Cerita Sahabat Merancang Umroh Sendiri

Cerita Sahabat Merancang Umroh Sendiri

Awalnya saya dapat link masuk room WA “Merancang Umroh 2018” dari seorang teman, sekitar awal April 2017. Tadinya tidak terlalu saya perhatikan karena waktunya masih jauh. Terlebih, pas saya sempat lihat, pengelolanya sedang mengantar jamaah ke tanah suci, jadi masih harus menunggu beliau berdua (Ustadz @⁨Agus Mohammad⁩ dan Ustadzah @⁨Rita Sekolahumroh.com⁩) kembali ke tanah air untuk bisa memberikan gambaran detail tentang merancang umroh ini.

 

Ternyata, belum sampai tiba di tanah air, mereka sudah menepati komitmennya untuk berbagi seluk beluk merancang dan mengelola umroh sendiri. Bahkan bukan hanya rute serta caranya, mereka juga buka-bukaan terhadap harga setiap item yang berpengaruh pada penentuan biaya umroh. Istri saya sampai kaget ketika saya tunjukkan perhitungannya lalu berkomentar, “Terus travel umrohnya dapat apa?” 😀

 

Dari situlah muncul simpati terhadap Rihaal, walaupun saya tidak terlalu kenal sang pengelola, kecuali bahwa suami istri pemilik sama-sama alumni ITS.

 

Qodarullah, ketika beberapa anggota room ini aktif memantau harga tiket pesawat Indonesia-Arab Saudi, ternyata ada yang dapat info harga yang sangat miring (Pak @⁨Jafrianto Wiza (Rian JW)⁩ kalau tidak salah). Pakai Air Asia dari Kualalumpur (AAX), hanya 6 juta pp. Ditambah tiket Jakarta atau kota lainnya ke KL, maksimal hanya 7 jutaan. Kalau dimasukkan hitungan biaya visa plus land arrangement/LA (hotel, bus, muthowwif, katering) jatuhnya tidak sampai 15 juta. Apalagi Rihaal dengan entengnya waktu itu (bisa jadi ada perubahan sekarang setelah dievaluasi) tidak mewajibkan untuk memakai perlengkapan standar dari pihak travel seperti kopor, kain ihrom/mukena, serta hal lain seperti yang biasa kita dapatkan jika menggunakan jasa biro travel lain. Akhirnya harga bisa semakin hemat… (maaf ini buka kartu ya Ustadzah @⁨Rita Sekolahumroh.com⁩ 😊).

 

Walhasil, karena total jendral hanya dikenakan biaya 14 jutaan, itupun yang segera harus disiapkan hanya biaya tiket pesawat sekitar 7 juta, maka sayapun bersemangat untuk mengajak istri dan anak pertama, karena memang sudah berjanji untuk memberikan hadiah umroh atas prestasinya. Ketika saya tawarkan kepada Ibu saya (sudah cukup sepuh, usia 65 tahun) ternyata juga bersemangat untuk ikut. Termasuk saat saya tawarkan kepada adik ipar yang belum pernah umroh. Bertekad untuk berangkat berdua, “munpung murah Mas, nanti bisa dicarikan pinjaman”. Langsung saja saya daftar untuk 6 orang. Walaupun uangnya baru cukup untuk tiket saja. Karena niat awalnya kan sesuai judul room ini, Merancang (untuk) Umroh (tahun depan) (2018) 😁

 

Alhamdulilah, dengan semangat bonek serta keyakinan bahwa Allooh SWT pasti akan membantu niat baik kami untuk memenuhi panggilannya ke rumah-Nya, kami berhasil memegang tiket Jakarta-Kualalumpur-Jeddah pp. Tapi…selanjutnya bagaimana? Uang untuk visa dan LA belum ada. Bahkan 3 orang di antara kami belum punya paspor. Padahal waktunya tinggal 3 pekanan. Posisi saya, Ibu, dan istri di Surabaya. Adik ipar dan suaminya di Jalarta, anak kami di Bogor. Ketiga orang terakhir inilah yang belum berpaspor. Nah, perjuangan berbasis tawakkal dimulai…

 

Akan cukup panjang lagi ceritanya. Karena prosesnya ternyata cukup berbelit. Jika domisili anak tidak sama dengan kami (sesuai KK) diperlukan syarat tertentu. Singkatnya, paspor alhamdulillah selesai sekitar sepekan sebelum berangkat. Lalu langsung kami setorkan ke Rihaal, dan besoknya sudah langsung dapat stempel visa dari Kedubes Arab Saudi. Alloohu Akbar! Akhirnya bisa berangkat walaupun tadinya pikiran campur aduk karena ada kendala yang tidak terpikirkan sebelumnya.

 

Untuk biayanya pun, alhamdulillah di awal Mei, bisnis kami mendapat hasil cukup banyak sehingga bisa untuk membayar kekurangan biaya ke Rihaal.

 

Tepat tanggal 15 Mei, kamipun pergi bersama 22 rombongan Umroh Dadakan by Rihaal. Dan alhamdulillah semua berjalan lancar serta nyaman. Hampir tak ada bedanya dengan rombongan umroh yang biayanya bisa 2x lipat kami. Dan kami yakin, tim Rihaal akan mendapatkan balasan terbaik dari Allooh SWT atas segala pelayanannya kepada kami walaupun tidak mendapatkan keuntungan finansial seperti yang seharusnya.

 

Demikian sekelumit testimoni saya atas umroh dadakan yang dibuat Rihaal pertengahan tahun kemarin. Baru saya tulis ba’da Subuh ini karena ini berbagi semangat bahwa umroh itu tidak selalu sulit dan mahal. Terlebih ada Rihaal 👍🏻🤣

 

Alhamdulilah. Sekali lagi terima kasih kepada semua tim Rihaal. Juga kepada teman serombongan seperti Pak @⁨Agung Nugroho⁩ dan Bu Dokter @⁨meilina⁩, Pak @⁨Jafrianto Wiza (Rian JW)⁩, dan lainnya. Semoga unroh kita mabrur. Dan bisa berangkat bareng lagi. 🙏🏻

941 total views, 10 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini