Ia Tidak Akan Adzan Kecuali Setelah Terbit Fajar

Mayoritas muslim ketika ditanyakan tentang “siapakah muadzin Rasulullah?”. Dengan serempak pasti kita akan menjawab Bilal bin Rabah. Karena dialah muadzin pertama dalam Islam. Namun tahukah kita, nama lain yang disebutkan Rasulullah sebagai muadzinnya?. Mungkin sebagian kita mengetahuinya, namun sebagian besar lainnya asing dengan namanya. Siapa kah dia?

Dialah Abdullah ibn Ummi Maktum, salah seorang sahabat Rasulullah Saw yang termasuk di antara golongan As sabiqunal awwalun (orang-orang yang pertama memeluk Islam). Nama Abdullah, bukanlah nama dia yang sebenarnya, melainkan nama pemberian dari Rasulullah Saw. Lantas siapakah nama aslinya. Sebagian  berpendapat, bahwa nama aslinya adalah Umar, sedangkan sebagian lainnya mengatakan, bahwa Amr lah nama aslinya. Namun semua sepakat bahwa nasab Abdullah bin Ummi Maktum adalah Ibnu Qays bin Zaidah bin al-Usham, yang berarti bahwa Abdullah memiliki kedekatan nasab dengan Ummul Mukminin Khadijah ra. di mana ibu Khadijah ra merupakan saudara dari ayah Abdullah bin Ummi Maktum, Qays bin Zaidah.

Bilal bin Rabah dan Abdullah bin Ummi Maktum radhiallahu ‘anhuma, memiliki waktu khusus untuk mengumandangkan adzan. Bilal bin Rabah diperintahkan adzan pada waktu shalat tahajud, sedangkan Abdullah bin Ummi Maktum adzan pada saat datangnya waktu shalat subuh. Demikian sebagaimana diriwayatkan dari Ummul Mukminin, Aisyah ra.;

عن عائشة رضي الله عنها: ” أن بلالا كان يؤذن بليل, فقال رسول الله صلي الله عليه و سلم : كلوا و اشربوا حتي يؤذن ابن ام مكتوم, فإنه لا يؤذن حتي يطلع الفجر

Artinya:” Sesungguhnya Bilal adzan pada waktu (sepertiga) malam. Karena itu, Rasulullah Saw bersabda, makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum adzan. Karena ia tidak akan adzan kecuali setelah terbit fajar (masuk waktu shubuh).”

Selain sebagai muadzin Rasulullah Saw, Abdullah bin Ummi Maktum juga merupakan orang kepercayaan Rasulullah Saw. ketika Rasulullah Saw, sedang melakukan perjalanan (safar) ke medan perang, Rasulullah Saw selalu mengangkat Abdullah bin Ummi Maktum menjadi wali kota Madinah menggantikan beliau yang sedang melakukan safar. Sejarah mencatat, setidaknya 13 kali Rasulullah Saw mengangkat Abdullah Ibn Ummi Maktum sebagai wali kota sementara di kota Madinah.

Lebih lanjut, mengenai Abdullah Ibn Ummi Maktum. Dikisahkan bahwa Allah SWT menjadi saksi atas kecintaan Abdullah Ibn Ummi Maktum yang sangat tinggi terhadap Al-Quran dan Sunnah Nabi –Nya. Berikut kisahnya;

Dikisahkan pada masa permulaan dakwah Islam di Makkah, Rasulullah Saw sering mengadakan dialog dengan para pembesar Quraisy, dengan sebuah harapan para pembesar Quraisy mau menerima dan memeluk Islam. Suatu ketika Rasulullah Saw berjumpa dengan Utbah bin Rabbah, Syaibah bin Rabi’ah, Amr bin Hisyam (Abu Jahal), Umayyah  bin Khalaf dan Walid bin Mughirah (ayah dari Khalid bin Walid), untuk melakukan diskusi tentang Islam. Harapan Rasulullah dari mereka adalah agar mereka mau menerima Islam bahkan memeluknya, agar tidak ada lagi penganiayaan terhadap sahabat-sahabat Rasulullah Saw.

Sesaat ketika sedang berlangsung diskusi, tiba-tiba datanglah Abdulllah bin Ummi Maktum, untuk meminta dibacakan oleh Rasulullah Saw ayat-ayat al-Quran serta diajarkan kepadanya tentang Islam .

Abdullah mengatakan, “Wahai Rasulullah Saw, ajarkanlah kepadaku ayat-ayat yang telah diajarkan Allah kepadamu.”

Karena bagi Rasulullah Saw, diskusi ini penting. Rasulullah Saw tidak memperdulikan permintaan Abdullah Ibn Ummi Makum. Dan karena ketibaan dari Abdullah mendadak dan sedikit mengganggu, membuat Rasulullah acuh dan membelakangi Abdullah, kemudian melanjutkan diskusinya dengan para pembesar Quraisy.

Namun seusai beliau dan para pembesar Quraisy berdiskusi, dan Rasulullah Saw hendak pulang . Tiba-tiba penglihatan Rasulullah Saw gelap dan kepala beliau terasa sakit seperti kena pukul. Kemudian Turunlah Wahyu yang disampaikan oleh Jibril ke dalam hati Rasulullah Saw.

عَبَسَ وَتَوَلَّىٰٓ ١ أَن جَآءَهُ ٱلۡأَعۡمَىٰ ٢  وَمَا يُدۡرِيكَ لَعَلَّهُۥ يَزَّكَّىٰٓ ٣ أَوۡ يَذَّكَّرُ فَتَنفَعَهُ ٱلذِّكۡرَىٰٓ ٤  أَمَّا مَنِ ٱسۡتَغۡنَىٰ ٥ فَأَنتَ لَهُۥ تَصَدَّىٰ ٦  وَمَا عَلَيۡكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ ٧  وَأَمَّا مَن جَآءَكَ يَسۡعَىٰ ٨  وَهُوَ يَخۡشَىٰ ٩ فَأَنتَ عَنۡهُ تَلَهَّىٰ ١٠  كَلَّآ إِنَّهَا تَذۡكِرَةٞ ١١  فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ ١٢ فِي صُحُفٖ مُّكَرَّمَةٖ ١٣  مَّرۡفُوعَةٖ مُّطَهَّرَةِۢ ١٤  بِأَيۡدِي سَفَرَةٖ ١٥  كِرَامِۢ بَرَرَةٖ ١٦

Artinya: “Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,karena telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),atau Dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, Maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau Dia tidak membersihkan diri (beriman). Dan Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), sedang ia takut kepada (Allah), Maka kamu mengabaikannya. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, Maka Barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya, di dalam Kitab-Kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan Para penulis (malaikat),yang mulia lagi berbakti. (Q.S. Abbasa [80]: 1-16)

Enam belas ayat inilah bentuk teguran dari Allah SWT kepada Rasulullah Saw atas perilakunya terhadap Abdullah Ibn Ummu Maktum. Semenjak peristiwa ini, Rasulullah Saw semakin memuliakan Abdullah Ibn Ummi Maktum.

Dari sinilah kita belajar tentang sosok Abdullah Ibn Ummi Maktum, Muadzin Rasulullah, yang kecintaannya terhadap al-Quran dan Sunnah Rasulullah disaksikan oleh Allah.

Sumber: kisah Muslim, islam story

Rihaal Umroh

www.sekolahumroh.com

(more…)

195 total views, 1 views today

2 Comments

Tidak Ada Lagi Artikel

Tidak Ada Lagi Artikel

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini