Berkah Keajaiban Makkah, Hidup Orang Miskinpun Menjadi Mudah

Berkah Keajaiban Makkah, Hidup Orang Miskinpun Menjadi Mudah

Sobat Rihaal – Makkah memang kota yang banyak keistimewaanya. Jika diibaratkan, Makkah layaknya matahari di antara bintang-bintang. Sebab, ia menjadi kiblat kaum muslimin di seluruh dunia. Namun begitu, Makkah dianggap sebagai salah satu kota yang paling mahal untuk ditinggali. Hal ini didasarkan pada tingginya biaya akomodasi di daerah sekitar Masjidil Haram.

Apa yang dikerjakan oleh orang miskin tersebut?

Dilansir dari sumber VOA Islam, dijelaskan Syeikh Muhammad Al-Sahli, seorang professor ilmu syariah di Universitas Umm Al-Qura mengatakan “Sejumlah orang miskin yang datang ke Makkah mampu menemukan berbagai macam sumber pendapatan, seperti menjual air mineral dan kayu siwak. Beberapa di antara mereka bahkan ada yang kemudian menjadi pengusaha dan pedagang.”

Jumlah orang miskin di Makkah tidaklah sedikit. Mereka adalah salah satu dari penduduk Makkah yang tidak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan, maka kemudian menekuni bisnis kecil-kecilan guna menyambung hidup.

Kisah Pedagang di Makkah

Sebagai contoh saja Mohsen Attiyah. Dia adalah pria Saudi berusia 62 tahun. Pekerjaannya menjual kayu siwak di pelataran Masjidil Haram. Mohsen membeli kayu siwak dalam jumlah agak banyak seharga 300 riyal. Kemudian dia memotong-motongnya menjadi tangkai kecil sebanyak kurang lebih 700 buah. Setiap tangkai dijual kembali dengan harga 3 riyal. Keuntungan yang didapat berkisar antara 1.400-2.000 riyal. Uang yang didapatkan untuk menghidupi istri dan kedelapan anaknya.

Lain Mohsen, lain pula Arshad Haj. Seorang pendatang asing illegal berusia 22 tahun. Dia melakukan usaha menjual jasa gunting sebagai tukang potong rambut. Modal bisnisnya adalah gunting seharga 6 riyal. Dengan gunting di tangan, dia mencukur kepala-kepala para jamaah di dekat pintu Masjidil Haram. Imbalannya 3 riyal per kepala. Keuntungan yang didapat sekitar 120 riyal di hari biasa, dan bisa 3 kali lipat pada musim ramai.

Bagaimana sobat? Itulah sedikit cerita dari bagaimana kehidupan di Makkah, menjadikan hidup orang-orang yang kurang mampu tersebut menjadi lebih mudah. Hal itu pun tidak luput dari doa nabi Ibrahim. Beliau berdoa kepada Allah memohon karunia-Nya atas penduduk kota suci itu.

5 total views, 2 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini