[Inspirasi] Bakti dan Doa Ibu Mengantarkanku ke Baitullah

[Inspirasi] Bakti dan Doa Ibu Mengantarkanku ke Baitullah

Insyaa Allah. Saya berangkat ke Bandara hari ini. Diantar adik adik. Bagi saya ini adalah bentuk kebesaran Allah. Melalui Ustadzah Rita.

Saya benar-benar diperlakukan istimewa di antara para peserta umrah yang lain. Dari mulai ongkos yang gratis, koper terbaik, pakaian umroh terbaik, dan lain-lain. Semuanya free.

Saya ingat waktu itu ibu saya bertanya, “Dzaky, gimana, sukses semuanya?”

Saya bilang, “Ya begitu deh. Mungkin Belum rizki saya.”

Setelah itu ibu saya bilang, “Ya sudah, mulai hari ini Dzaky temani ibu di rumah.”

Kegiatan saya di rumah hanya sholat, tilawah, muroja’ah, bantu nyuci piring dan bersih-bersih rumah.

Dan yang penting adalah menemani ibu ngobrol. Karena anak anak ibu saya sudah pisah rumah semua. Dan saya adalah anak laki-laki yang paling dekat dengan ibu.

Satu jam sebelum dikirimi whatsapp oleh Ustadzah Rita (owner Rihaal travel) ibu saya bilang, “Mudah mudahan kamu umroh. Di ‘isro-mi’raj-kan’ oleh Allah karena perjuanganmu itu.”

Masyaa Allah… 1 jam setelah ibu saya bilang seperti itu, tiba-tiba Ustadzah Rita japri saya mengajak umroh gratis.

Saya langsung tersungkur sujud syukur di kamar. Keluar kamar saya beritahukan kabar gembira ini ke ibu.

Respon ibu saya saat itu adalah kalimat “Alhamdulillah” dengan ekspresi datar.

Saya tanya,”Bu, kok sepertinya tidak begitu senang mendengar berita ini?”

“Ibu senang. Tapi Mungkin do’a ibu belum dikabulkan Allah.”

“Oh, memangnya ibu do’a apa? “

“Ibu do’a agar Dzaky bisa berangkat umroh bulan Ramadhan tahun ini.”

Masyaa Allah!
Selama saya proses pembuatan passport itu qodarullah saya seperti dipersulit oleh orang Imigrasi. (Mungkin juga karena passport sebelumnya hilang), sehingga tidak “terbawa” rombongan 15 Mei kemarin…

Akhirnya saya dijadwalkan umroh Ramadhan ini. Saat ibu mengetahui ini, beliau menangis haru. Saya cium wajah teduhnya berkali-kali.

Semoga Allah membalas semua kebaikan ayah bunda, terutama Ustadzah Rita yang sangat baik hati, pak Eddy Singapore, Bu Farida…

Mohon do’a agar perjalanan ini membawa kebaikan bagi semuanya.

Tidak ada takdir yang buruk. Semua takdir telah diputuskan dengan rahmatNya.

– Dzaky Faell, jamaah umroh Rihaal 5 juni 2017-

——
*Ustadz Dzaky merupakan salah satu guru ngaji Umar (putra Pak Agus-Bu Rita — owner Rihaal Umroh) di pondok pesantren Al Hikmah Bogor. Beliau seorang penyandang disable dan berjalan menggunakan skateboard.

1 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini