Ia Menghilangkan Penyakit Dan Tidak Mendatangkan Penyakit

Ia Menghilangkan Penyakit Dan Tidak Mendatangkan Penyakit

Umat muslim yang telah berkunjung ke Haramain, tentunya tidak akan melewatkan untuk menikmati  zam-zam dan buah kurma. Tentu banyak alasan kenapa dua rutinitas ini sayang untuk dilewatkan. Dua hidangan ini pula yang tidak akan dilewatkan bagi sebagian besar pendatang yang mengunjungi haramain untuk menjadikan keduanya buah tangan dari Tanah Haram untuk sanak keluarga di Tanah Air.

Lantas, apa sih alasannya??? Sebagian umat muslim, mungkin beralasan, karena zam-zam dan kurma merupakan dua hidangan khas Haramain. sehingga terasa kurang, jika kita berkunjung ke haramain  untuk tidak menikmati dua hidangan istimewah ini dan membawa keduanya kembali ke tanah air sebagai buah tangan kepada sanak saudara dan family. Namun, ada alasan lain yang mungkin hampir semua muslim sepakat, apa itu??? Ya, tidak lain dan tidak bukan adalah karena keistimewahan dan keutamaan yang dikandung dari dua hidangan ini. Bahkan, sangking istimewahnya, hidangan ini juga disebut sebagai bagian dari hidangan yang ada di surga. Waaahh menarik bukan?

Kita sempat membahas sedikit mengenai zam-zam dan keistimewahannya dalam bahasan yang singkat. Nah….Sekarang kita mencoba untuk membahas sebagian kecil tentang kurma dan keistimewahannya.

Kalau di Mekkah tempatnya zam-zam, maka di Madinah adalah tempatnya kurma. Jika zam-zam erat kaitannya denga Hajar dan Nabi Ismail, maka kurma erat kaitannya dengan Maryam dan Nabi Isa. Madinah merupakan kota yang dikenal dengan dengan tanahnya yang subur. Hal ini merupakan bentuk keberkahan yang dipinta Rasulullah Saw kepada Allah SWT.Dalam pintanya, Rasulullah Saw berdoa;

“Ya Allah berilah Madinah ini dua kali berkah yang Engkau berikan kepada Makkah. “

Salah satu jenis keberkahan yang dimiliki kota ini adalah banyak terdapat perkebunan kurma dengan berbagai macam jenis kurma, yang tidak semua kota bisa memilikinya.

Berdasarkan pada jenisnya, kurma sendiri memiliki banyak jenis, jumlahnya mencapai kurang lebih 200 jenis. Dan dari sekian banyak jenis kurma yang ada, terdapat satu jenis kurma yang memiliki keutamaan dibandingkan dengan kurma jenis lainnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits periwayatan Imam Bukhari terkait kelebihan dari kurma ini. Kurma apakah itu?

من تصبح سبع تمرات عجوة لم يضره ذلك اليوم سم و لا سحر

Artinya: “ Barang siapa memakan tujuh biji Tamar Ajwah pada waktu pagi, niscahya racun dan sihir tidak akan menganiayanya pada hari itu.” (H.R. Imam Bukhari)

Dan dalam hadits lain disebutkan pula

من أكل سبع تمرات مما بين لا بتيها حين يصبح لم بضرب سم حتي يمسي

Artinya: “Barang siapa memakan tujuh biji Tamar yang tumbuh di antara dua tanah hitam (perbatasan Madinah) pada waktu pagi, dia tidak akan terkena racun hingga petang.” (H.R. Muslim)

Inilah salah satu kelebihan dari salah satu jenis kurma. Kurma Ajwah, kurma yang paling disukai Rasulullah Saw. Lantas apakah ini berarti kurma lainnya tidak memiliki keistimewahan?

Tentu tidak, hal ini tidak berarti bahwa kurma jenis lain tidak memiliki kelebihan, keutamaan ataupun fadhilah. Karena disebutkan pula pada sebuah hadits lain bahwa,:

“Berilah makan buah kurma kepada isteri-isteri  kamu yang sedang hamil. Karena sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, niscaya anak yang akan lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, memiliki sifat sopan santun serta kecerdasan. Sesungguhnya makanan Siti Maryam takkala melahirkan Nabi Isa a.s adalah buah kurma. Sekiranya, Allah s.w.t., menjadikan suatu buah yang lebih baik dari pada buah kurma, maka Allah telah memberi makan buah itu kepada Siti Maryam.” (H.R. Bukhari)

Hadits di atas tidak menyebutkan secara spesifik kurma seperti apa yang memberikan khasiat demikian (melancarkan kehamilan). Hal ini tentunya berbeda dengan hadits sebelumnya yang secara eksplisit menyebutkan jenis kurma ‘Ajwah. Hadits ini selaras dengan yang terdapat pada ayat al-Qur’an yang mengkisahkan Maryam ‘Alaiha Salam ketika ia akan melahirkan Isa ‘Alaihi Salam.Ayat ini berbunyi;

وَهُزِّيٓ إِلَيۡكِ بِجِذۡعِ ٱلنَّخۡلَةِ تُسَٰقِطۡ عَلَيۡكِ رُطَبٗا جَنِيّٗا ٢٥

Artinya: “Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,” (Q.S. Maryam : 25)

Dikisahkan pada ayat ini, bahwa Maryam a.s hendak melahirkan Nabi Isa a.s dibawah pohon kurma. Kemudian Allah mengirimkan Malaikat Jibril untuk datang kepada Maryam dan menyuruhnya menggoncangkan pohon kurma. Buah kurma yang matang itu berjatuhan. Dan Maryam pun memakan buah kurma yang telah masak tersebut. Atas izin Allah s.w.t dan kebesaran- NYA, proses persalinan atau kelahiran Nabi Isa a.s menjadi mudah. Inilah khasiat lain yang terkandung dalam buah kurma. Dalam ayat ini pula, tidak disebutkan secara spesifik dan eksplisit kurma jenis apa yang dimakan oleh Maryam. Meskipun sebagian mufasir menafsirkan bahwa kurma yang dimaksud pada ayat ini adalah kurma  ‘Ajwah.

Adapun untuk jenis kurma lain yang disebutkan dalam hadits Rasulullah Saw adalah kurma al-Barni. Sebagai berikut;

خير تمراتكم البرني, يذهب الداء ولا داء فيه

Artinya: “ sebaik-baik kurma kamu adalah al-Barni , ia menghilangkan penyakit dan tidak mendatangkan penyakit.

Demikianlah sekilas keutamaan dari buah kurma. Jikalau buah ini tidak istimewah, dan tidak terdapat manfaat di dalamnya, mungkinkan Rasulullah Saw di setiap harinya memakan buah kurma?. Bahkan karena keistimewahannya, sampai-sampai ada sebuah riwayat yang mengatakan bahwa Nabi pernah bersabda: “rumah yang tidak terdapat kurma di dalamnya, seperti rumah yang tidak ada makanannya”. Perkataan ini jelas sekali menggambarkan betapa besar khasiat  yang bisa kita dapatkan dari buah ini.

Kalau pun bukan karena khasiat yang terkandung dari buah ini, bolehlah kita niatkan untuk mengikuti sunnah Rasulullah Saw untuk menikmati salah satu hidangan surga ini.

Allahu Wa Rasuluhu a’lam.

Rihaal Umroh

www. sekolahumroh.com

303 total views, 6 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini