koleksi hadis yang paling otentik (Sahih) dan juga menjadi rujukan bagi Umat Muslim Dunia dalam pencarian hadits Shahih. Ini lah jasa besar yang ia torehkan untuk Agamanya. Jasa ini pulalah yang membawa ia pada gelar Amirul Mu’minin Fi al Hadits.

Kisah ini dimulai saat Tim Ekspedisi Fastron Indonesia mengunjungi kota Samarkand, Uzbekistan. Di kota ini memang tidak ada nuansa khas Indonesia atau memiliki nama jalan dan tempat yang bercitra Indonesia, tapi bukan berarti Indonesia tidak dikenal disini. Justru di sini nama “Indonesia” begitu dikenal dan dihormati.

Saat itu, Tim Ekspedisi Fastron Indonesia berniat untuk mengunjungi sebuah Masjid yang di dalamnya terdapat makam Imam Besar Bukhari. Namun ketika mereka datang, waktu telah menunjukkan pukul setengah delapan malam waktu setempat, dan suasana Masjid pun telah sunyi dan gelap. Tapi siapa sangka, kehadiran mereka justru disambut oleh pengurus masjid tersebut dan mempersilahkan mereka masuk. Lampu-lampu Masjid dinyalakan kembali dan suasana Masjidpun tidak lagi Sunyi.

Berjalan menyisiri sudut Masjid ini, Tim Ekspedisi begitu terpukau dengan kemegahan  interior yang disajikannya. Meski kemegahan dan keindahan interior bangunan Masjid menghipnotis mereka, Tak lantas membuat mereka lupa, lupa akan sebuah tanya dalam hati  dan pikiran mereka.

“mengapa pengurus Masjid itu begitu berkenan mempersilahkan orang-orang Indonesia ini  masuk Masjid untuk berziarah”

Padahal waktu telah gelap, dan lampu-lampu Masjid telah dipadamkan.

Belum sempat mendapat jawaban dari pertanyaan yang terlintas dibenak mereka… Tim Ekspedisi Indonesia dipersilahkan oleh pengurus Masjid menuju ruang bawah tanah untuk menziarahi makam Imam Bukhari Rahimahullah. Ziarah pun berlangsung.

Seusai berziarah, mereka berbincang dengan pengurus Masjid tersebut, dan menanyakan hal yang tadi menjadi pertanyaan mereka.

Mendengar jawaban dan penjabaran  pengurus Masjid, Tim Ekspedisi Indonesia ini sangat terkejut. Ternyata, pengurus Masjid dan kebanyakan umat Muslim di Uzbekistan sangat hormat kepada orang-orang Indonesia. Bahkan dalam  kisah lain, seorang teman menceritakan betapa ramah orang-orang Muslim di Uzbekistan pada orang-orang Indonesia. Makam Imam Bukhori selalu ditutup untuk umum, namun bila ada orang Indonesia datang untuk berziarah, dengan senang hati mereka akan mempersilahkannya untuk masuk ke ruangan tempat makam Imam Bukhari berada. Dan ini ada sebab historisnya.

Bagaimana ceritanya?

  • ••

Masjid ini dibangun adalah atas saran dan permintaan Presiden Soekarno kepada Nikita Khrushchev, penguasa tertinggi Uni Soviet kala itu, yakni tahun 1961. Dan memang saat itu Uzbekistan masih masuk dalam wilayah negara Uni Soviet (sekarang bernama Republik Uzbekistan, memisahkan diri dari Uni Sovyet usai era perang dingin).

Bukan hanya saran pembangunan Masjid ini yang membuat masyarakat Muslim Uzbekistan begitu hormat pada orang-orang Indonesia, melainkan juga bahwa Presiden Bung Karno-lah yang telah menyelamatkan keberadaan makam Imam Besar  Bukhari.

Pada tahun 1961 pemimpin partai Komunis Uni Soviet sekaligus penguasa tertinggi Uni Soviet, yakni Nikita Sergeyevich Khrushchev mengundang Bung Karno untuk datang ke Moskow. Sepertinya Khrushchev ingin menunjukkan pada Amerika bahwa Indonesia berdiri di belakang Uni Soviet. Karena bukan orang lugu yang tak tahu apa-apa, Bung Karno tidak mau begitu saja datang ke Moskow. Bung Karno tahu kalau Indonesia terjebak,dan yang paling rugi dan menderita adalah rakyat Indonesia. Bung Karno tidak mau membawa Indonesia pada situasi yang tidak menguntungkan. Bung Karno juga tidak mau Indonesia dipermainkan negara manapun.

Kemudian Bung Karno mengajukan syarat untuk memenuhi undangan Khrushchev. Kira-kira Bung Karno berkata seperti ini; “Saya mau datang ke Moskow dengan satu syarat mutlak yang harus dipenuhi, tidak boleh tidak.” Kemudian Khrushchev balik bertanya, “ Apa syarat yang Paduka Presiden ajukan?” Bung Karno menjawab, “ Temukan makam Imam Bukhari, saya sangat ingin menziarahinya.”

Jelas saja Khrushchev terheran-heran. Siapa pula itu Imam Bukhari.  Tanpa buang waktu, Khrushchev segera memerintahkan pasukan elitnya untuk menemukan makam yang dimaksud. Entah berapa lama waktunya yang diperlukan anak buah Khrushchev untuk menemukan makam tersebut, yang pasti hasilnya nihil.

Khrushchev kembali menghubungi Bung Karno, “Maaf Paduka Presiden, kami tidak menemukan makam orang yang Paduka cari. Apa Anda berkenan mengganti syarat Anda?” Bung Karno tersenyum sinis. “Kalau tidak ditemukan ya sudah. Saya urungkan niat untuk ke negara Anda.”
Kalimat singkat Bung Karno ini membuat kuping Khrushchev panas memerah dan membuat Khrushchev kecewa. Khrushchev kembali memerintahkan orang-orang nomor satunya untuk memecahkan masalah ini. Akhirnya, setelah melalui penelurusan yang teliti, serta mengumpulkan informasi dari orang -orang tua Muslim di sekitar Samarkand, makam Imam Besar kelahiran kota Bukhara tahun 810 Masehi itu ditemukan. Imam Bukhari yang memiliki jasa yang begitu besar bagi agama dan umat Islam itu dimakamkan di Samarkand pada tahun 870 Masehi.

Saat ditemukan, makamnya dalam kondisi rusak tak terawat berada di tengah ladang kapas yang jauh dari jangkauan masyarakat. Kabar inipun sampai ke telinga Bung Karno. Dan betapa kagetnya Sukarno ketika mendapatkan berita bahwa makam itu dalam kondisi yang tidak layak. Soekarno meminta pemerintah Uni Soviet agar segera memperbaikinya. Ia bahkan sempat menawarkan agar makam dipindahkan ke Indonesia apabila Uni Soviet tidak mampu merawat dan menjaga makam tersebut. Emas seberat makam Imam Bukhari akan diberikan sebagai gantinya.

Tanpa berlama-lama, atas permintaan dari Soekarno Khrushchev pun meminta agar makam itu dibersihkan dan dipugar sebaik mungkin. Selesai renovasi Khrushchev kembali menghubungi Bung Karno. Intinya misi pencarian makam Imam Bukhari telah berhasil. Sambil tersenyum Bung Karno mengatakan, “Baik, saya akan datang ke negara Anda.”

Akhirnya setelah sebulan sejak penemuan dan pembangunan makam tersebut, Sukarno bersedia berkunjung ke Soviet. Seusai konverensi pertemuan dengan Khrushchev dan jajarannya di Moscow, dengan naik kereta api, Soekarno tiba di kota Samarkand pada tanggal 12 Juni 1961. ribuan orang menyambut kehadirannya. Di sepanjang jalan penduduk menyambutnya dengan meneriakkan nama Indonesia dan Sukarno sambil mengibarkan bendera merah putih. Sehari sebelumnya puluhan ribu orang juga menyambut  kehadiran Pemimpin Besar Revolusi Indonesia ini di kota Tashkent, ibukota Uzbekistan. Indonesia adalah satu-satunya Negara yang hingga kini sangat dihormati oleh penduduk Uzbekistan dan Samarkand khususnya.

Beliau sampai di Samarkhand  pada malam hari dan langsung mengujungi makam Imam Bukhari untuk membaca AL-Qura’an. Dan siapa menyangka, Bung Karno membaca Alquran semalam penuh hingga pagi hari.

Bangsa Indonesia sangat berjasa bagi keberlangsungan makam Imam Bukhari. Oleh karenanya, terkhusus bagi masyarakat Indonesia yang berkunjung ke makam Bukhari pintu akan selalu terbuka.

Dari kisah ini kita dapat belajar untuk selalu menebar kebaikan dan untuk selalu berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitar. Karena dengan itu, Allah menjamin kelipatgandaan (lihat Surat An-Nisa: 40). Kebaikan yang diterima mungkin tidak hanya untuk orang yang melakukannya. Melainkan juga untuk orang-orang yang dikasihi di sekitarnya.

209 total views, 2 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini