Di Tempat Ini Aku Diutus dan Mendapat Perlindungan-Nya

Di Tempat Ini Aku Diutus dan Mendapat Perlindungan-Nya

Gua merupakan sebuah lubang alami yang terbentuk pada sebuah tanah atau bebatuan di Pegunungan atau Perbukitan. Biasanya gua digunakan sebagai sarang atau tempat persembunyian bagi binatang di alam liar. Namun di zaman purbakala gua juga digunakan oleh manusia sebagai tempat berlindung. Pada umumnya gua ini gelap, karena tidak ada pancaran cahaya yang menembus ke sela-sela dinding yang menutupinya, cahaya hanya dapat masuk dari pintu gua tersebut. namun tahukah kita, bahwa terdapat beberapa gua yang bernilai sejarah, khususnya bernilai bagi umat Muslim. Dua di antaranya adalah, sebagai berikut:

Jabal Nur

Jabal Nur merupakan salah satu nama gunung  yang terdapat di Kota Makkah , gunung ini terletak di bagian selatan kota Makkah, jaraknya sekitar 7 km dari Masjidil Haram. ketinggian dari gunung ini mencapai sekitar 2000 kaki, dan tinggi dari permukaan laut mencapai  621 meter, dan tinggi dari permukaan tanah sekitar 282 meter, Adapun untuk luas dari gunung ini mencapai 250 m2 .

Jabal Nur berasal dari dua kata bahasa Arab, “Jabal” dan “Nur”. Jabal berari Gunung dan Nur berarti cahaya. Dinamakan demikian karena di gunung inilah Rasulullah Saw menerima wahyu pertama. Sejak saat itu, nama Jabal Nur menjadi nama untuk gunung ini hingga saat ini. Peristiwa ini diketahui terjadi pada hari Senin malam tanggal 21 Ramadhan atau 10 Agustus 610 M, yang bertepatan pada saat Rasulullah Muhammad Saw berusia 40 tahun, 6 bulan dan 12 hari.

Pada gunung ini terdapat gua di puncaknya, ialah Gua Hira. Itulah kenapa gunung ini menjadi Istimewah, karena di Gua inilah tempat kontemplasi dan ibadahnya Rasulullah Saw. Sebelum beliau diutus sebagai Nabi. Dan ditempat ini pula, Rasulullah Saw menerima wahyu pertama, yaitu dengan diturunkannya Surat Al-Alaq : 1-5. Hal ini sebagaimana di jelaskan oleh Ibnu Katsir yang menyatakan bahwa, Malaikat datang menjumpai Nabi Muhammad Saw, dan menurunkan wahyu pertama yaitu surat al-Alaq: 1-5.

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ ١  خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ ٢  ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ ٣  ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ ٤ عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ ٥

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq: 1-5)

Gua Hira merupakan tempat yang bersejarah bagi umat muslim. Letaknya di puncak Jabal Nur. Pintu Gua Hira menghadap keutara, sehingga terlihat jelas sebagian pemandangan dari kota Mekkah. Panjang Gua Hira sekitar 3 m, sedangkan lebarnya sekitar 1.30 m dengan ketinggian 2 m. luasnya sendiri hanya cukup untuk dua orang melakukan sholat, dan di bagian kanan gua terdapat teras dari batu yang cukup lebar, cukup untuk digunakan shalat satu orang.

Jabal Tsur

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدۡ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذۡ أَخۡرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ثَانِيَ ٱثۡنَيۡنِ إِذۡ هُمَا فِي ٱلۡغَارِ إِذۡ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحۡزَنۡ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَاۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيۡهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٖ لَّمۡ تَرَوۡهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلسُّفۡلَىٰۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِيَ ٱلۡعُلۡيَاۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ٤٠

Artinya: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang Dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu Dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah.dan kalimat Allah Itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah : 40)

Ayat di atas merupakan ayat yang menceritakan tentang orang-orang kafir yang telah sepakat hendak membunuh Nabi Saw, dan Allah SWT memberitahukan maksud jahat orang-orang kafir itu kepada Nabi Saw. karena itu Maka beliau keluar dengan ditemani oleh Abu Bakar dari Mekah dalam perjalanannya ke Madinah beliau bersembunyi di suatu gua di Jabal Tsur.

Jabal Tsur merupakan salah satu bukit bersejarah yang berada di Makkah. Seperti letak Jabal Nur, Jabal Tsur Juga terletak di bagian selatan kota Makkah, atau sekitar 4 Km dari arah Masjidil Haram, ini berarti jarak antara Jabar Nur dan Jabal Tsur hanya berjarak berkisar 3 Km. Bukit ini, memiliki ketinggian sekitar 458 M dari permukaan tanah, dan mencapai ketinggian sekitar 748 M dari permukaan laut. penamaan Jabal Tsur sendiri karena bentuk bukit ini seperti Tsaur atau lembu yang berdiri menghadap arah selatan.

Sebagaimana terdapat pada Jabar Nur yang terdapat Gua di Puncaknya, pada Jabal Tsur juga terdapat gua di puncaknya. Di mana gua tersebut pernah menjadi tempat persembunyian Rasulullah Saw bersama Abu Bakar dalam Kejaran kafir Quraisy ketika Rasulullah Saw dan Abu Bakar hendak hijrah ke kota Madinah. Tinggi gua tersebut kira-kira sekitar 1.25 M, adapun panjang dan lebarnya sekitar 3,5 M. Goa ini memiliki dua pintu, yakni pintu sebelah timur dan pintu sebelah barat. Dan  pada pintu sebelah barat inilah yang digunakan pada saat itu oleh Rasulullah Saw tatkala ia berniat hijrah ke kota Madinah untuk menyebarkan Islam yang lebih kondusif.

Pada saat Rasulullah Saw dikejar oleh Kaum kafir Quraisy yang mengetahui rencana nabi untuk menyebarkan Islam agar lebih kondusif di kota Madinah, Allah SWT memberikan petunjuk kepada Rasulullah Saw melalui Malaikat Jibril untuk masuk kedalam gua tersebut. Dan di dalam gua ini Rasulullah Saw beserta sahabatnya yaitu Abu Bakar as-Shidiq, berlindung selama tiga hari tiga malam.

Upaya pengejaran yang dilakukan oleh sekelompok kafir Quraisy yang akan membunuh Rasulullah Saw menemui jalan buntu manakala mereka sampai di depan pintu gua. Dengan pertolongan Allah mereka terkecoh dengan keberadaan sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang menutupi jalan masuk ke gua. Seolah-olah gua tersebut tidak tersentuh oleh makhluk manapun. Dengan logika tersebut, kaum kafir Quraisy menghentikan pengejarannya, dan kembali ke kota Makkah.

Sumber: Encyclopedia of Islamic Civilization, Wikipedia

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Chat di WhatsApp