Bolehkah Kita Tidur Saat Sedang Melaksanakan I’tikaf?

Bolehkah Kita Tidur Saat Sedang Melaksanakan I’tikaf?

Sobat Rihaal – ada yang bertanya, apakah kita diperbolehkan untuk tidur di masjid dalam masa I’tikaf? Menurut pendapat para ulama, orang yang beri’tikaf dibolehkan tidur di masjid dalam masa I’tikaf. Diantara dalilnya adalah sebagai berikut:

Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدْخُلُ الْبَيْتَ إِلَّا لِحَاجَةِ الْإِنْسَانِ

“Rasulullah SAW ketika I’tikaf sama sekali tidak masuk rumah, kecuali karena menunaikan hajat manusia. (HR. Muslim 297).”

Rasulullah SAW beri’tikaf selama 10 hari, maka dari hadits di atas dapat diambil mafhum bahwa Rasulullah SAW tidur di masjid. Sebagian Hanabilah berpendapat bahwa sebaiknya tidak tidur kecuali bila ketiduran. Ringkasnya, tidur hukumnya boleh selama beri’tikaf namun jangan sampai terlalu banyak tidur karena hakikat I’tikaf adalah menyibukkan diri dengan beribadah dengan Allah Ta’ala.

Berapa lama minima ber-I’tikaf?

Sobat, menurut pendapat para ulama tentang lamanya waktu beri’tikaf adalah sebagai berikut:

  • Satu hari atau satu malam. Ini merupakan pendapat Abu Hanifah, sebagian Malikiyyah, salah satu pendapat Syafi’iyyah
  • Sehari semalam. Ini merupakan pendapat Malikiyyah.
  • Sepuluh hari. Ini merupakan pendapat Imam Malik
  • Beberapa saat (sebentar). Ini merupakan pendapat Jumhur Ulama

Lalu mana yang paling benar dari ke empat pendapat diatas?

Yang benar adalah pendapat pertama. Yaitu batas minimal I’tikaf adalah sehari atau semalam. Hal ini terungkap berdasarkan hadits riwayat Imam Bukhari.

“Umar berkata: ‘wahai Rasulullah, di masa Jahiliyyah aku pernah bernadzar untuk beri’tikaf satu malam di masjidil haram.’ Rasulullah bersabda: ‘Penuhi nadzarmu” (HR. Bukhari no. 6697)

Rasulullah SAW mengizinkan Umar beri’tikaf hanya semalam saja, dan itu sudah cukup untuk memenuhi nadzarnya. Ini adalah batas minimal I’tikaf syar’an, baik I’tikaf sunnah amaupun I’tikaf wajib karena tidak ada dalil yang membedakan keduanya dalam masalah batas minimal.

 

Sumber: kangaswad.wordpress.com

112 total views, 2 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini