5 Destinasi Wisata Muslim Friendly Dan Anti- MainStream

5 Destinasi Wisata Muslim Friendly Dan Anti- MainStream
source: Google

Banyak sekali diluaran sana ( di bagian negara muslim khususnya)  yang layak untuk dikunjungi bagi wisatawan muslim. Tapi, nggak ada salahnya loh sahabat… Jika kita  mencoba untuk mengunjungi kota atau negara lain yang anti mainstream… Hal ini tentu akan menawarkan pengalaman yang berbeda. Jika kita berkunjung ke Turki misalnya…Tentubanyak sekali wisatawan muslim yang berencana atau bahkan bermimpi untuk mengunjungi negri ini dan sudah banyak cerita tentang negeri ini di sekitaran kita. Tapi untuk ke Kota Kazan, Rusia? Atau bahkan di kota Segovia, Spanyol? Sudahkah sahabat merencanakannya? Atau memimpikannya? Dan sudahkan sahabat mendengarkan cerita tentang negeri ini? Jawabanya pasti banyak yang belum mendengarkannya.

Nah… kali ini kita akan membahas 5 destinasi wisata Muslim –Friendly yang mungkin sebagian besar sahabat belum tau, dan sangat direkomendasikan berdasarkan pengalaman dan cuitan blogger dan traveler muslim asing (*baca; bule, orang luar)

  1. Chefchouen, Maroko

Terletak di Pegunungan Rif Maroko Utara, kota Muslim yang menawan ini tidak seperti tempat yang pernah kita lihat sebelumnya.Di mana pada setiap sisi kotanya dilukis dengan berbagai warna biru! Kota ini didirikan pada tahun 1471 untuk membantu warga Maroko melawan penjajah Portugis, tempat ini juga berfungsi sebagai tempat tinggal yang  aman bagi orang-orang Muslim yang terbuang dari Spanyol. Seiring berjalannya waktu, kota ini tumbuh dan tidak hanya umat Muslim saja yang tinggal di sini, melainkanpendatang dari orang-orang Yahudi dan Kristen juga disambut di kota ini.

Banyak hal yang ditawarkan di tempat ini, di antaranya: lokasi yang tinggi, pemandangan yang menakjubkan, makanan lezat,dan kafe lokal yang unik dan menggemaskan. Dan tak hanya itu, banyak cinderamata yang juga bisa sahabat bawa loh… misalnya, selimut buatan tangan, perhiasan, dan suvenir lainnya.

Mengapa biru? Mungkin ini menjadi pertanyaan mendasar bagi wisatawan yang pertama kali berkunjung ke tempat ini. Lantas kenapa biru? Karena mereka percaya bahwa warna biru adalah warna keIlahian. Biru juga dikabarkan dapat mengusir lalat dan nyamuk!

  1. Ko Panyi, Thailand

Desa Ko Panyi, terletak di provinsi Phang Nga, Thailand. Desa ini tidak jauh dari phuket loh sahabat. Jaraknya sekitar 90 km dengan jarak tempuh sekitar 1 jam setengah perjalanan darat.  Di desa Muslim ini seluruh bangunannya berdiri di atas air dan ditopang oleh kayu dan bambu, dengan bergaya rumah panggung.

Siapa yang menyangka jika ternyata desa ini didirikan oleh nelayan-nelayan Indonesia. Yup… Nelayan Indonesia menetap di sini sekitar 200 tahun yang lalu, dan saat ini, Ko Panyi sudah menyediakan masjid sebagai bangunan peribadatan warga lokal maupun turis atau wisatawan pendatang. Selain masjid, restoran, dan lapangan sepak bola pun ditawarkan di desa ini, bahkan semuanya mengapung di atas air. Kehidupan di desa ini sangatlah sederhana, namun tak sedikitpun kebahagian di raut muka mereka sirna. Bahkan senyuman menjadi sajian keseharian di sana.Dan keramahtamahan penduduk lokal setempat akan mengisi pengalaman sahabat yang tak akan terlupakan.

Jadi… buat sahabat muslim yang pergi ke Phuket dan Thailand. Jangan lupa untuk mengunjungi desa ini ya…

  1. Bo Kaap, Afrika Selatan

Daerah Bo Kaap di Afrika Selatan berasal dari komunitas Muslim Cape Town. Muslim pertama kali tiba di sini adalah dari Afrika dan Asia yang datanga sebagai budak pada tahun 1658. Dan mereka harus menjalankan rutinitaskeIslamannya, seperti shalat, puasa, membaca alqur’an dalam kerahasiaan dan dengan bersembunyi-sembunyi. Pada tahun 1805, kebebasan beragama akhirnya dikabulkan dan sejak saat itu, komunitas Muslim terus berkembang.

Bo Kaap merupakan kawasan paling berwarna di Cape Town. Banyak yang percaya bahwa rumah-rumah yang dicat dengan beragam warna adalah ekspresi individualisme Muslim yang terus-menerus ditekan dan sebuah perayaan kebebasan mereka. Selain lokasi yang bagus untuk mengabadikan moment, kita juga akan menemukan beberapa makanan halal yang lezat di sini.

  1. Mostar, Bosnia

Mostar merupakan sebuah kota yang terletak di selatan Bosnia dan Herzegovina yang dipisahkan oleh sungai Neretva. Ketika kita masuk ke tempat ini, kita seakan dibawa ke dunia lain. Kota ini adalah rumah bagi Stari Most, atau Old Bridge (Jembatan Tua) – sebuah karya Ottoman yang dibangun oleh Suleiman the Magnificent. Pengunjung dapat menyaksikan penduduk lokal setempat yang melompat dari jembatan megah ini atau bahkan pengunjung sendiri yang ikut mencoba melakukannya. Apapun itu, kita yakin ketika sahabat berkunjung ke kota ini, sahabat akan sangat menikmati “Fairy-tale Land ini. Dan bagi sahabat muslim, jangan khawatir akan kesusahan mencari makanan halal di kota ini, karena berkat berabad-abad kekuasaan dan pengaruh Ottoman di kota ini, makanan halal tersedia secara luas di sini.

  1. Segovia, Spanyol

Banyak wisatawan ketika datang ke Spanyol hanya mengunjungi Granada dan Cordoba, akan tetapi melewati kota Segovia yang indah dan bersejarah ini.

Segovia merupakan nama salah satu kota di Spanyol. Letaknya di bagian tengah, dan lebih tepatnya berada di wiliyah otonomi Castile Leon, Spanyol. Yang berada di bagian utara Madrid.

Salah satu atraksi yang harus dilihat Segovia adalah Alcazar, sebuah benteng megah yang dibangun oleh umat Islam. Oiya, Struktur spektakuler ini telah menginspirasi Kastil Cinderella yang terkenal di Disney loh. Di kota ini Sahabat juga bisa melihat saluran air Romawi, saluran ini merupakan prestasi teknik yang dibangun lebih dari 2.000 tahun silam namun tetap bertahan dalam bentuk yang masih sempurna. Ke mana pun Sahabat berjalan di kota ini, pasti akan mengungkap sejarah kota ini.

533 total views, 2 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini