Cukuplah Ridho Dari Ibu Yang Akan Membawaku Ke Surga

Cukuplah Ridho Dari Ibu Yang Akan Membawaku Ke Surga

۞وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًاۚ إِمَّا يَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفّٖ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلٗا كَرِيمٗا ٢٣

Artinya: “ Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia.” (Q.S. al-Isra’ : 23)

Inilah Kisah Uwais al-Qarni, pemuda yang tidak dikenal penduduk bumi, namun sangat dikenal penduduk langit.

Apa keistimewahnya ? Sehingga dia sangat dikenal oleh penduduk langit? Padahal penduduk bumi saja tidak mengenalnya. Bahkan Rasulullah mengistimewahkan dalam sebuah riwayat hadits, Rasulullah berpesan kepada dua sahabatnya, yakni Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khattab untuk dimintakan ampunan kepada Allah melaluinya (Uwais al-Qarni). Mengapa doanya begitu dimakbulkan oleh Allah?

Uwais al-Qarni adalah pemuda yatim kelahiran Yaman, kehidupannya penuh keterbatasan. Ia hanya tinggal dengan ibunya yang sudah tua dan lumpuh.Ia tidak hanya taat atas perintah Allah, namun ia juga taat terhadap ibunya. Bahkan setiap apa yang ibunya minta, ia penuhi dengan suka rela dan segera melaksanakannya. Termasuk saat ibunya meminta pergi haji.

Saat ibunya meminta pergi haji, Uwais al-Qarni kalut dan bingung. Karena untuk melakukan ibadah haji dari Yaman, memerlukan pembekalan yang tidak sedikit, karena membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang cukup jauh untuk sampai ke Makkah. Sedangkan Uwais hanyalah pemuda miskin yang bekerja sebagai pengembala kambing. Namun, kecintaan Uwais kepada ibunya yang begitu besar serta ketaatan terhadap sang ibu, Uwais pun mencari cara agar dia bisa mengabulkan permintaan sang ibu dan tidak mengecewakannya. Lalu muncullah ide, ia membuat kandang untuk seekor anak lembu miliknya di puncak bukit. Untuk memberikan makan lembu ia menggendongnya turun ke bawah bukit. Begitupun saat lembu dikembalikan ke dalam kandangnya. Ia gendong lembu tersebut sampai ke puncak bukit. Hal itu selalu ia lakukan setiap hari selama delapan bulan.

Sampai saat musim haji tiba, bobot lembu tersebut telah mencapai 100 kg. Dan badan Uwais pun menjadi lebih berotot dan kuat. Dan latihan ini sengaja ia lakukan untuk melatih tubuhnya agar mampu menggendong ibunya selama melakukan perjalan jauh, yaitu perjalanan haji dari Yaman ke Makkah. Kemudian, berangkatlah Uwais dan ibunya untuk menunaikan ibadah haji.

Setibanya Uwais dan Ibunya di Makkah, Uwais kembali menggendong ibunya dengan tegap untuk melakukan thawaf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah dapat berkunjung dan melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah ibu dan Uwais berdoa.

Uwais al-Qarni berdoa: “Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,”. Mendengar doa Uwais, ibunya terheran dan bertanya: “Bagaimana dengan dosamu?”. Uwais menjawab, “Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga.”

Subhanallah, itulah keinginan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunia kepadanya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakitnya. Hanya tertinggal bulatan putih di kedua telapaknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakannya? itulah tanda untuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat utama Rasulullah SAW untuk mengenali Uwais.

Dari kisah ini kita belajar, betapa Allah memuliakan hambaNya, yang taat kepada kedua orang tuanya, yang mencintai kedua orang tuanya, dan yang berakhlak karimah kepada kedua orang tuanya.

Yuk kita sama-sama perbaiki akhlak kita terhadap kedua orang tua kita. cintai dan sayangi mereka, dan bertutur kata lembut terhadap mereka. Dan doakanlah yang terbaik untuk keduanya. Karena itulah salah satu amal jariyah yang mereka punya (anak sholeh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya)

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

132 total views, 2 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini