Andaikan Aku Boleh Memilih Kekasih, Aku Akan Memilihmu Sebagai Kekasihku

Andaikan Aku Boleh Memilih Kekasih, Aku Akan Memilihmu Sebagai Kekasihku

Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Quraisy. Inilah nama lengkap dari sahabat Rasulullah Saw. yang kita kenal dengan nama Abu Bakar as-Shidiq. Nama As-Shidiq merupakan julukan yang diberikan Rasulullah Saw. karena di saat orang-orang mendustakan peristiwa Isra’ Mi’raj yang terjadi dan kerasulannya, Abu Bakar malah membenarkannya.

Nasabnya bertemu dengan nasab Nabi Muhammad pada kakeknya Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay, dan ibu dari Abu Bakar adalah Ummu al-Khair Salma binti Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim, ini berarti bahwa ayah dan ibunya sama-sama dari kabilah Bani Taim.

Ketika Muhammad menikah dengan Khadijah binti Khuwailid ia pindah dan hidup berdampingan dengan Abu Bakar dan menjadi tetangga Abu Bakar. Sejak saat itu mereka berkenalan satu sama lainnya. Mereka berdua memiliki usia hampir sama dan tidak terpaut jauh. Umur Abu Bakar hanya berselisih 2 tahun 1 bulan lebih muda daripada Nabi Muhammad Saw.

Kedekatan mereka terus berlangsung, sampai akhirnya Rasulullah pun menikahi Putri dari Abu Bakar ra, yaitu Aisyah. Istri yang dicintai Rasulullah saw.

Persahabatan, dan kebersamaan antara Rasulullah Saw. dan Abu Bakar ra. Juga telah disaksikan oleh Allah sebagaimana digambarkan dalam beberapa ayat al-Quran.

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدۡ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذۡ أَخۡرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ثَانِيَ ٱثۡنَيۡنِ إِذۡ هُمَا فِي ٱلۡغَارِ إِذۡ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحۡزَنۡ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَاۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيۡهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٖ لَّمۡ تَرَوۡهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلسُّفۡلَىٰۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِيَ ٱلۡعُلۡيَاۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ٤٠

Artinya: Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita”. Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Q.S. at-Taubah: 40)

Yang dimaksud pada kata “sedang dia salah seorang dari dua ketika keduanya berada dalam gua”, menurut Aisyah, Abu sa’id dan Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat ini, adalah Abu Bakar, Abu Bakar lah yang bersama Rasulullah di dalam gua.

Allah juga berfirman dalam ayat lain:

وَٱلَّذِي جَآءَ بِٱلصِّدۡقِ وَصَدَّقَ بِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ ٣٣

Artinya: “Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa” (Q.S. az-Zumar : 33)

Ayat-ayat ini diperkuat oleh beberapa hadits yang menggambarkan kedekatan keduanya, bahkan Abu Bakar merupakan sahabat yang paling dicintai Rasulullah.

Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah telah mengutusku kepada kalian semua. Namun kalian malah berkata `kamu adalah pendusta’. Sedangkan Abu Bakar membenarkan (ajaranku). Dia telah membantuku dengan jiwa dan hartanya. Apakah kalian akan meninggalkan aku (dengan meninggalkan) shahabatku?” Rasulullah mengucapkan kalimat itu 2 kali. Sejak itu Abu bakar tidak pernah disakiti (oleh seorangpun dari kaum muslimin).(HR. Bukhari)

dalam hadits lain dinyatakan:

Dari Amru bin al-Ash ra., bahwa Rasulullah Saw. mengutusnya atas pasukan Dzatus Salasil : “Aku lalu mendatangi beliau dan bertanya “Siapa manusia yang paling engkau cintai?” beliau bersabda :”Aisyah” aku berkata : “kalau dari lelaki?” beliau menjawab : “ayahnya (Abu Bakar)” aku berkata : “lalu siapa?” beliau menjawab: “Umar” lalu menyebutkan beberapa orang lelaki.” (HR.Bukhari dan Muslim).

“Sesungguhnya Allah telah menjadikanku sebagai kekasih-Nya, sebagaimana Dia menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya. Dan kalau saja aku mengambil dari umatku sebagai kekasih, akan aku jadikan Abu Bakar ra. sebagai kekasih.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Saw. bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling banyak memberikan perlindungan kepadaku dengan harta dan persahabatannya adalah Abu Bakar ra. Andaikan aku boleh mengambil seorang kekasih (dalam riwayat lain ada tambahan : “selain rabb-ku”), niscaya aku akan mengambil Abu Bakar sebagai kekasihku. Tetapi ini adalah persaudaraan dalam Islam. Tidak ada di dalam masjid sebuah pintu kecuali telah ditutup, melainkan hanya pintu Abu Bakar saja (yang masih terbuka).”(HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika Rasulullah Saw. wafat, Abu Bakar datang dengan menunggang kuda dari rumah beliau yang berada di daerah Sunh. Beliau turun dari hewan tunggangannya, kemudian masuk ke masjid. Saat Abu Bakar melangkah dan melewati para sahabat, ia tidak mengajak seorang pun untuk berbicara sampai masuk ke dalam rumah Aisyah. Dengan perlahan Abu Bakar menyingkap wajah Rasulullah yang ditutupi dengan kain, kemudian mengecup keningnya. Seketika air mata Abu Bakarpun mengalir, kemudian berkata : “Demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, Allah tidak akan menghimpun dua kematian pada dirimu. Adapun kematian  telah ditetapkan pada dirimu, berarti engkau memang sudah meninggal.”Kemudian Abu Bakar keluar dan Umar sedang berbicara dihadapan orang-orang. Maka Abu Bakar berkata : “duduklah wahai Umar!” Namun Umar enggan untuk duduk. Maka orang-orang menghampiri Abu Bakar dan meninggalkan Umar. Abu Bakar berkata : “Amma bad`du, barang siapa diantara kalian ada yang menyembah Muhammad Saw, maka sesungguhnya Muhammad Saw telah wafat. Kalau kalian menyembah Allah SWT, maka sesungguhnya Allah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati.

Allah telah berfirman :

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٞ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِ ٱلرُّسُلُۚ أَفَإِيْن مَّاتَ أَوۡ قُتِلَ ٱنقَلَبۡتُمۡ عَلَىٰٓ أَعۡقَٰبِكُمۡۚ وَمَن يَنقَلِبۡ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِ فَلَن يَضُرَّ ٱللَّهَ شَيۡ‍ٔٗاۗ وَسَيَجۡزِي ٱللَّهُ ٱلشَّٰكِرِينَ ١٤٤

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS Ali Imran : 144)

Ibnu Abbas radhiyallahu`anhuma berkata : “demi Allah, seakan-akan orang-orang tidak mengetahui bahwa Allah telah menurunkan ayat ini sampai Abu Bakar membacakannya. Maka semua orang menerima ayat Al-Qur`an itu, tak seorangpun diantara mereka yang mendengarnya melainkan melantunkannya.” Sa`id bin Musayyab rahimahullah berkata : bahwa Umar ketika itu berkata : “Demi Allah, sepertinya aku baru mendengar ayat itu ketika dibaca oleh Abu Bakar, sampai-sampai aku tak kuasa mengangkat kedua kakiku, hingga aku tertunduk ke tanah ketika aku mendengar Abu Bakar membacanya. Kini aku sudah tahu bahwa nabi memang sudah meninggal.”

Demikianlah kisah singkat kedekatan Abu Bakar ra. dan Rasulullah Saw. Semoga kita juga menjadi Umat yang disayangi Rasulullah, dan bisa lebih dekat dengannya sebagaimana Rasulullah menyayangi  dan dekat dengan Abu Bakar. Dengan membenarkan apa-apa yang dibawa olehnya, baik perkataan, perbuatan maupun ketetapannya. Dan selanjutnya, kita mengamalkan sunah-sunahnya. Amiin.

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Chat di WhatsApp