Jangan Pernah Berhenti Menjadi Baik

Jangan Pernah Berhenti Menjadi Baik

Satu hal yang paling ditakutkan oleh seorang muslim ialah su’ul khatimah (akhir kehidupan yang buruk). Pasalnya, akhir sebuah kehidupan adalah penentu fase-fase berikutnya. Bila ia wafat dalam keadaan baik, maka ia selamat. Namun bila wafat dalam keadaan buruk, ia celaka. Hanya ada dua pilihan untuk kita; husnul atau su’ul khatimah.

Dua hal yang pasti; berakhir dalam keadaan baik atau buruk. Amal kita yang sekarangpun tidak dapat menjamin apakah kita husnul atau su’ul khatimah. Keduanya adalah misteri. Hanya Allah yg Maha Tahu. Laa quwwata illaa billah…

Alkisah, dahulu ada seorang Tabi’in, Mujahid sekaligus hafal Quran; Abdah bin Abdirrahim. Akan tetapi di penghujung hayatnya, ia meninggal dalam keadaan murtad! Tiada tersisa hafalannya, selain 2 ayat pertama surah al Hijr. Begitu juga dengan seorang pemuda yang menghabiskan belasan tahun waktunya di masjid sebagai mu’azin, namun iapun meninggal dalam keadaan murtad! Keduanya menggadaikan iman demi cinta. Na’uzubillah…

Bagaimana nasib kita? Allahua’lam. Bisa jadi, yg skrg rajin ke masjid, kemudian tidak lagi terlihat di masjid, meninggalkan masjid. Yang skrg rajin tilawah, kemudian meninggalkannya, dlsb. Karenanya, jangan pernah berhenti menjadi baik. Jangan sampai godaan dunia dan segala perniknya melemahkan iman kita.

Agar hidup ini berakhir indah,

1) jangan pernah merasa cukup atau puas dg amal pas-pasan.

2) berusahalah mempertahankan, syukur2 meningkatkan amal shalih sepenuh jiwa.

3) tdk pernah berhenti menjadi baik.

4) dalam beramal jangan berharap pujian atau takut cacian.

5) senantiasa berdoa, memohon agar Allah mengizinkan kita berjumpa denganNya dalam keadaan telah bersih dari dosa, ridha dan husnul khatimah.

Diantara doa yg diajarkan Nabi ialah;

اللهم اجعل خير عمري أخره و خير عملي خواتيمه و خير أيامي يوم لقائك

Allaahummaj’al khayra ‘umrii aakhirahu wa khayra ‘amalii khawaatiimahu wa khayra ayyaamii yawma lliqaa’ika

“Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan (jadikanlah) sebaik-baik hariku yaitu hari ketika aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat)” (H.R. Ibnus Sunny)

اللهم اختم لنا بحسـن الخاتمة ولا تختم علينا بسـوء الخاتمة

“Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah (akhir yang baik), dan jangan Kau akhiri hidup kami dengan suu’ul khatimah (akhir yang buruk)”

Washalli wasallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi washahbihi ajma’iin..

Aamiin yaa Mujiibassa’iliin…

Ustd Sholihuddin Alhafidz

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Chat di WhatsApp