Dialah Poros Umat Muslim Dunia, Bukan Untuk Disembah, Melainkan Sebagai Sarana Peribadatan Kepada-Nya.

Dialah Poros Umat Muslim Dunia, Bukan Untuk Disembah, Melainkan Sebagai Sarana Peribadatan Kepada-Nya.

۞جَعَلَ ٱللَّهُ ٱلۡكَعۡبَةَ ٱلۡبَيۡتَ ٱلۡحَرَامَ قِيَٰمٗا لِّلنَّاسِ وَٱلشَّهۡرَ ٱلۡحَرَامَ وَٱلۡهَدۡيَ وَٱلۡقَلَٰٓئِدَۚ ذَٰلِكَ لِتَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَأَنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ ٩٧

Artinya: “Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-ya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Maidah :97)

Ialah Ka’bah al-Musyarrofah, bangunan yang didirikan oleh Bapaknya para Nabi, yaitu Ibrahim Alaihi Salam. Dan anaknya, Ismail Alaihi Salam atas perintah Tuhannya, Allah ‘Azza wa Jalla.

Hal ini jelas terekam dalam sebuah Firman Allah, surat al-Baqarah[2]: 127

وَإِذۡ يَرۡفَعُ إِبۡرَٰهِ‍ۧمُ ٱلۡقَوَاعِدَ مِنَ ٱلۡبَيۡتِ وَإِسۡمَٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّآۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ١٢٧

Artinya:  “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Q.S. Al-Baqarah:127)

Ayat ini diperjelas dengan sebuah hadits Nabi Muhammad Saw. dalam periwayatan Imam Bukhari.

“Kemudian Ibrohim berkata: Wahai Ismail, sesungguhnya Allah SWT menyuruhku dengan suatu perkara. Ismail berkata: Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan Tuhanmu (‘Azza wa Jalla). Ibrohim berkata: “Maukah kau membantuku?”. “Aku akan membantumu”, jawab Ismail. “Sesungguhnya Allah memerintahkanku membangun di sini suatu rumah (Bait) sambil memberi isyarat kepada suatu gundukan tanah yang tinggi melebihi sekitarnya. Ibnu Abbas berkata: Maka disanalah mereka berdua meninggikan (membangun dasar-dasar Baitullah. Kemudian mulailah Ismail mendatangkan batu-batu sedang Ibrahim membangunnya sehingga ketika bangunan mulai tinggi ia datang dengan batu ini (Maqam Ibrahim) dan meletakkannya untuk Ibrahim. Lalu ibrahim pun berdiri di atasnya  dan membangun (Ka’bah), sedang Ismail menyodorkan batu-batu dan mereka berdua berkata: (”Ya Tuhan Kami, terimalah dari kami amalan kami, sesungguhnya Engkau lah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui”).

Apakah Ka’bah merupakan nama yang disebutkan Allah dan Nabi Ibrahim saat pembuatanya?. Kata Ka’bah berasal dari bahasa Arab yang berarti kubus, atau dalam terjemahan Arab lainnya, Ka’bah berarti Baitul al Muraba’ (bangunan bersegi empat), al-Uluw al-Murtafi’ah (bangunan yang muncul ke permukaan tanah). Atau juga dapat berarti al-Gurfatu (kamar-kamar). Jadi, Ka’bah bukanlah sebutan Allah SWT maupun Nabi Ibrahim, melainkan sebutan Umat Muslim karena bentuk bangunan Ka’bah yang berbentuk persegi. Adapun nama yang disebutkan Allah dalam al-Quran pada bangunan ini adalah, al-Bait, Baitullah, al-Bait al-Haram, al-Bait al-Atiq, dan Qiblat.

  1. Al-Bait

إِنَّ أَوَّلَ بَيۡتٖ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكٗا وَهُدٗى لِّلۡعَٰلَمِينَ ٩٦

Artinya: “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (Q.S. Ali Imron[3]: 96)

Ahli kitab mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitul Maqdis, oleh karena itu Allah membantahnya.

  1. Baitullah

وَإِذۡ جَعَلۡنَا ٱلۡبَيۡتَ مَثَابَةٗ لِّلنَّاسِ وَأَمۡنٗا وَٱتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبۡرَٰهِ‍ۧمَ مُصَلّٗىۖ وَعَهِدۡنَآ إِلَىٰٓ إِبۡرَٰهِ‍ۧمَ وَإِسۡمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيۡتِيَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلۡعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ ١٢٥

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim (tempat berdiri Nabi Ibrahim a.s. diwaktu membuat Ka’bah.) tempat shalat. dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (al-Baqarah[2]: 125)

  1. Al-Bait al-Haram

۞جَعَلَ ٱللَّهُ ٱلۡكَعۡبَةَ ٱلۡبَيۡتَ ٱلۡحَرَامَ قِيَٰمٗا لِّلنَّاسِ وَٱلشَّهۡرَ ٱلۡحَرَامَ وَٱلۡهَدۡيَ وَٱلۡقَلَٰٓئِدَۚ ذَٰلِكَ لِتَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَأَنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ ٩٧

Artinya: “Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-ya, qalaid. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Q.S. al-Maidah[5]: 97)

  1. Al-Bait al-Atiq

ثُمَّ لۡيَقۡضُواْ تَفَثَهُمۡ وَلۡيُوفُواْ نُذُورَهُمۡ وَلۡيَطَّوَّفُواْ بِٱلۡبَيۡتِ ٱلۡعَتِيقِ ٢٩

Artinya: “Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (ialah memotong rambut, mengerat kuku, dan sebagainya) yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar merekadan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).(Q.S. Al-Hajj [22]: 29)

  1. Qiblat

قَدۡ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجۡهِكَ فِي ٱلسَّمَآءِۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبۡلَةٗ تَرۡضَىٰهَاۚ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِۚ وَحَيۡثُ مَا كُنتُمۡ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ شَطۡرَهُۥۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ لَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعۡمَلُونَ ١٤٤

Artinya: “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit (mendoa dan menunggu-nunggu turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah), Maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu berada, Palingkanlah mukamu ke arahnya. dan Sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S. al-Baqarah [2]: 144)

lantas apa fungsi Bangunan ini, sehingga Allah mmerintahkan Nabi-Nya, yaitu Ibrahim Alaihi Salam dan Pytranya Ismail Alaihi Salam.???

salah satu tujuan didirikannya bangunan ini, selain untuk memperlihatkan sebuah ketaan Nabi Ibrahim terhadap Tuhannya. Bangunan ini, didirikan untuk menepis sangkaan kaum orientalis, dan kaum-kaum lain, yang menganggap bahwa kaum muslimin menyembah Ka’bah, padahal bukanlah Ka’bah yang umat Muslimin sembah, melainkan raba hadzal bait, yaitu Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam al-Quran.

 فَلۡيَعۡبُدُواْ رَبَّ هَٰذَا ٱلۡبَيۡتِ ٣

Artinya: “Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). (Q.S. Quraisy [106] : 3)

Bangungan ini juga menyanggah anggapan orang Yahudi yang menyatakan bahwa rumah yang paling mulia dan pertama adalah Baitul Maqdis di Palestina sebagai tempat dan sebagai kiblat para Nabi. Namun disanggah oleh Allah dalam surat Ali Imran: 96. Yang dimaksud dengan kalimat “yang pertama kali dibangun” adalah, bangunan yang pertama kali dibangun untuk sarana peribadatan atau berhaji, tempat yang penuh keberkahan dan penuh petunjuk dari Allah SWT bagi alam semesta.

Demikianlah Baitullah ini didirikan, bukan untuk disembah, melainkan sebagai sarana untuk sebuah peribatan menyembah Allah. Dan bangunan ini didirikan sebagai simbol dari ketaatan. Yakni ketaatan Nabi Ibrahim terhadap Allah ‘Azza wa Jalla.

Semoga kita semua diberikan pengetahuan. Makna dari serangkaian kegiatan Haji dan Umroh. Bukan untuk mengagungkan Makhluk Allah, atau sebuah bangunan. Akan tetapi untuk beribadah kepada-Nya dalam sebuah ketaatan yang total.

Rihaal Umroh

Sekolah Umroh

232 total views, 4 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini