Bersedekah Dengan Air? : Berikut Fakta Dibalik Telaga-Telaga Bersejarah di Kota Madinah

Bersedekah Dengan Air? : Berikut Fakta Dibalik Telaga-Telaga Bersejarah di Kota Madinah
photo by google

 

Banyak kisah dibalik telaga-telaga bersejarah yang ada di kota Madinah. Seperti yang kita ketahui, Madinah terletak di tengah-tengah oasis (lembah) yang subur. Cuaca di madinah disifatkan sebagai cuaca yang sangat panas pada musim panas. Banyak terdapat sumber air yang ada di Madinah salah satunya berasal dari Telaga. Berikut beberapa telaga bersejarah yang ada di kota Madinah:

1. Telaga Budha’ah

Telaga atau Sumur Budha’ah adalah salah satu telaga bersejarah di Madinah yang dimiliki oleh kaum Bani Sa’idah. Letaknya berada di utara Saqifah, dibelakang Masjid Nabawi di sekitar kawasan Bab Asy-Syami.
Diriwayatkan oleh Ibnu Syabbah bahwa ia pernah mengambil air dari telaga tersebut menggunakan tangannya yang kemudian diberikan kepada Rasulullah untuk diminum. Rasulullah juga berwudhu di telaga tersebut. Dari Telaga ini pula Rasulullah mengemukakan satu hukum bahwasannya air senantiasa suci selama tidak ada yang berubah dari zatnya, yang disebabkan oleh benda-benda najis.
Akibat adanya penerbitan pusat kota Madinah, telaga inipun pun dihancurkan untuk keperluan pengggalian di sekitar Masjid Nabawi.

2. Telaga As-Suqya’

Telaga bersejarah yang satu ini mempunyai air yang sangat jernih sehingga dapat langsung diminum. Berlokasi di tanah milik Saad bin Abi Waqqas as. Sebelumnya tanah ini dikenal sebagai Falahan. Pada awalnya telaga ini merupakan kepunyaan Malik bin Anas, ayah Anas bin Malik, kemudian dibeli oleh Sa’ad.
Sekarang, telaga As-Suqya sudah tidak ada lagi dikarenakan bagian atasnya telah dijadikan jalan raya menuju kea rah Makkah. Lokasi saat ini berdekatan dengan stasiun Kereta api Anbariyah.

3. Telaga Ha’

Dikisahkan ketika turun ayat Al-Quran yang menganjurkan agar orang-orang kaya memberi nafkah dan sedekah dari harta yang mereka cintai kepada fakir miskin, Abu Thalhah Al-Ahsari Al-Khadraj segera menghadap Rasulullah lantas berkata, “Telaga ini merupakan salah satu harta yang paling dicintainya, dan hari ini, harta yang aku sayangi ini aku serahkan untuk kepentingan kaum Muslim”
Dan kemudian Rasulullah menyarankan kepadanya agar memberikan telaga tersebut kepada keluarganta yang terdekat.

Sejatinya, telaga ini adalah milik Abu Thalhah Al-ahsari Al-Khadraj, salah seorang sahabat ‘Anshar. Telaga ini berada di sebelah utara kawasan bab Al-Majidi, berdekatan dengan masjid Nabawi. Namun, seiring perkembangan kota Madinah, telaga inipun juga ikut dihancurkan dan digantikan untuk pembuatan masjid.

4. Telaga Aris atau Khatam

Ada banyak kisah dibalik Telaga Khatam ini. Suatu hari ada seorang peladang bernama Abu Musa Al-Asy’ari yang ingin sekali menjadi pengawal baginda Rasulullah. Abu Musa mencari-cari dimana keberadaan Rasulullah dan ia pun menemukan Rasulullah sedang duduk di pinggir telaga.
Dikisahkan bahwasannya Abu Musa kemudian menjadi seorang penjaga pintu telaga tersebut untuk menunggu saudaranya sekaligus menunggu sahabat nabi. Kemudian datanglah Abu Bakar as-Siddiq, Umar bin Al-Khattab, dan Utsman bin Affan. Rasulullah mengabarkan kabar gembira kepada mereka bertiga, jika mereka adalah ahli syurga dengan sebab musibah dan fitnah yang akan menimpa mereka.
Diceritakan pula, jika rasulullah memberikan cincin kepada Abu Bakar As-Siddiq, kemudian cincin itu diwariskan ke Umar bin Khattab, dan berlanjut ke Utsman bin Affan. Namun, suatu ketika, Utsman menjatuhkan cincin tersebut kedalam telaga. Ia pun mencari cincin tersebut namun tidak ditemukan.
Sejak peristiwa itulah, mengapa telaga tersebut akhirnya diberi nama “Telaga Khatam” yang beraryi cincin.
Saat ini, telaga Khatam juga sudah tidak ditemukan karena sudah dibangun jalan raya yaitu njalan di sebelah barat Masjid Quba’

Baca juga : Melihat Keindahan Kota Konmya Dari Atas Bukit Aladdin

5. Telaga Al-Ghars

Berlokasi di sebelah timur Masjid Quba’ dan dikelilingi oleh pohon-pohon kurma membuat telaga ini menjadi salah satu telaga yang sering dikunjungi oleh baginda Rasulullah SAW. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Sayyidina Alin bin Abi Thalib bahwa rasulullah bersabda “ Apabila aku mati, mandikanlah aku dengan tujuh timba air dari Telaga Al-Ghars”
Dahulu, Rasulullah selalu meminum air dari telaga ini. Sekarang, telaga Ghars sudah tidak ada lagi.

6. Telaga Ar-Rumah

Telaga ini dikenal juga dengan nama Telaga Utsman. Dikisahkan juga dahulu, telaga ini merupakan milik orang Yahudi yang kemudian menjual air dari telaga tersebut kepada orang-orang Muslim. Ketika Rasulullah telah sampai di Madinah, tidak ada air yang layak untuk di minum kecuali dari telaga tersebut.
Kemudian Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang membeli Telaga Ar-Rumah ini dan mewakafkan airnya kepada kaum Muslim, maka dia akan diberikan pahala sebanding setiap timbaan air yang disedekahkan itu dan kelak dia akan meminum air di dalam surga”
Singkat cerita, orang Muslim yang akan mengambil air dari telaga tersebut, harus membayar 12.000 dirham. Lalu Sayyidina Utsman bin Affan menawarkan diri untuk membeli telaga tersebut, namun ditolak oleh orang Yahudi.
Namun, seiring berjalannya waktu kondisi perniagaan di Madinah merosot, akhirnya orang Yahudi tersebut menjual telaga itu kepada Utsman bin Affan namun dengan tambahan sebanyak 8.000 dirham lagi, sehingga harga telaga tersebut secara keseluruhamn seharga 20.000 dirham.
Saat ini, Telaga Utsman masih ada. Letaknya kira-kira 1 km dari Masjid Al-Qiblatain, yaitu di Jalan abu Bakar As-Siddiq. Kini Telaga Ar-Rumah atau Telaga Utsman dibawah pengawasan Kementrian Air dan Pertanian Arab Saudi.

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Chat di WhatsApp