Menelusuri Jejak Rasul dan Para Sahabat di Sab’u Masajid (Tujuh Masjid)

Menelusuri Jejak Rasul dan Para Sahabat di Sab’u Masajid (Tujuh Masjid)
photo by google

Jika berada di kota Madinah tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi salah satu bangunan bersejarah yang berada di sekitar kawasan Masjid Al Fath. Masjid Tujuh atau Sab’u Masajid ini tepatnya berlokasi di sekitar kawasan pinggir Sila’. Pada dasarnya masjid ini merupakan gabungan dari masjid-masjid kecil yang berjumlah enam masjid.

Dikisahkan, ketika terjadi perang Khandaq pada bulan Syawal tahun ke-5 Hijriyah, Rasulullah saw beserta sahabat pernah bermalam di tujuh masjid ini. Karena pada zaman nabi, ketujuh masjid ini difungsikan sebagai pos-pos penjagaan. Selain itu, ketujuh masjid ini juga dibangun sebagai bentuk pengormatan terhadap jasa para sahabat yang telah berjuang melawan kaum kafir Quraisy. Nama para sahabat tersebut, kemudian dijadikan nama masjid sesuai dengan lokasi masjid yang mereka jadikan tempat pertahanan.

Adapun ketujuh masjid tersebut yaitu:

  1. Masjid Al-Fath

Masjid ini berada di bagian barat laut berdekatan dengan bukit Sila’ dan menghadap ke lembah Buthan. Lembah Buthan merupakan daerah sebelah barat Khandaq yang pada saat itu dikenal dengan parit dimasa perang Ahzab/Khandaq. Masjid Al-Fath itu sendiri dibangun pada masa pemerintahan Khalifah ‘Umar bin Abdul Aziz rahimahullah.

  1. Masjid Salman Al-Farisi

Nama masjid ini diambil dari nama salah seorang sahabat Nabi Muhammad, Salman Al Farisi yang pada saat itu, menjadi salah seorang sahabat yang menggagas pembuatan parit dalam perang Khandaq. Masjid ini berlokasi disekitar 20 meter sebelah selatan Masjid Al-Fath. Diresmikan pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan dilakukan perenovasian ulang pada tahun 575 Hijriyah.

  1. Masjid Abu Bakar As-Siddiq

Sekitar 15 meter disebelah tenggara Masjid Salman Al-Farisi, terdapat Masjid Abu Bakar Ad-Siddiq. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz yang kemudian direnovasi ulang oleh Sultan Mahmud II pada tahun 1254 H. Pada zaman dahulu, Rasulullah dan sahabatnya Abu Bakar Ad-Siddiq melaksanakan Shalat Hari Raya di beberapa tempat disekitar kawasan ini. Kemudian, beliau meminta agar tempat tersebut dijadikan tempat untuk melaksanakan Shalat Hari Raya dan shalat Istisqa’ (shalat meminta hujan).

  1. Masjid Umar bin Al-Khattab

Berlokasi tidak jauh dari Masjid Abu Bakar As-Siddiq, terdapat Masjid Umar bin Khattab yang letaknya berada di dataran tinggi. Masjid ini dibangun pada tahun 850 Hijriyah oleh Shamsuddin Muhammad Ibnu Ahmad as-Salawi. Masjid Umar bin Khattab memiliki bentuk yang sama dengan Masjid Al-Fath dan kemudian pembangunannya dilanjutkan oleh Abdul Majid pada tahun 1266 yang merupakan putera dari Sultan Mahmoud. Beliau kemudian merenovasi Masjid Umar bin Khattab hingga terbentuk seperti pada saat ini.

Baca juga : Mengulik Fakta Dibalik Sejarah Telaga-telaga Bersejarah di Kota Madinah

  1. Masjid Ali bin Abi Thalib

Salah satu bangunan yang juga menjadi tempat shalat Hari Raya yaitu masjid Ali bin Abi Thalib. Dikisahkan pada masa perang Khandaq, sahabat Rasulullah, Ali bin Abi Thalib ikut dalam peperangan dan  singgah di salah satu  Mushalla Rasulullah.

Masjid ini berlokasi disebuah bukit kecil di timur Masjid Fathimah Az-Zahra. Memiliki panjang 8,5 meter dan lebar 6,5 meter, masjid ini tetap dipertahankan bentuk aslinya hingga saat ini oleh Pemerintah

  1. Masjid Fatimah Az-Zahra

Masjid yang diambil namanya dari seorang pemimpin wanita pada masanya, yaitu Fatimah Az-Zahra. Fatimah merupakan putri bungsu dari Rasulullah dan Khadijah. Masjid ini disebut juga Saad bin Muadz. Dengan luas 4 x 3 meter, membuat masjid ini merupakan masjid terkecil jika dibandingkan dengan masjid-masjid lainnya.  Pembangunan masjid ini dilakukan pada masa pemerintahan Kesultanan Ustmaniyah pada masa Sultan Abdul Majid I.

 

admin : SekolahUmroh.com

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Chat di WhatsApp