Dapat Keberkahan Tiada Henti di Bulan Ramadan. Mau?

Dapat Keberkahan Tiada Henti di Bulan Ramadan. Mau?

Sobat Rihaal – Bulan Ramadhan memang bulan yang tepat bagi kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Pasalnya, tiada seorangpun yang mengetahui kualitas puasa orang lain. Oleh karena itu, saatnya kita untuk terus berbuat baik di setiap kesempatan. Salah satunya adalah dengan menyiapkan menu berbuka untuk orang lain.

Seperti janji pahala yang Rasulullah SAW sebutkan.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

 “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”

Sementara Al Munawi rahimahullah menjelaskan bahwa memberi makan buka puasa seperti yang disebutkan diatas adalah bisa berupa makan malam, atau dengan kurma. Jika tidak bisa dengan itu, maka bisa pula dengan seteguk air.

Pengertian Takjil

Seringkali di masyarakat masih salah dalam mengartikan pengertian Takjil. Takjil itu sendiri berasal dari bahasa Arab ‘ajala-ta’jilan yang artinya bersegera berbuka puasa. Jadi ketika ada yang mengatakan ‘berbagi takjil’ maka salah jika diartikan dengan ‘berbagi makanan’.

Mengenai berbuka itu sendiri, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk segera berbuka puasa jika waktunya sudah tiba. Sedangkan untuk menu berbukanya, menurut hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi SAW bersabda, “sebaik-baik (menu) makan sahur seorang Mu’min adalah tamar (kurma) “

Kemuliaan Orang yang memberi makan berbuka

Di antara keutamaan lainnya bagi orang yang memberi makan berbuka adalah keutamaan yang diraih dari do’a orang yang menyantap makanan berbuka. Jika orang yang menyantap makanan mendoakan si pemberi makanan, maka sungguh itu adalah doa yang terkabulkan. Karena memang doa orang yang berbuka puasa adalah doa yang mustajab.

Nabi SAW pernah bersabda, “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terdzolimi.” Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya doa karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

Nah sobat, begitu mulianya orang yang dapat memberi makan orang yang berpuasa. Untuk itu, kita bisa memulainya juga dengan menyiapkan menu berbuka untuk orang-orang yang ada dirumah, ikut memberi sumbangan ke masjid-masjid atau bisa juga dengan ikut menyumbang di “2000 Kebaikan Untuk Berbuka” yang diadakan oleh Rihaal.

Seorang yang semangat dalam kebaikan pun berujar, “Seandainya saya memiliki kelebihan rizki, di samping puasa, saya pun akan memberi makan berbuka. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Sungguh pahala melimpah seperti ini tidak akan saya sia-siakan. Mudah-mudahan Allah pun memudahkan hal ini.”

110 total views, 5 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini