Implementasi Hijrah Pada pendidikan anak

Implementasi Hijrah Pada pendidikan anak

Rosululloh menerima perintah hijrah dari Allah setelah kondisi mekkah waktu itu yang begitu mencekam karena konflik dengan kaum Quraisy. Allah-lah yang menentukan waktu yang tepat untuk Rasulullah beserta para pengikutnya untuk memulai fase baru di kota Madinah.  Pada saat itu, semua sahabat yang mampu untuk berhijrah maka diwajibkan bagi mereka untuk berhijrah. Laki-laki maupun perempuan, yang kaya juga yang miskisn, yang kuat juga yang lemah, ataupun dari kalangan merdeka atau hamba sahaya. Semuanya wajib untuk berhijrah. 

Umat Islam di Madinah siap menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW, saat baiat aqabah ke dua telah dilaksanakan. Pada saat itu harapan dan optimisme tumbuh di setiap diri mereka karena jumlah umat islam semakin banyak. Kaum Muslimin di Madinah yang menyambut kedatangan Rasulullah SAW dan para sahabat muhajirin disebut dengan kaum Anshar. Maha Sempurna Allah atas segala kehendak-nya, DIA-lah yang membuat umat islam di Madinah saat itu begitu bersemangat, iman yang begitu menggelora di dalam jiwa mereka. Berbeda dengan 

Mungkin umat islam banyak yang mengira, bahwa peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah adalah sesuatu hal yang biasa, layaknya seseorang yang sedang migrasi dari satu tempat ke tempat lainya. Padahal sebenarnya tidak semudah itu, butuh perjuangan yang sangat besar. Pada waktu itu perlawanan dari kaum Musyrikin Mekah pada umat islam sangatlah merajalela, mereka tak segan-segan menghabisi nyawa para umat Islam yang akan hijrah, sampai-sampai keselamatan Rasulullah SAW dan para sahabatnya pun juga ikut terancam. 

Bagaimana kita memandang sejarah hijrah rosul dalam kacamata pendidikan anak ? 

Tantangan jaman saat ini sudah sangat kejam , tidak ubahnya seperti tantangan masa itu . Pembunuhan mental , karakter , idealisme dan religiutas mengincar anak anak kita. Kemudahan teknologi ibarat pisau bermata dua, alih alih memanfaatkan teknologi , justru teknologi yang membabat anak anak kita. 

HIJRAH ORANG TUA  

Sudah saatnya bagi orang  tua untuk hijrah pendidikan dari yang biasanya hanya asal menyekolahkan anak , hanya asal memanggil guru , mengikutkan les ini itu, atau bahkan belum ada bayangan akan seperti apa anak anak kita kedepannya menuju orang tua yang mempunyai visi strategic pendidikan anak anak . 

Beberapa pertanyaan ini semoga bisa mewakili family strategic planning : 

  1. Apa yang menjadi nilai nilai utama pendidikan anak anak kita ? 
  2. Bagaimana bagi peran ayah bunda dlm penanaman nilai nilai utama tersebut ? 
  3. Bagaimana harapan – the end of education anak anak kita ? 
  4. Bagaimana tahapan menuju titik akhir tsb ? 
  5. Apa yang menjadi kurikulum kompetensi dasar anak anak ? 
  6. Sikap mental apa yang akan diwariskan ? 
  7. Bagaimana mengakomodasi petensi dan bakat keuanggulan anak anak ? 
  8. Bagaimana proses kontrol dan evauasinya ? 
  9. Bagaimana  perayaan keberhasilannya ? 
  10. Bagaimana jika melenceng atau keluar jalur ?   
  11. Sekolah atau jalur pendidikan yang mana yang paling pas untuk ananda ?

Ada banyak pertanyaan strategis lainnya yang harus disiapkan orang tua yang berhijrah. Apakah harus serumit itu ? Apakah harus sedetail itu ? Tentunya karena anak merupakan amanah yg harus orang tua pertanggungjawabkan kepada Allah. Anak adalah masa depan orang tua yang sesungguhnya. Anak sholih adlaah salah Satu   harapan sebagai penolong kelak di hari akhir . 

Refleksi dan implementasi di keluarga quran teladan : 

kisaran  satu tahun yang lalu , 30 september 2015, kami menuliskan tahapan pendidikan anak anak sbb : 

Fokus studi : 

1. Sebelum 5 thn sdh lancar , hobi dan mencintai AL quran 

2. Usia 5-12 tahun : menyelesaikan hafalan quran dan kemandirian diri 

3. Usia 12 -15 tahun : memiliki skill dan kemampuan bahasa Arab dan satu bahasa asing lainnya , menumbuhkan leadership. 

4. Usia 15- 20 tahun : udah mulai kerja atau buka usaha , dan menajamkan skill  

5. Mulai usia 20 : udah bisa mengabdikan diri untuk islam , umat dan negara, memiliki kemampuan manajerial dan dewasa dlm pergaulan , Aklaq dan adab.  

Tahapan itu muncul setelah kami merumuskan iman islam , al quran dan entrepreneurs sebagai kurikulum dasar pendidikan anak anak. 

Bagaimana dengan keluarga anda ? 

8 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini