Hot News!! Ini Dia Harga Referensi Umroh Dari Kemenag

Hot News!! Ini Dia Harga Referensi Umroh Dari Kemenag

Sobat Rihaal – Perlu sobat ketahui jika pada bulan Februari, Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia telah membuat kesepakatan untuk menentukan biaya perjalanan umroh minimal Rp 20 juta per orang. Hal ini agar masyarakat tidak lagi tertipu oleh biro travel. Akan tetapi harga referensi tersebut bukanlah harga terendah, melainkan harga wajar yang sudah diperhitungkan realistis tarif perjalanan Umroh nya bersama jajaran kerja Kemenag dan Biro Perjalanan.

Focus Group Discussion

pict by: kemenag.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebelum keputusan tersebut ditetapkan, sebelumnya Kementrian Agama membahas rencana ini  dalam focus group discussion (FGD) bertajuk “Penyusunan Harga Referensi Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umroh” di Jakarta, selasa (24/10). FGD tersebut menghadirkan utusan dari asosiasi penyelenggara, PPIU, unsur Kanwil serta internal Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU).

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus Kemenag, Muhajirin Yanis menyebutkan tipologi Jemaah umroh Indonesia saat ini telah mengalami pergeseran. Jemaah umrah kini tidak lagi didominasi masyarakat perkotaan dan mereka yang melek informasi, tetapi juga masyarakat pedesaan. Menurut Muhajirin, sebagian masyarakat lebih mengerti bila disebutkan jumlah angka (harga) yang akan dijadikan acuan apakah sebuah paket umroh itu rasional atau tidak. “Di sinilah pentingnya keberadaan harga referensi umroh yang bisa dijadikan acuan masyarakat,” kata Muhajirin

Kemudian beliau juga mengatakan, “Ide ini juga sudah ada sejak beberapa tahun lalu, namun karena tidak mendapatkan lampu hijau dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) maka niat itu ditunda terlebih dahulu.” Mulai tahun ini, lanjut Muhajirin, keberadaan harga referensi menjadi kebutuhan sehingga Kemenag akan segera menyusunnya. Ada setelah KPPU juga tidak keberatan dengan kebijakan tersebut.

Diskusi Dengan KPPU

Muhajirin menyampaikan jika Kemenag sudah berdiskusi di kantor KPPU bersama para asosiasi mengenai wacana penetapan harga referensi. Pada pertemuan tersebut, KPPU tetap meminta Pemerintah memprioritaskan penyempurnaan SPM umroh. Namun, penetapan harga referensi tidak dipermasalahkan sepanjang itu tidak dimaksudkan sebagai harga minimal. “Ini artinya PPIU tetap diperkenankan menjual paket umroh di bawah harga referensi apabila di audit dan dapat membuktikan kewajaran harganya” tutur Muhajirin.

Selain itu, Kementrian Agama juga tengah membangun aplikasi yakni Sistem Informasi Pemantauan Terpadu Umroh dan Haji (SI Patuh) yang mewajibkan seluruh Penyelenggara Perjalanan Haji dan Umroh (PPIU) atau biro travel untuk mengisi data atau melaporkan para jemaahnya mulai dari identitas, nama hotel, lokasi hotel dan seterusnya.

80 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini