[Inspirator Islam] Tariq bin Ziyad: Jenderal Muslim Terbesar Sepanjang Sejarah, Penakluk Andalusia (Spanyol)

[Inspirator Islam] Tariq bin Ziyad: Jenderal Muslim Terbesar Sepanjang Sejarah, Penakluk Andalusia (Spanyol)

“Wahai prajurit-prajuritku, ke mana kalian akan lari? Di belakang kalian laut membentang, sedangkan di hadapan kalian musuh menanti. Satu-satunya yang kalian miliki sekarang adalah harapan dari keberanian dan keteguhan kalian. Ingatlah bahwa di negara ini kalian lebih malang dari pada anak yatim yang duduk di atas meja seorang tua yang serakah. Musuh ada di depan mata kalian dan dilindungi oleh tentara yang tidak terhitung banyaknya. Ia memiliki banyak pasukan. Tetapi kalian… satu-satunya yang akan menolong adalah pedang kalian sendiri, sebagai satu-satunya peluang untuk hidup. Peluang itu dapat kalian rebut dari tangan musuh kalian. Jika kalian menunda suatu keberhasilan suatu keberhasilan, kesempatan kalian akan hilang dan musuh-musuh kalian yang sekarang merasa ketakutan akan menjadi lebih berani. Buang jauh-jauh keinginan kalian untuk lari dan serang raja ini, yang telah meninggalkan kota-kotanya yang dikelilingi benteng-benteng yang kuat untuk bertemu kalian. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengalahkannya. Jangan percaya bahwa aku ingin menghasut kalian untuk menentang bahaya yang aku sendiri tidak ingin membaginya dengan kalian. Dalam perang ini, aku sendiri akan berada di baris terdepan, di mana kesempatan untuk hidup lebih sedikit.

Ingatlah, jika kalian mau bersabar, kalian akan menikmati kejayaan. Jangan bayangkan bahwa takdir kalian dapat dipisahkan dariku. Jika kalian jatuh, aku pun akan jatuh bersama kalian, atau aku akan menuntut bela atas kalian. Kalian telah mendengar bahwa di negeri ini ada banyak gadis Yunani yang cantik memesona, terbungkus oleh pakaian yang bertaburkan mutiara, batu karang, dan emas murni. Mereka tinggal di istana para raja. Amirul Mukminin al Walid bin ‘Abd al Malik telah memilih kalian untuk melakukan serangan ini di antara para prajurit Arab; dan ia berjanji akan menjadikan kalian sebagai sahabatnya dan menjadi raja-raja di negeri ini. Ia percaya atas keberanian kalian. Tujuan yang ingin dicapainya lewat keberanian kalian adalah kalimat Allah subhanahuwata’ala dimuliakan di negeri ini dan agama yang benar akan berdiri di sini. Harta rampasan perang akan menjadi milik kalian.

Ingatlah, aku akan menyerang dari barisan depan. Pada saat kedua pasukan bertemu berhadap-hadapan, kalian akan melihatku. Jangan pernah ragu. Aku akan mencari Roderick, penguasa yang zalim terhadap rakyatnya itu. Aku akan menantangnya berperang satu lawan satu, jika Allah SWT menghendaki. Jika kau gugur, setidaknya aku puas pernah memimpin kalian. Kalian akan mudah mendapatkan seorang pejuang berpengalaman yang akan kalian percaya untuk memimpin kalian. Tetapi jika aku gugur sebelum bertemu Roderick, lipatgandakan semangat kalian, paksa diri kalian untuk menyerang, dan taklukanlah negeri ini dengan membunuhnya. Dengan kematiannya, tentara-tentaranya tidak akan mengganggu kalian.”

Pada musim panas 19 Juli 711, pasukan Tariq berhasil membunuh raja Visigoth, Roderick, dalam pertempuran Guadalete. Sesudah itu, Tariq menjadi Emir Hispania, namun tidak lama kemudian ia dipanggil ke Damaskus oleh Khalifah al Walid I. Di kota inilah ia menghabiskan sisa hidupnya.

Penaklukan kaum muslim atas Hispania terjadi pada masa Dinasti Umayyah, antara tahun 710-711 M. Penaklukan tersebut dimulai dengan suatu invasi oleh pasukan yang sebagian besar beranggotakan orang-orang Barbar dari barat laut Afrika di bawah komando Tariq bin Ziyad. Pasukan ini berlabuh di Gibraltar pada tahun 711 dan meneruskan kampanya militer mereka ke arah utara.

Setelah melewati suatu pertempuran yang menentukan, Kerajaan Visigoth akhirnya runtuh. Dalam satu dekade berikutnya, sebagian besar semenanjung Iberia telah berada di bawah pendudukan Muslim, kecuali daerah pegunungan di daerah barat laut (Galicia dan Asturia) dan sebagian besar wilayah Basque di Pyrenees. Wilayah yang berhasil ditaklukan ini diberi nama Arab al-Andalus dan menjadi bagian dari kekhalifahan Dinasti Umayyah.

Nama Andalusia merujuk pada salah satu kawasan selatan negara Spanyol dan Portugal sekarang. Sebelum kedatangan Islam, daerah ini dikenal dengan nama “Iberia”, yang dihubungkan dengan orang Iberio, yaitu bangsa yang mula-mula mendiami kawasan tersebut. Wilayah ini juga dikenal dengan nama “Hispania”, julukan yang diberikan orang-orang Roma ketika menaklukan kawasan ini.

Andalusia meliputi delapan daerah yang terletak di bagian selatan Semenanjung Iberia. Daerah-daerah tersebut adalah Almeria, Granada, Malaga, Jaen, Cordoba, Gerilla, Cadiz, dan Huelva. Seluruh daerah ini diperintah oleh seorang pemimpin yang berpusat di Granada. Wilayah Andalusia dulu meliputi Spanyol, Portugal, dan sebagian negara Perancis sekarang. Nama Andalusia tetap digunakan hingga sekarang untuk menyebut daerah selatan Spanyol.

Mari banyak membaca, belajar, meneladani dari kisah-kisah kejayaan Islam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari…

 

Sumber: Ensiklopedia Peradaban Islam “Andalusia” karya Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec

[Gambar: The Alhambra Palaces – Granada. Sumber: yourandalusia.com]

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Chat di WhatsApp