Ahlul Qur’an dan Kisah Kursi Roda Elektrik dari Masjid Nabawi

Ahlul Qur’an dan Kisah Kursi Roda Elektrik dari Masjid Nabawi

Bismillah…

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Saya kembali diberikan satu pelajaran berharga di Kota Nabi (Madinah) ini.

Kemarin setelah dari Museum Asma’ul Husna, saya berpisah dari Kang Dzaky.

Dari waktu Dzuhur ke Ashar, dari Ashar ke Maghrib bahkan sampai selesai tarawih saya nggak ketemu Kang Dzaky.

Setelah bertemu, lalu saya diceritakan Kang Dzaky pengalamannya hari ini…

Akhirnya saya tahu kenapa beliau tidak terlihat sejak siang.

Ternyata beliau berdiam diri di dalam Masjid Nabawi sampai waktu tarawih.

Saat akan pulang ke hotel, Kang Dzaky butuh ke belakang untuk buang hajat.

Namun, karena toilet di Masjid Nabawi harus menuruni tangga, beliau pun kebingungan.

Sambil tergesa menuju hotel, ternyata beliau diikuti seseorang… Orang tersebut kemudian menyapa Kang Dzaky, lalu ditanya, “Kamu mau ke mana?”

Kang Dzaky jawab ingin pulang karena perlu ke toilet. Lalu orang yang bernama Madjid itu berbaik hati mau mengantarkan Kang Dzaky ke hotel terdekat.

Setelah kembali dari toilet, Pak Madjid menanyakan asal Kang Dzaky, lalu dijawab oleh Kang Dzaky jamaah umroh dari Indonesia.

Tanpa diduga, ternyata orang Timur Tengah tersebut ingin memberi uang kepada Kang Dzaky dalam jumlah yang tidak sedikit. Namun Kang Dzaky menolak, karena ia tidak menerima belas kasihan.

Pak Madjid bisa memahami lalu ia mengajak Kang Dzaky ke restoran miliknya. Kang Dzaky kemudian dipersilakan makan apa saja yang ada di restorannya. Lagi-lagi Kang Dzaky menolak dengan halus karena beliau sudah cukup kenyang.

Pak Madjid kemudian meminta Kang Dzaky untuk menunggu sekitar 20 menit di restorannya.

Tidak beberapa lama kemudian, Pak Madjid kembali dan ternyata ia membawa sebuah kursi roda listrik (yang harganya tentu tidaklah murah) untuk Kang Dzaky. Masyaa Allah, Allahuakbar…

Saya tidak dapat mengungkapkan apa-apa selain ucapan syukur dan terharu mendengarnya. :’)

Satu pelajaran yang saya dapat hari ini, Kang Dzaky memuliakan Qur’an dengan hapalannya dan ternyata Allah muliakan beliau pula dengan memudahkan kehidupannya.

Sahabat, betapa rezeki Allah itu luas dan tidak terduga datangnya. Teruslah bersyukur dan bersyukur bagaimanapun kondisi kita, insyaa Allah akan ditambahkan dan dicukupkan kebutuhan kita oleh Allah SWT. Terlebih dari itu semua, betapa ini adalah satu bukti cinta Allah bagi keluargaNya (ahlul Qur’an) di dunia dan kita tidak tahu seberapa besarnya balasan Allah kelak…

Semoga kisah Kang Dzaky ini memberikan inspirasi dan semangat bagi kita khususnya yang masih diberi bentuk fisik yang sempurna untuk terus mendekatkan diri pada Allah. Wallahu’alam bishowab.

——–
Cerita oleh Bang Achiel (asal Jakarta), salah satu jamaah umroh Rihaal trip 5 Juni yang senantiasa membersamai Ustadz Dzaky dari awal keberangkatan.

Ditulis oleh admin dengan mata berkaca-kaca… :’)

*berikut video saat Ustadz Dzaky nyobain kursi roda elektriknya. Direkam Ustadz Cecep (pembimbing umroh Trip 5 Juni)

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Chat di WhatsApp