Gedung Pencakar Langit Tertinggi Kedua Dunia, Setelah Burj Khalifa

Gedung Pencakar Langit Tertinggi Kedua Dunia, Setelah Burj Khalifa

Mecca Royal Clock Tower merupakan gedung pencakar langit tertinggi kedua dunia,  yang pada bagian puncaknya terdapat sebuah Jam Raksasa terbesar dunia. Mecca Royal Clock Tower merupakan salah satu menara pada bangunan Abraj Al-bait.

Gedung pencakar langit ini merupakan proyek raksasa di kota Makkah.  Letaknya tepat berada di sebrang pintu Abdul Aziz Masjidil Haram. proyek ini dibangun atas perintah Raja Abdullah bin Abdul Aziz. Lantas apa tujuan dari pembangunan gedung pencakar langit ini?.

Tujuan dari pembanguanan proyek ini merupakan sarana komersial yang terdiri atas pusat perbelanjaan, ruang konferensi, hotel, dan Apartment. Pembangunan proyek gedung ini juga merupakan bagian dari proyek perluasan Masjidil Haram. Oleh karena itu, pada bagian gedung ini, tersedia pula mushala yang sangat luas hingga mencapai kurang lebih 10.000 orang. Gedung Abraj al-Bait ini terdiri atas tujuh menara. Dan  Menara Mecca Royal Clock Tower inilah yang menjadi menara tertinggi di antara 6 menara lainnya. Menara tertinggi ini terletak ditengah-tengah bangunan gedung Abraj al-Bait. Dinamakan Mecca Royal Clock Tower, karena memang terdapat Jam Raksasa di bagian puncaknya.

Gedung pencakar langit ini (Mecca Royal Clock Tower) mempunyai struktur bangunan hotel setinggi 350 meter, ditambah dengan tinggi jam sekitar 251 meter, sehingga jika ditotal mencapai ketinggian 601 meter. Pada Mecca Royal Clock Tower terdiri atas 160 lantai, namun hanya 95 lantai yang difungsikan sebagai pusat perbelanjaan, ruang konferensi, dan hotel.  Adapun enam menara lainnya dinamai dengan Tower Hajar, Tower Zam zam, Tower Maqam, Tower Qiblah, Tower Marwah, dan Tower Shafa, serta difungsikan sebagai apartement.

Pada puncak menara Mecca Royal Clock Tower  terdapat jam raksasa di keempat sisinya, adapun Lebar pada masing-masing sisi adalah 43 meter, kecuali pada satu sisi yang lebarnya sekitar 39 meter. Untuk total berat jam tersebut mencapai 36.000 ton, dengan berat frame sekitar 12.000 ton. Dan untuk  mesin penggerak jarum jamnya memiliki berat 21 ton. Sedangkan berat jarum jamnya sekitar 6 ton.

Jam raksasa ini dihiasi dengan puluhan ribu lampu. Ada dua warna lampu yang digunakan, yaitu warna hijau dan warna putih. Lampu bewarna hijau digunakan saat malam hari. Sedangkan untuk yang berwarna putih digunakan pada siang hari. Total lampu yang menghiasi jam raksasa ini adalah 21.000 lampu. Lampu-lampu ini, dipasang untuk menerangi serta menghiasi jam raksasa ini.

Pada sisi atas jam raksasa ini, terdapat lafadz jalalah (lafadz Allah) yang merupakan lafadz Allah terbesar di dunia. Dengan lebar dan tingginya yang mencapai 23 meter. Dan lafadz Allah ini terbentang di ketinggian 550 meter dari dasar bangunan gedung Abraj al-Bait.

Kontruksi pembangunan Barj al-Bait ini dimulai pada tahun 2004, dan secara beransur-ansur seiring dengan perluasan Masjidil Haram, pembangunan Barj al-Bait ini selesai secara menyeluruh sekitar tahun 2012. Dan yang paling terakhir selesai adalah Menara Maqam.Meskipun secara total Gedung Barj al-Bait ini diselesaikan, bangunan ini diresmikan serta difungikan pada awal ramadhan 1431 H/ 21 Agustus 2010 M. Mega Proyek ini telah menelan biaya sekitar 6 Milyar Riyal Saudi atau sekitar  21 triliun Rupiah. (Rp. 21,339,225,284,282.40 / Kurs Hari ini).

Mecca Royal Clock Tower merupakan simbol utama dari proyek pembangunan tujuh menara. Hal ini dikarenakan mecca royal clock tower merupakan jam terbesar dan letakknya tertinggi di dunia, bahkan mengalahkan pesaingnya, yaitu jam big ben di inggris.

Mecca Royal Clock Tower berfungsi juga sebagai Mecca Mean Time (MMT) yang bertujuan menggantikan posisi Greenwich  Mean Time (GMT) yang telah berusia 126 tahun dan sebagai acuan dari 1.6 Miliar penduduk muslim di seluruh dunia.

Rihaal Umroh

www.SekolahUmroh.com

196 total views, 2 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini