Cintanya Membawaku Kepada Islam

Cintanya Membawaku Kepada Islam

Namanya Umaimah binti Shubaih bin al-Harits yang juga dikenal sebagai Ummu Abu Hurairah ra, dialah ibunda dariAbu Hurairah ra seorang perawi yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi Muhammad Saw.

Abu Hurairah ra. sangat terkenal di kalangan para ahli hadits.Tak hanya karena merupakan perawi hadits  yang paling banyak meriwayatkan hadits, yaitu meriwayatkan 5.374 hadits, dia juga merupakan sahabat yang selalu berada di samping Nabi Muhammad Saw. Tercatat lebih dari 800 orang perawi dari kalangan sahabat dan tabi’in telah meriwayatkan hadits darinya. Beberapa di antara mereka yaitu Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Anas bin Malik, dan lain-lain.

Abu Hurairah merupakan pemuda yang berasal dari kabilah Bani Daus dari Yaman. Ia lahir 21 tahun sebelum hijrah. Abu Hurairah masuk Islam, saat Thufail ibn Amr yang merupakan seorang pemimpin Bani Daus kembali ke kampungnya setelah bertemu dengan Nabi Muhammad Saw. dan menjadi seorang muslim. Kemudian ia menyerukan kepada ummatnya untuk masuk Islam. Mendengar hal itu, Abu Hurairah segera menyatakan ketertarikannya untuk masuk Islam. Tepat pada bulan Muharram Abdurrahman bin Shakhr al-Azdi, atau dikenal dengan nama Abu Hurairah ra memeluk Islam. Ia datang kepada Rasulullah Saw dan menyatakan masuk Islam pada tahun 7 Hijriah. Sayangnya, langkah ini tak diikuti oleh ibu kandungnya, Umaimah binti Shubaih bin al-Harits.

Abu Hurairah ra. merupakan seorang anak yatim. Ia telah ditinggal ayahnya ketika ia masih kecil. Ia besar dalam asuhan ibunya, ia tumbuh menjadi pemuda dengan kecemerlangan otak yang luar biasa. Oleh karena itu, ia disebut juga sebagai gudang pengetahuan umat Muslim.

Umaimah sangat mencintai Abu Hurairah ra., begitu juga sebaliknya. Namun, cintanya pada sang anak tak menggerakkan hatinya untuk memeluk Islam sebagaimana yang telah dilakukan Abu Hurairah ra. Bagaimanapun Abu Hurairah ra.  mengajak ibunya pada keagungan Islam, ibunya selalu menolak. Namun, Abu Hurairah tak pernah bosan. Ia terus berdakwah kepada ibunya. Ibunya pun juga tak segan untuk terus menolak. Hal ini menimbulkan kesedihan di hati Abu Hurairah ra.

Suatu hari, kesedihan di hati Abu Hurairah ra memuncak. Karena  ibunya enggan mendengar ajakannya yang tiada henti. Bahkan di suatu waktu sang ibu mengucapkan kalimat buruk tentang Rasulullah Saw. dan kalimat itu sangat dibencinya.

Kesedihan Abu Hurairah ra semakin mendalam. Sembari menangis ia pergi menemui Rasulullah Saw. Ia pun mengadukankepada sang Rasul kejadian yang baru saja dialaminya. Dan ia meminta didoakan Rasulullah “Wahai Rasulullah Saw! Mohonkan kepada Allah agar Dia memberikan hidayah kepada ibuku,” pintanya kepada Nabi Muhammad Saw.

Rasulullah Saw. memenuhi permintaan Abu Hurairah ra. Ia berdoa kepada Allah SWT agar Ummu Abu Hurairah ra diberikan hidayah.

Mendengar itu, Abu Hurairah ra merasa lebih tenang. Ia kembali ke rumahnya dengan penuh suka cita. Ia tak sabar ingin mengabarkan kepada ibunya doa Rasulullah Saw tersebut.

Sampai di depan pintu, Abu Hurairah ra. tertegun. Ia mendapati pintu terkunci rapat. Mendengar langkah kaki Abu Hurairah ra. yang terhenti di depan pintu, ibunya berkata, “Wahai Abu Hurairah ra, tetaplah engkau di luar,” kata Umaimah.

Sejenak Abu Hurairah ra. mendengar gemericik air. Tak lama kemudian, sang ibu pun membuka pintu. Ia tampak memakai baju dan kerudung. Tiba-tiba ia berkata, “Wahai Abu Hurairah ra.! Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah,” ucapnya tanpa disangka-sangka.

Abu Hurairah ra serta merta mengucapkan takbir. Allahu Akbar!!! Allahu Akbar!!! Allahu Akbar!!! Air matanya tak terbendung. Membasahi pipinya. Doa Rasulullah SAW begitu cepat terkabul.

Abu Hurairah ra. kembali berlari kepada Rasulullah SAW sembari menangis. Kali ini air matanya meneteskan air mata bahagia. Dengan wajah ceria, ia menceritakan perihal keislaman ibunya kepada Rasulullah Saw. Ia pun meminta agar Rasulullah Saw mendoakan ibunya kembali. Ia ingin ibunya selalu disayangi oleh setiap orang beriman.

Seketika Rasulullah Saw. berdoa untuk Abu Hurairah ra. Beliau berdoa: “Wahai Allah! Jadikanlah hamba-Mu ini dan ibunya disayangi oleh setiap orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan,”.Doa itu pun terkabul. Ummu Abu Hurairah ra. begitu disayangi oleh orang-orang di sekitarnya. Ia dikenal sebagai wanita yang dermawan dan murah hati.

Suatu hari Abu Hurairah ra. duduk bersama Humaid bin Malik bin Khaitsam di Aqiq. Tiba-tiba, serombongan orang singgah di sana. Ia meminta Humaid datang kepada Umaimah dan menyampaikan salamnya. “Berikanlah kami makanan,” kata salah seorang dari rombongan, ditirukan oleh Humaid ketika sampai di depan ibu Abu Hurairah ra.

Ummu Abu Hurairah ra kemudian memberikan tiga buah roti, minyak, dan garam dalam sebuah nampan. Ia meletakkannya di atas kepala Humaid. Humaid pun mengantarkan makanan dari Umaimah kepada rombongan. Diletakkannya semua makanan tersebut di hadapan mereka.

“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita kenyang dengan makan roti, yang sebelumnya kita tidak punya makanan apa-apa kecuali aswadain, yaitu kurma dan air,”  ucap salah seorang dari rombongan tersebut.

Subhanallah…..

11 total views, 10 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini