3 Langkah Penting Orangtua Dalam Mendidik Anak

3 Langkah Penting Orangtua Dalam Mendidik Anak

Sobat Rihaal yang insha Allah selalu dirahmati oleh Allah, setiap orang tua pasti mendambakan anak yang shaleh, cerdas, dan membanggakan. Akan tetapi keinginan dan upaya yang dilakukan sering kali belum selaras.

Kita sebagai orang tua terkadang justru lebih mementingkan pekerjaan, dan banyak mengandalkan pembantu, guru maupun tempat les untuk merawat, dan mendidik anak-anak kita. Padahal kunci cerdasnya anak justru ada pada kedua orangtuanya.

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “ Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (QS. Luqman (31) ayat 13)

Ayat diatas bercerita tentang para ayah (Luqman, Nabi Ya’kub dan Nabi Ibrahim) yang sedang mendidik anak-anaknya. Ternyata, proses pendidikan (dalam keluarga) yang digambarkan melalui al-Qur’an dilakukan oleh para ayah. Tidak ada satu ayat pun yang memotret momen pendidikan dari ibu kecuali adanya perintah menyusui tanpa menafikkan tugas amar ma’ruf nahi munkar yang sifatnya umum, baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Bagaimanapun sosok seorang ayah itu sangatlah penting dalam sebuah keluarga. Perannya sangat vital dan tak tergantikan. Termasuk juga untuk urusan mendidik anak, ayah punya peran yang sangat besar. Selain itu, sebaik-baik teladan yang patut kita contoh adalah Rasulullah SAW, termasuk dalam pendidikan. Nabi Muhammad menghadirkan suasana ramah, hangat, penuh pendidikan, kelembutan dan cinta kasih.

Berikut uraian bagaimana Nabi memberi contoh tentang bagaimana mendidik anak:

Usia 0 – 6 tahun: Perlakukan Anak Sebagai Raja

Anak pada usia 0-6 tahun merupakan usia emas atau Golden Age. Anak pada usia ini akan mengalami masa tumbuh kembang yang sangat cepat. Percepatan tumbuh kembang ini bisa dirangsang dengan mainan. Mainan akan sangat membantu agar anak menjadi cerdas.

 

 

 

 

  • Jangan Marah-marah

Pada usia ini, kita sebagai orangtua dilarang untuk marah-marah kepada anak. Tidak banyak melarang, karena akan merusak jaringan otak anak. Rasulullah sendiri menganjurkan kepada kita untuk senantiasa berlemah lembut terhadap anak kita yang masih berusia dari 0 hingga 6 tahun. memanjakan, memberikan kasih saying, merawat dengan baik dan membangun kedekatan dengan anak merupakan pola mendidik yang baik.

  • Berikan Rasa Aman

Jadikan anak merasa aman, merasa dilindungi dan nyaman bersama orangtua. Ketika anak nakal, maka janganlah membiasakan untuk dipukul supaya anak mau menurut. Memukul ataupun memarahi anak pada usia ini bukanlah cara yang tepat. Berikanlah kesempatan pada anak agar merasakan kebahagiaan yang berkualitas dimasa kecil.

Usia 7 – 14 tahun: Perlakukan anak sebagai tawanan perang/pembantu

“Petintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka” (HR. Abu Dawud)

  • Perkenalkan Tanggung Jawab

Pada usia ini, mulailah dengan memperkenalkan anak dengan tanggung jawab dan kedisiplinan. Kita bisa melatihnya mulai dari memisahkan tempat tidurnya dan mendirikan shalat 5 waktu. Pukullah anak ketika anak tidak mau mendirikan shalat. Tapi bukan pukulan yang menyakitkan atau memukul kepalanya. Atau kita juga bisa dengan memberikan sanksi kepada anak, sesuai kesepakatan dengan anak sebelumnya.

  • Latih Agar Mandiri

Latihlah anak agar dapat mandiri untuk mengurus dirinya sendiri. Missal dengan mencuci piring bekas dia makan, mencuci pakaiannya sendiri, menyetrika, dll. Pelajaran mandiri ini akan bermanfaat banyak di masa depannya untuk kecerdasan emosionalnya.

Usia 15 – 21 tahun: Perlakukan anak seperti sahabat

Usia ini adalah usia dimana anak akan cenderung memberontak. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang baik kepada anak. Fungsinya adalah agar kita bisa meluruskan anak ketika anak berbuat kesalahan, karena kita dekat dengan anak.

 

 

 

 

  • Berikan Kebebasan

Yang dimaksud dengan memberi kebebasan disini bukanlah kebebasan tanpa pantauan dari orangtua. Biasanya usia ini anak mulai memasuki masa pubertas. Beri kebebasan pada anak untuk mandiri dan berperan menjadi duta keluarga. Timbulkan rasa nyaman pada anak bahwa kita orangtua bisa juga bersikap seperti sahabat setia. Sahabat yang siap mendengar segala cerita dan curahan hati anak-anaknya.

  • Menjadi Sahabat Anak

Jangan sampai ketika anak –anak mempunyai masalah, namun mereka mencari solusi dan lebih memilih curhat dengan orang lain. didiklah anak dengan membangun persahabatan meskipun kita adalah orangtuanya. Tujuannya adalah agar anak tidak merasa bahwa kita adalah orang ketiga yang tidak boleh tahu tentang permasalahan hidupnya.

  • Dilarang Memarahi di Depan Umum

Para orangtua juga dilarang untuk memarahi dan menghardik anak di hadapan adik-adiknya ataupun di depan kakak-kakanya. Hal ini dimaksudkan agar dirinya tidak jatuh sehingga anak tidak merasa rendah diri. Jalinlah pendekatan yang baik kepada anak.

Sobat Rihaal, menjadi orang tua memang merupakan jalan panjang untuk melepaskan seorang anak agar mampu menjalani kehidupan mereka sendiri. Karena itulah mengapa kisah pengasuhan anak menjadi rumit. Karena pengasuhan telah melibatkan berjuta ragam emosi dan kenangan. Anak-anak lahir dari Rahim ibunya, membawa DNA bapaknya, besar dengan keringat dan airmata orang tuanya namun bukan milik orangtuanya.

Orang tua juga harus ridho melepaskan anaknya menjalani peran kehidupannya sendiri suatu waktu. Bahkan saat sang anak memutuskan untuk pergi mengembara menggapai mimpi-mimpi mereka.

Oleh karena itu, kita sebagai orangtua sudah seharusnya memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak kita. Agar kelak anak-anak kita bisa menjadi anak yang shaleh maupun shalehah dan membanggakan. Semoga tiga hal penting yang diajarakan oleh Rasulullah bisa menjadi contoh bagi kita dalam mendidik anak.

Baca Juga: Bagaimana Mengajarkan Bayi dan Balita Membaca dan Menghafalkan Al Qur’an

1 total views, 1 views today

Komentar

Tutup Menu

Assalamualaikum, Silahkan bertanya informasi yang ada perlukan kepada kami.

Dapatkan Info Seputar Umroh Disini