[inspirasi] Jika Kita Membuat Janji Dengan Tulus Dan Sepenuh Hati

[inspirasi] Jika Kita Membuat Janji Dengan Tulus Dan Sepenuh Hati

 

Bekerja dan merantau di negara orang memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tak hanya dibutuhkan skill dan mental yang kuat, namun juga penyesuaian dari berbagai sisi. Selain adaptasi terhadap bahasa dan budaya serta lingkungan kerja, juga terhadap orang-orang baru yang punya background berbeda pun perlu dilakukan. Ini tentu akan dirasakan oleh siapa saja yang mengalaminya. Tak terkecuali dua perantau asal India dan Pakistan yang merantau ke Abu Dhabi untuk bekerja. Tak ada yang istimewa dari keduanya. Namun kisahnya mungkin akan dapat menyentuh hati kita.

Meski keduanya memiliki latar belakang yang berbeda, ini tak membuat surut mereka untuk saling mengenal dan bersahabat… Namanya Tajamul Pasha, 48, dari Bengaluru, India dan Nihal Zafar, 50, dari Karachi, Pakistan… Tiada yang mulia dari persahabatannya selain dari tekad keduanya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Mereka bersahabat dengan tujuan yang mulia. MasyaAllah

apa yang mereka tawarkan untuk membantu kepada yang membutuhkan?

kedua orang ini menawarkan buka puasa gratis ke lebih dari 400- 700 pekerja di setiap harinya selama bulan Ramadan, dan sudah berlangsung selama 8 tahun terakhir di Abu Dhabi. Awalnya, persahabatan mereka dimulai saat mereka datang ke Abu Dhabi untuk bekerja jadi pegawai di sektor TI, hingga akhirnya mereka mendirikan bisnis bersama dan ternyata berhasil membangun bisnis yang sukses.

Latar belakangnya, saat Pasha sampai di tahun 1999, ia melihat laki-laki tua dari Palestina yang menawarkan makanan buka puasa gratis untuk banyak orang. Waktu dia sedang mengantri untuk mengambil makanan berbuka, saat itu juga dia berjanji pada diri sendiri untuk melakukan hal yang sama.

Saat itu gaji Pasha hanyalah Dh 3500 per bulan, jadi tidak mungkin bisa memberi makan buka puasa gratis karena itu hanya cukup untuk kebutuhannya. Namun siapa sangka, dengan niatnya yang tulus, Allah membukakan selebar-lebarnya pintu rizki untuknya. Ya…semakin ke sini ia menjadi semakin sukses dan bisa mewujudkan mimpinya untuk membantu orang lain. Bersama Zafar, mereka menghabiskan sekitar Dh 1500 dan Dh 2000 di setiap harinya untuk menyediakan biryani ayam, jus, air, kurma dan semangka untuk makanan berbuka. Di hari tertentu, mereka juga menawarkan samosa dan pagoda (makanan khas dari tempat asal mereka).

Peminatnya juga sangat banyak, bahkan bisa mencapai 400-700 orang setiap harinya. Bukan hanya itu, para relawan dari India, Pakistan dan Bangladesh juga turut membantu membagikan makanan berbuka ini.

Satu kalimat dari Pasha, “Jika kita membuat janji dengan tulus dan sepenuh hati, Tuhan akan mengabulkannya. Dan Inilah pengalaman saya, ” katanya.

semoga kisah singkat yang berdasarkan pada kisah nyata ini, memberikan kita inspirasi untuk dapat dan terus berbagi. Tidak hanya pada bulan yang suci ini, tapi akan terus berlanjut disetiap hari. Saat ini, besok dan nanti. Insyallah ini akan menjadi investasi akhirat kita nanti. amiiin

Sumber: pressreader.com

111 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini