Hutang Puasa Ramadhan Belum Dibayar, Apa Konsekuensinya?

Hutang Puasa Ramadhan Belum Dibayar, Apa Konsekuensinya?

Ramadan tinggal menghitung hari, kira-kira siapa nih diantara sobat Rihaal yang belum membayar hutang puasa di tahun lalu? Wah harus sesegera mungkin dilunasi yaa. Sebab jika sudah datang bulan Ramadan, maka kesempatan untuk mengganti puasa akan bertambah berat karena harus dikerjakan di tahun berikutnya dan ditambah dengan hutang puasa di tahun ini. Nah berat bukan?

Sebagai perempuan muslim hendaknya kita aware dengan permasalahan qodho’ puasa (membayar hutang puasa) ini. Akan tetapi masih ada sebagian wanita yang malah lupa menggantinya padahal hutang puasa di bulan Ramadan hukumnya wajib bagi umat muslim.

Pengertian Qodho’

Yang dimaksud Qodho’ adalah mengerjakan suatu ibadah yang memiliki batasan waktu di luar waktunya. Misalnya untuk kasus orang sakit di bulan Ramadan, seseorang mengalami sakit berat sehingga tidak kuat berpuasa. Sesudah bulan Ramadan dia mengganti puasanya tadi. Inilah yang disebut qodho’. Hal itu berdasarkan firman Allah SWT:

“Maka barangsiapa di antara sakit atau bepergian jauh, hendaklah ia mengganti shaum pada hari-hari lain” (QS. Al-Baqarah (2) : 184)

Sedangkan dalil perempuan haid dan nifas adalah hadits dari ‘Aisyah yang termaktub dalam Shahih Muslim no. 335 dikatakan “ Kami dulu mengalami haidh, Kami diperintahkan untuk menqadha puasa dan kami tidak diperintahkan ntuk mengqadha’ shalat”

Pelunasan Hutang Berpuasa

Pelunasan hutang (qadha’) puasa Ramadan dikerjakan pada hari-hari yang diperbolehkan berpuasa, yaitu selain hari raya Idul Fitri, Idul Adha, dan hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah).  Para ulama fiqih sepakat bahwa qadha’ tersebut paling lambat harus dikerjakan pada bulan Sya’ban sebelum masuknya Ramadan tahun berikutnya. Hal itu berdasar hadits dari Aisyah RA, ia berkata;

كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ الشُّغْلُ مِنْ النَّبِيِّ أَوْ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Dahulu saya memiliki hutang shaum Ramadan, namun saya tidak bisa membayarnya kecuali pada bulan Sya’ban karena kesibukkan saya mengurus Rasulullah.” (HR. Bukhari no. 1950 dan Muslim no. 1146)

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani berkata, “Dari kesungguhan Aisyah RA untuk melunasi hutang puasa Ramadan pada bulan Sya’ban ini bisa disimpulkan bahwasannya tidak boleh menunda qadha’ puasa Ramadan sampai datangnya Ramadan tahun berikutnya.” (Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari, 4/239)

Mengganti atau meng-qadha puasa yang telah ditinggalkan pada Ramadan sebelumnya berarti membayar kewajiban yang pernah ditinggalkan. Oleh karena itu, walau sebenarnya yang dilakukan tidak bisa menyamai pahala dengan orang yang melakukannya di bulan suci, tapi paling tidak bisa menggugurkan kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh seorang Muslim.

Nah sahabat, maka bagi sobat yang masih mempunyai hutang berpuasa, bersegeralah untuk mengqadhanya. tidak terdapat dalil bolehnya mengundurkan qadha’ Ramadhan baik mengundurkannya karena ada udzur atau pun idak. Akan tetapi yang dianjurkan adalah qadha’ dilakukan dengan segera (tanpa ditunda-tunda) berdasarkan firman Allah Ta’ala yang memerintahkan untuk bersegera dalam melakukan kebaikan.

194 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini