Ketika Haji Wada’, Menjadi Momen Perpisahan Rasulullah Dengan Umatnya

Ketika Haji Wada’, Menjadi Momen Perpisahan Rasulullah Dengan Umatnya
sumber : The Chicago Monitor

Sahabat, tahukah tentang haji wada’? Ialah haji yang dikenal sebagai haji perpisahan antara Rasulullah dengan umatnya. Haji Wada’ sendiri dikerjakan pada tanggal 25 Dzulqaidah 10 H, setahun sebelum beliau wafat. Lalu, bagaimanakah momen haru yang terjadi pada peristiwa tersebut? Dan apa yang menjadi alasan Rasulullah melaksanakan haji wada’? Yuk simak cerita berikut.

Perjalanan Haji Wada’

Pada bulan Dzulqaidah tahun 10 H, mulailah Nabi SAW mempersiapkan diri untuk menunaikan haji yang pertama sekaligus yang terakhir dalam kehidupan beliau. Yang kemudian dicatat sejarah dengan istilah Haji Wada’. Rasulullah SAW mengajak seluruh kaum muslimin dari berbagai kabilah untuk menunaikan ibadah haji bersamanya. Ada sekitar 100.000 jamaah bahkan lebih.

Perjalanan dari Madinah menuju Makkah dilaksanakan pada empat hari terakhir di bulan Dzulqaidah. Kemudian, Rasulullah SAW menunaikan shalat zuhur dan sampai di Dzil Hulaifah sebelum asar. Di tempat itu, beliau menunaikan shalat asar dengan qashar, kemudian mengenakan pakaian ihram. Dan setelah 8 hari perjalanan, sampailah beliau di tanah kelahirannya, tanah suci Makkah. Dan Rasulullah SAW kemudian melaksanakan thawaf di Ka’bah dan berikutnya sa’I di antara bukit shafa dan marwa.

Momen Mengharukan

Setelah matahari terbit, beliau berangkat menuju Arafah dan menyampaikan khotbah “Kalian akan ditanya tentangku, apakah yang akan kalian katakana? Jawab para sahabat : “Kami bersaksi bahwa sesungguhnya engkau telah menyampaikan (risalah), telah menunaikan (amanah) dan telah menasehati. Maka ia berkata dengan mengangkat jari telunjuk kearah langit, lalu ia balikkan ke manusia : Ya Allah saksikanlah, Ya Allah saksikanlah, sebanyak 3 kali” (HR. Muslim)

Setelah khotbah, kemudian turunlah ayat dari Allah SWT yang berbunyi, “Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-Ridhai Islam itu menjadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah : 3)

Ketika agama itu sempurna, Nabi telah menunaikan tugasnya dengan segala ketabahan dan kesabaran. Seketika itu pula suasana yang menggembirakan berubah menjadi suasana yang mengharukan tatkala Rasulullah menyampaikan khutbahnya : “Wahai saudara-saudaraku, dengarlah dengan baik kata-kataku ini. Sesungguhnya aku tidak mengetahui, barangkali aku tidak akan berjumpa lagi dengan kalian dalam suasana seperti ini untuk selama-lamanya.”

Setelah Khutbah pun, kemudian Rasulullah melanjutkan rangkaian hajinya seperti mencukur rambutnya, melakukan thawaf ifadhah dan shalat zuhur di Mekkah dan bermalam di Mina. Pada tanggal 11 Dzulhijjah, saat matahari mulai tergelincir ke barat, beliau menuju jamarat untuk melempar jumrah. Kemudian, Rasulullah tetap menetap di Mina pada hari tasyrik ke-3 dan setelah itu menuju Makkah untuk melaksanakan thawaf wada’. Kemudian beliau langsung berangkat menuju Madinah. Berakhirlah sudah prosesi haji yang beliau lakukan.

 

 

 

 

Referensi : kisahmuslim.com

8 total views, 5 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini