Api Hijaz

Api Hijaz

 

لا تقوم الساعة حتي تخرج نار من أرض الحجاز , تضيء أعناق الإبل ببصري

Artinya: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga muncul kobaran api dari Hijaz yang menyinari punuk-punuk unta di kota Bushra” (H.R. Bukhari dan Muslim)

  • Hijaz merupakan kota Makkah dan Madinah
  • Bushra adalah nama sebuah kota yang terletak di selatan negeri syam (suriah)

Terkait hadits, Ibnu Katsir telah menjelaskan bahwa fenomena kemunculan api dari hijaz telah terjadi dimana menyala selama 3 bulan hingga wanita yang berada di Madinah bias bercandaria di terangnya cahaya api tersebut. Selain itu pancaran cahaya juga telah sampai ke Bushra dan menerangi leher unta- unta.

Sementara itu Imam Nawawi menyebutkan tentang waktu kemunculan api dari Hijaz tersebut yakni pada tahun 654 H dan dikatakan bahwa api yang besar tersebut muncul dari sisi timur kota Madinah dan di belakang al-Harrah. Selain itu kemunculannya juga diketahui oleh para penduduk Syam. Dan apinya dapat dilihat dari Makkah, Yanbu’ dan Bashra. Api tersebut muncul seolah-olah itulah yang dijanjikan Rasulullah Saw. Dengan demikian, apa yang pernah dinyatakan Rasulullah Saw telah menjadi kenyataan.

Pada hadits di atas terdapat isyarat ilmiyah yang mengungkap suatu fakta tentang tanah Arab yang baru diketahui pada abad ke 20, ketika dimulai proyek pembuatan peta geologi tanah Semenanjung Arab.

Salah satu hasil dari penemuan pemetaan geologi ini adalah ditemukan penyebaran kawasan letusan gunung berapi di sepanjang pesisir barat Jazirah Arab, mulai dari Yaman di sebelah selatan hingga dataran tinggi Syiria di sebelah utara, melewati Yordania dan Palestina.  Kawasan letusan gunung berapi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 180.000 km. Sekitar separuh area ini terletak di wilayah Hijaz (+- 90.000 km) dan tersebar di tiga belas ladang vulkanik yang dikenal dengan istilah lava field. Sebagian besar ladang lahar ini membentang di dalam tanah hijaz dengan kedalaman yang berkisar antara 150 s/d 200 km.

Tiga belas ladang lahar yang tersebar di tanah hijaz itu secara berturut dari selatan ke utara adalah sebagai berikut: Sarah (gunung terbesa di Arab ), Birk, Baqum, Nawashif (kawasan di Oman), Hadan, Kasyb, Rahth, Hillah Abu Nar, Khaibar, Isyarah, Syamah, dan Hammad. Ke tiga belas ini merupakan ladang lahar yang luas, selain itu, terdapat pula ladang lahar yang kecil.

Kota Madinah terletak di antara ladang lahar Rahth di sebelah lading Khaibar di utara. Ladang lahar Rahth membentang dari selatan kota Madinah di utara hingga lembah Fathimah yang berada dekat kota Mekkah al-Mukarromah di sebelah selatan. Jarak keduanya mencapai panjang 310 km dan lebar 60 km, menutupi kawasan yang diperkirakan seluas 19.830 km dengan ketebalan rata-rata sekitar 100 meter, namun terdapat pula dibeberapa titik ketebalannya mencapai 400 meter.

Di ladang lahar Rahth saja terdapat lebih dari 700 kawah gunung berapi. Dan bagian utara Rahth yang terletak persis di sebelah selatan kota Madinah merupakan bagian ladang lahar Rahth yang paling tinggi tingkat keaktifannya. Bagian utara ini telah mengalami lebih dari 13 kali letusan dan memuntahkan lahar sepanjang 5000 tahun silam (rata-rata terjadi satu letusan gunung berapi setiap 400 tahun). Di antaranya adalah letusan yang terjadi pada tahun 644 M (21H) dan letusan tahun 1256 M (654 H) yang sama-sama didahului dengan gempa bumi yang dahsyat dan suara letusan yang sangat keras.

Letusan terakhir terjadi pada tahun (1256) telah membentuk enam kerucut gunung berapi baru, sementara semburan laharnya meluap hingga yang melebihi 23 km dari utara keselatan dan meluas hingga ujung selatan lokasi bandara Madinah Prince Abdul Aziz.

Sementara itu, di ladang lahar khaibar terdapat lebih dari 400 kawah gunung berapi yang mencakup sejumlah kawah baru dan sangat aktif. Pada tahun 200, tercatat lebih dari 300 gempa bumi ringan di sekitar salah satu kawah gunung berapi tersebut. Hal ini menandakan bergeraknya magma di bawah kerucut gunung berapi tersebut dan merupakan ancaman yang sewaktu –waktu akan terjadi letusan.

Analisis ilmiyah ini mengisyaratkan bahwa letusan letusan gunung berapi di hijaz ini telah terjadi sejak jutaan tahun silam. Meskipun, tidak terjadi dalam waktu yang berdekatan, gunung merapi di wilayah Hijaz ini masih tetap aktif. Dengan kata lain, kawasan Hijaz pasti akan mengalami fase letusanVulkanik yang akan menyemburkan lahar dari kawah tersebut dan memuntahkan berjuta-juta ton lahar sehingga akan memenuhi kawasan Hijaz dengan api dan cahaya. Inilah yang diisyaratkan pada hadits di atas.

Wallahua’lam

Sumber: Encyclopedia of Islamic Civilization

www.kholistembesi.my.id

www.kabarmakkah.com

 

189 total views, 2 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini