Ini Tanganku, Dan Ini Tangan Utsman

Ini Tanganku, Dan Ini Tangan Utsman

Baitu Ridwan merupakan Baiat atau sumpah yang diikrarkan oleh para sahabat  di hadapan Rasulullah di bawah sebuah pohon di tepi telaga. Salah satu dahan pohonnya dipegangi oleh Ma’qil bin Yasir, sedangkan Umar Bin Khattab memegangi tangan Rasulullah Saw.

Allah SWT berfirman pada surat al-Fath: 18 dan 10  mengenai Baiat Ridwan, sebagai berikut:

۞لَّقَدۡ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ إِذۡ يُبَايِعُونَكَ تَحۡتَ ٱلشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمۡ فَأَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ عَلَيۡهِمۡ وَأَثَٰبَهُمۡ فَتۡحٗا قَرِيبٗا ١٨

Artinya:“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, Maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi Balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya) (Yang dimaksud dengan kemenangan yang dekat ialah kemenangan kaum muslimin pada perang Khaibar).” (QS. Al-Fath [48]: 18)

Dikisahkan, Pada bulan Dzulqa’dah tahun keenam Hijriyyah, Nabi Muhammad Saw, beserta para sahabat dan pengikut-pengikutnya yang berjumlah sekitar 1500 orang hendak mengunjungi Mekkah untuk melakukan ‘umrah dan melihat keluarga-keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan.

Setibanya di Hudaibiyah beliau berhenti dan mengutus Utsman bin Affan beserta 10 sahabat lainnya lebih dahulu ke Mekah untuk menyampaikan maksud kedatangan beliau dan kaum muslimin. Dan Rasulullah Saw juga memerintahkan Ustman agar menemui umat Mukmin di Mekkah untuk mengabarkan kepada mereka, bahwa pertolongan Allah telah dekat.

Rasulullah Saw. dan kaum muslimin di Hudaibiyah menanti-nanti kembalinya Utsman, akan tetapi penantian kaum muslimin tak kunjung terjawab, karena Utsman bin Affan tak kunjung datang. Hal ini disebabkan bahwa Utsman ditahan oleh kaum musyrikin kemudian tersiar lagi kabar bahwa Utsman telah dibunuh. karena itu Nabi menganjurkan agar kamu muslimin melakukan bai’ah (janji setia) kepada beliau. merekapun Mengadakan janji setia kepada Nabi dan mereka akan memerangi kaum Quraisy bersama Nabi sampai kemenangan tercapai. Perjanjian setia ini telah diridhai Allah sebagaimana tersebut dalam ayat 18 surat ini, karena itu disebut Bai’atur Ridwan. Kabar Bai’at Ridwan ini terdengar oleh kaum Quraisy dan menggetarkan kaum musyrikin, sehingga mereka melepaskan Utsman dan mengirim utusan sebanyak 50 orang untuk Mengadakan Perjanjian damai dengan kaum muslimin. Namun saat ingin melakukan perjanjian tersebut terjadilah pertikaian yang menewaskan satu umat muslim. dan tertawannya 12 orang dari pasukan musyrikin. Sampai pada akhirnya terjadilah sebuah perjanjian, yang terkenal dengan Shulhul Hudaibiyah.

  إِنَّ ٱلَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ ٱللَّهَ يَدُ ٱللَّهِ فَوۡقَ أَيۡدِيهِمۡۚ فَمَن نَّكَثَ فَإِنَّمَا يَنكُثُ عَلَىٰ نَفۡسِهِۦۖ وَمَنۡ أَوۡفَىٰ بِمَا عَٰهَدَ عَلَيۡهُ ٱللَّهَ فَسَيُؤۡتِيهِ أَجۡرًا عَظِيمٗا ١٠

Artinya: “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.” (QS. Al-Fath [48]: 10)

Adapun isi dari Baiat Ridwan adalah sebagaimana diriwayatkan dalam sunan Nasai dan Shohih Bukhari, berikut isi dari Baiat Ridwan;

أنشد بالله رجلا شهد رسول الله صلي الله عليه و سلم يوم بيعة الرضوان يقول هذه يد الله و هذه يد عثمان فانتشد له رجال

Artinya: “ Akubersumpah demi Allah, siapakah di antara kalian yang menyaksikanRasulullah Saw padahariBaiatulRidwan, beliauberkata; “initanganKudaninitanganUtsman”. Lantasbeliaumembaiatkanuntukku, danbeberapa orang bersaksiakanhaltersebut.” (HR. An-Nasai)

فيما أخذ علينا أن با يعنا علي السمع و الطاعة في منشطنا و مكرهنا و عسرنا و يسرنا و أثرة علينا و أن لا ننازع الأمر أهله إلا أن تروا كفرا بواحا عندكم من الله فيه برهان

Artinya:” Kami berbaiat kepada beliau untuk selalu mendengarkan dan taat (kepada Allah dan Rasulullah-Nya), baik dalam kesenangan dan kebencian kami, kesulitan dan kemudahan kami dan beliau juga menandaskan kepada kami untuk tidak mencabut suatu urusan dari ahlinya kecuali jika kalian (kita) melihat kekufuran secara nyata, memiliki bukti yang kuat dari Allah. (HR. Bukhari)

Rihaal Umroh

www.sekolahumroh.com

3 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini