Apa sih bedanya Zakat, Infaq, dan Sedekah?

Apa sih bedanya Zakat, Infaq, dan Sedekah?

Sahabat, lebaran makin dekat nih… Selain bersiap di rumah mulai dari stok sayur dan lauk pauk (maklum kan nanti pasar dan toko pada tutup), cemilan, jajanan atau makanan khas lebaran, cat rumah baru sampai baju baru… jangan sampai lupa nyiapin zakat fitrahnya juga ya, entah beras ataupun dalam bentuk uang tunai…

Pastinya sahabat sudah tidak asing lagi dong ya dengan yang namanya zakat fitrah. Kewajiban yang harus kita keluarkan menjelang lebaran Idul Fitri, melengkapi kesempurnaan ibadah puasa Ramadhan kita. Tapi kali ini kita tidak akan membahas tentang zakat fitrah…

Sahabat, jika mendengar kata zakat, infaq dan sedekah apa sih yang terlintas di pikiran? Kok kayaknya sama aja ya, khususnya infaq dan sedekah… Sebenarnya apa sih perbedaannya? Yuk, kita bahas bareng…

Istilah zakat, infaq dan sedekah sebenarnya menunjuk kepada satu pengertian yang sama yaitu sesuatu yang dikeluarkan. Zakat, infaq dan sedekah punya kesamaan yakni berkontribusi untuk pengentasan kemiskinan. Adapun perbedaanya secara singkat yaitu zakat itu termasuk infaq, zakat dan infaq itu termasuk sedekah. Hah, maksudnya? Biar gak bingung, mari simak penjelasannya yang lebih rinci di bawah ini, hehe…

Kalo zakat pasti udah tau dong ya…

Zakat secara bahasa (lughat), berarti tumbuh, berkembang dan berkah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah: 10). Seorang yang membayar zakat karena keimanannya nicaya akan memperoleh kebaikan yang banyak. Allah SWT berfirman, “Pungutlah zakat dari sebagian kekayaan mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka”. (QS At-Taubah: 103).

Zakat itu kewajiban harta yang spesifik, memiliki syarat tertentu, alokasi tertentu dan waktu tertentu. Zakat juga memiliki kekhususan yang berbeda dengan infaq atau sedekah. Seperti zakat fitrah yang dilaksanakan hanya setahun sekali menjelang hari raya Idhul Fitri. Semua dana zakat baik itu zakat penghasilan, zakat perdagangan, zakat pertanian dan zakat yang lainnya merupakan dana terikat yang alokasi dan distribusinya hanya diberikan kepada delapan golongan yang disebutkan dalam surat At-Taubah: 60 (dana zakat tidak boleh diberikan kepada sembarang orang di luar golongan tersebut).

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Nah, lanjut tentang infaq…

Infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu. Menurut terminologi syariat, infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan Islam. Jika zakat ada nishabnya, infaq tidak mengenal nishab.

Infaq dikeluarkan setiap orang yang beriman, baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah, apakah ia di saat lapang maupun sempit (QS. 3: 134). Jika zakat harus diberikan pada mustahik tertentu (8 asnaf), maka infaq boleh diberikan kepada siapapun. Misalnya, untuk kedua orang tua, anak-yatim, dan sebagainya (QS. 2:215). Infaq adalah pengeluaran sukarela yang di lakukan seseorang, setiap kali ia memperoleh rizki, sebanyak yang ia kehendakinya. Allah memberi kebebasan kepada pemiliknya untuk menentukan jenis harta, berapa jumlah yang yang sebaiknya diserahkan.

Terkait dengan infaq ini Rasulullah SAW bersabda, “Ada malaikat yang senantiasa berdo’a setiap pagi dan sore, ‘Ya Allah SWT berilah orang yang berinfaq, gantinya. Dan berkata yang lain, ‘Ya Allah jadikanlah orang yang menahan infaq, kehancuran’”. (HR. Bukhori

Singkatnya infaq itu mengeluarkan atau membelanjakan harta yang mencakup zakat dan non-zakat. Infaq ada yang wajib, ada yang sunnah. Infaq wajib diantaranya kafarat, nadzar, zakat dan lain-lain. Infaq sunnah diantaranya infaq kepada fakir miskin sesama muslim, infaq bencana alam dan sebagainya. Berbeda dengan zakat, dana infaq dapat diberikan kepada siapapun meskipun tidak termasuk dalam delapan asnaf. Adapun balasan bagi orang yang berinfaq dan bershadaqah antara lain disebutkan seperti di hadist ini…

Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu, ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang bersedekah dengan sebiji kurma yang berasal dari usahanya yang halal lagi baik (Allah tidak menerima kecuali dari yang halal lagi baik), maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga dan memeliharnya untuk pemiliknya seperti seseorang di antara kalian yang menjaga dan memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung.” (Muttafaq’alaih).

Selanjutnya tentang sedekah…

Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Sedekah maknanya lebih luas dari zakat dan infaq. Sedekah dapat bermakna infaq, zakat dan kebaikan non-materi. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bersedekah dengan hartanya, beliau bersabda, “Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap tahlil shadaqah, amar ma’ruf shadaqah, nahi munkar shadaqah dan menyalurkan syahwatnya pada istri juga shadaqah”.

Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Sifatnya sukarela dan tidak terikat pada syarat-syarat tertentu dalam pengeluarannya baik mengenai jumlah, waktu dan kadarnya. Atau pemberian sukarela yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, terutama kepada orang-orang miskin setiap kesempatan terbuka yang tidak ditentukan jenis, jumlah maupun waktunya, sedekah tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja tetapi juga dapat berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan senyum yang dilakukan dengan ikhlas untuk menyenangkan orang lain termasuk kategori sedekah.

Demikian sahabat, tentang zakat infaq dan sedekah. Semoga kita semakin paham dan melaksanakan amalan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga harta kita kian barokah… aamiin

Wallahu’alam bishowab

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Chat di WhatsApp